POJOKSATU.id - Video seorang pria yang diduga pemilik warung sembako mendadak viral setelah membagikan keluhannya soal harga Minyakita yang dianggap semakin tidak masuk akal.
Rekaman tersebut pertama kali diunggah akun TikTok @ali.ilhamm11 dan langsung menuai ribuan komentar karena isi videonya sangat relate dengan kondisi pedagang kecil.
Dalam video itu, pria tersebut tampak memegang satu kemasan Minyakita sambil menunjukkan label harga yang tertulis jelas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Baca Juga: Fantastis! PPPK Paruh Waktu Teknis Digaji hingga Rp12 Juta,Pegawai Lain Auto Cemburu
Namun yang membuatnya bingung sekaligus kesal, harga jual yang ia dapat dari distributor justru lebih tinggi dari angka HET itu.
Ia mengungkap bahwa setiap membeli Minyakita, ia harus mengambil satu karton dengan harga sekitar Rp203.000.
Jika dihitung, berarti harga modalnya mencapai Rp17.000 per liter Lebih mahal dari HET.
Baca Juga: Resmi dari Kemenkeu, TPG THR Guru 2025 Ditargetkan Cair Desember, Ini Penjelasan Lengkapnya
Di sinilah masalahnya muncul ia tidak mungkin menjual dengan harga HET karena otomatis merugi.
Pria itu kemudian menjelaskan, untuk bisa mendapatkan keuntungan minimal, ia harus menjual Minyakita seharga Rp18.000 per liter.
Angka itu pun ia sebut dengan nada frustrasi karena tahu bahwa pembeli pasti langsung protes jika melihat harga di atas label resmi yang tertulis di kemasan.
Menurutnya, menjual di harga Rp18.000 bukan karena ingin mengambil untung besar, tapi semata-mata agar ia tidak rugi.
Ia menegaskan bahwa jika menjual sesuai HET Rp15.700, ia jelas tekor.
Bahkan jika dijual Rp17.000 harga modalnya ia tetap tidak mendapat keuntungan.
Jadi satu-satunya cara bertahan adalah menjual di harga Rp18.000.
Walau ia sudah bisa membayangkan reaksi pelanggan yang sering menuduh pedagang sengaja memainkan harga.
Baca Juga: Resmi dari Kemenkeu, TPG THR Guru 2025 Ditargetkan Cair Desember, Ini Penjelasan Lengkapnya
Sambil menunjukkan kemasan Minyakita, ia mengaku resah karena pedagang kecil seperti dirinya selalu berada di posisi serba salah.
Mau ikut aturan pemerintah, rugi. Mau mengikuti harga real di lapangan, malah dimarahi pembeli.
Ia juga menambahkan bahwa keluhan seperti ini bukan hanya ia alami sendiri.
Baca Juga: Fantastis! PPPK Paruh Waktu Teknis Digaji hingga Rp12 Juta,Pegawai Lain Auto Cemburu
Banyak pedagang lain yang ia kenal mengalami dilema yang sama menjual sesuai HET rugi, menjual di atas HET disalahkan.
Di akhir video, pria itu menyampaikan harapan besar agar ada penyesuaian harga atau regulasi distribusi yang lebih jelas.
Supaya pedagang kecil tidak lagi menanggung beban sendirian.
Menurutnya, situasi seperti ini membuat banyak pedagang terlihat seolah-olah menaikkan harga semaunya.
Padahal masalah sebenarnya ada pada harga distribusi yang tidak sesuai aturan.
Unggahan itu langsung meledak di media sosial karena dianggap menggambarkan kondisi nyata di lapangan.
Banyak warganet dan sesama pedagang yang ikut berkomentar, mengaku mengalami hal serupa.
Sebagian besar berharap pemerintah turun tangan menertibkan harga Minyakita agar tidak lagi membingungkan pedagang maupun konsumen.
Video singkat tersebut kini tersebar luas di berbagai platform dan menjadi bahan diskusi soal rantai distribusi minyak goreng yang dinilai tidak transparan.
Baca Juga: Fantastis! PPPK Paruh Waktu Teknis Digaji hingga Rp12 Juta,Pegawai Lain Auto Cemburu
Keluhan pria itu membuka kembali masalah klasik HET ada di kemasan, tapi di lapangan justru harga modal sudah lebih tinggi, membuat pedagang terjepit di tengah-tengah.***




