POJOKSATU.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan tidak akan menambah pembangunan sumur resapan baru sebagai langkah penanganan banjir di ibu kota.

Ia menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih memaksimalkan sumur resapan yang sudah ada, tanpa merencanakan pembangunan titik baru dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Jumat.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Landa Jakarta, ASN DKI Jalani WFH dan Jam Kerja Fleksibel

Ia menegaskan tidak ingin terjebak dalam perdebatan panjang terkait efektivitas sumur resapan, selama fasilitas yang sudah tersedia masih dapat dimanfaatkan.

“Terus terang saya tidak ingin memperdebatkan soal sumur resapan. Apa pun yang masih bisa dimanfaatkan, ya kita manfaatkan,” ujar Pramono, dikutip pojoksatu.id dari instagram @warga.jakbar (25/1/2026).

Menurutnya, sumur resapan di Jakarta sebenarnya telah dibangun sejak beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Tunjangan Dosen Bisa Dihentikan Pemerintah, Ini Penyebab dan Cara Menghindarinya

Oleh karena itu, langkah yang diambil pemerintah daerah saat ini adalah memastikan sumur-sumur tersebut tetap berfungsi optimal.

“Sumur resapan pernah dibuat. Yang ada kita fungsikan. Tapi sampai hari ini belum ada rencana membuka sumur resapan baru,” tegasnya.

Sebagai gantinya, Pramono memilih memfokuskan penanganan banjir Jakarta melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi jangka pendek.

Baca Juga: Gaji Guru Bukan Salah Pusat? Ini Penjelasan Lengkap Siapa Penentu Gaji Guru Honorer dan Mengapa Tak Ada Standar Nasional

Strategi ini dinilai mampu mengurangi intensitas hujan ekstrem di wilayah tertentu dengan mengendalikan curah hujan sebelum mencapai kawasan rawan banjir.

Sementara untuk jangka panjang, Pemprov DKI Jakarta tetap mengandalkan normalisasi sungai sebagai solusi struktural dalam mengatasi banjir.

Pramono menilai normalisasi sungai penting untuk meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi risiko luapan saat hujan deras melanda.

Baca Juga: Seluruh OPD Ajukan Nama PPPK Paruh Waktu, ASN Siap Ditempatkan di Tiap RW, Berlaku Awal Februari 2026

Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mencatat telah membangun puluhan ribu sumur resapan selama periode 2019–2024.

Total terdapat 29.887 titik sumur resapan yang tersebar di lima kota administrasi Jakarta serta Kabupaten Kepulauan Seribu, dengan total daya tampung mencapai 529 meter kubik.

Ketua Subkelompok Geologi dan Konservasi Air Baku Dinas SDA DKI Jakarta, Ikhwan Maulani, menyebut pembangunan sumur resapan tersebut dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: Pengumuman PPPK Kemensos 2026 DIUNDUR LAGI, Hasil Seleksi Diumumkan 27–28 Januari

Pada 2019 tercatat 1.316 titik, kemudian bertambah 1.658 titik pada 2020. Lonjakan terbesar terjadi pada 2021 dengan penambahan 26.349 titik.

Selanjutnya, pada 2022 dibangun 382 titik, disusul 140 titik pada 2023, dan 42 titik pada 2024 yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta.

Dinas SDA menjelaskan, sumur resapan pada prinsipnya berfungsi sebagai bagian dari pengelolaan air hujan dan konservasi sumber daya air.

Baca Juga: Lagu yang Jadi Simbol Suatu Generasi, Dari Perlawanan Sosial hingga Ekspresi Diri Anak Muda

Dengan menyerapkan air ke dalam tanah, sumur resapan diharapkan mampu mengurangi limpasan air permukaan yang kerap memicu genangan dan banjir.

Namun dengan kebijakan terbaru ini, Pemprov DKI Jakarta tampaknya mulai menggeser fokus penanganan banjir ke pendekatan lain yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem dan dinamika lingkungan perkotaan.***