POJOKSATU.ID - Kebijakan tak biasa diterapkan Pemkab Banyuwangi dalam menghadapi potensi krisis energi global.
ASN kini didorong untuk menggunakan sepeda, transportasi umum, hingga bekerja dari rumah atau WFH demi menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi efisiensi energi yang disiapkan pemda sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah.
ASN Diimbau Kurangi Kendaraan Pribadi
Pemkab Banyuwangi mulai menggalakkan penghematan energi melalui pembatasan penggunaan kendaraan dinas dan kendaraan pribadi.
ASN diimbau untuk beralih menggunakan:
- transportasi umum
- transportasi online
- sepeda kayuh
Baca Juga: WFA Senin dan Rabu, Kepala BKN Beberkan Cara ASN Tetap Produktif Meski Tidak ke Kantor
Kebijakan ini bahkan sudah mulai diterapkan secara rutin, terutama setiap hari Jumat.
Langkah tersebut tidak hanya bertujuan menghemat BBM, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Terapkan WFH dan Digitalisasi Kerja
Selain imbauan penggunaan transportasi hemat energi, pemerintah juga menerapkan kebijakan satu hari Work From Home (WFH).
Kebijakan ini bertujuan untuk:
- mengurangi mobilitas ASN
- menekan konsumsi BBM
- meningkatkan efisiensi kerja
Tak hanya itu, ASN juga didorong untuk mengoptimalkan sistem kerja berbasis digital guna meminimalkan aktivitas yang membutuhkan perjalanan fisik.
Arahan Presiden Hadapi Krisis Global
Kebijakan ini tidak berdiri sendiri.
Langkah Pemkab Banyuwangi sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh daerah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk akibat gejolak global.
Situasi konflik di Timur Tengah disebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia, termasuk BBM.
Baca Juga: ASN Mojokerto Dilarang Pakai Motor Tiap Jumat! Ning Ita Perintahkan Gowes Massal Demi Efisiensi BBM
Hal ini membuat pemerintah daerah perlu melakukan langkah antisipatif sejak dini.
Bupati Ajak ASN Jadi Contoh
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa penghematan energi merupakan tanggung jawab bersama.
Ia mengajak ASN untuk menjadi pelopor dalam gerakan efisiensi energi.
Imbauan tersebut disampaikan saat apel bersama ASN pada 25 Maret 2026.
ASN Didorong Gowes ke Kantor
Salah satu langkah konkret yang didorong adalah penggunaan sepeda kayuh bagi ASN yang memiliki jarak rumah dekat dengan kantor.
Menurut Ipuk, selain menghemat energi, kebiasaan ini juga memberikan manfaat kesehatan.
Langkah ini sekaligus menjadi gaya hidup baru yang lebih ramah lingkungan.
Bukan untuk Menakut-nakuti Masyarakat
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Sebaliknya, langkah ini merupakan bentuk kewaspadaan terhadap dinamika global yang berpotensi memengaruhi pasokan energi.
Dikutip dari Berita Jatim, 27 Maret 2026, begini kata Ipuk:
“Kita berharap konflik di Timur Tengah segera mereda, sehingga tidak berdampak terhadap pasokan energi dunia."
"Meski demikian, kita juga tetap harus membiasakan diri untuk menggunakan energi secara bijak,” ujarnya.
Upaya Jaga Stabilitas Energi Daerah
Dengan berbagai kebijakan ini, Pemkab Banyuwangi berupaya menjaga stabilitas energi.
Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghematan.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi potensi krisis energi global.***




