POJOKSATU.ID - Kasus dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi.
Kali ini, puluhan ibu dan balita di Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu makanan yang dibagikan melalui program tersebut.
Peristiwa ini dibenarkan oleh Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Majene, Muhammad Sadli.
Baca Juga: Alur Pengisian Dapodik untuk Proses Pencairan TPG di Tahun 2026!
Saat dikonfirmasi pada Selasa (13/1/2026), Sadli mengatakan hingga saat ini masih ada 38 warga yang menjalani perawatan di puskesmas setempat.
“Makanannya dibagikan kemarin siang sampai sore. Tapi kemungkinan ada yang baru mengonsumsinya saat malam hari,” ujar Sadli, dikutip pojoksatu.id dari harian kompas.
Ia menambahkan, sebagai langkah antisipasi, dapur mitra penyedia MBG untuk sementara waktu ditutup.
Baca Juga: Admin GTK Ingatkan Guru Sertifikasi, Validasi Data Jadi Kunci TPG 2026
Penutupan dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dari kepolisian dan dinas kesehatan.
“Untuk sementara kami hentikan operasional dapur mitra sampai proses pemeriksaan selesai,” katanya.
Sadli menjelaskan, distribusi makanan MBG tersebut dilakukan pada Senin (13/1/2026) mulai pukul 14.00 Wita.
Baca Juga: Gugatan Mantan Ketua KONI Cirebon Bergulir ke BAKI, KONI Jabar Tegaskan Siap Hadapi
Proses pembagian berlangsung hingga sore hari lantaran jarak lokasi penerima cukup jauh dan harus ditempuh ke beberapa titik.
Program MBG tersebut merupakan paket khusus yang ditujukan bagi ibu dan balita, yang biasanya dibagikan secara rutin dua kali dalam sepekan.
Namun, beberapa jam setelah makanan dikonsumsi, warga mulai merasakan gejala tidak biasa.
Baca Juga: Skema Baru TPG 2026, Begini Alur Pencairan Bulanan Tunjangan Profesi Guru
Pada malam hari, sejumlah ibu dan balita mengeluhkan mual, muntah-muntah, hingga lemas. Kondisi serupa juga dialami balita berusia antara 2 hingga 5 tahun.
Sebagian warga langsung dibawa ke puskesmas pada Senin malam karena kondisi yang semakin memburuk.
Bahkan, beberapa balita dilaporkan mengalami dehidrasi sehingga membutuhkan penanganan medis intensif.
Baca Juga: Dituding Timbun Bantuan, Ratusan Petugas BPBD dan Damkar Bireuen Datangi DPRK
“Ada anak-anak yang kondisinya cukup parah, terutama balita. Mereka mengalami muntah terus-menerus dan dehidrasi,” ujar salah seorang petugas kesehatan.
Hingga kini, pihak SPPG bersama dinas kesehatan masih melakukan pendataan jumlah korban serta menelusuri penyebab pasti keracunan.
Sampel makanan juga telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
Kasus ini menambah daftar kejadian serupa yang sebelumnya juga sempat mencuat di sejumlah daerah.
Masyarakat pun berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Program Makan Bergizi Gratis sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu dan balita.
Namun, insiden keracunan ini menjadi peringatan penting akan perlunya pengawasan ketat terhadap kualitas, kebersihan, dan distribusi makanan.***




