POJOKSATU.id – Pernyataan tegas disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di tengah ramainya kritik beberapa artis dan influencer yang mempersoalkan status bencana nasional dalam penanganan bencana di Sumatera.
Teddy mengaku heran masih ada pihak yang sibuk memperdebatkan status.
Padahal pemerintah disebutnya sedang bekerja total mengevakuasi warga, memulihkan daerah terdampak, dan mengerahkan seluruh sumber daya negara.
Baca Juga: Terungkap! Fakta-Fakta OTT KPK yang Menjerat Bupati Bekasi hingga Kantor Pemkab Disegel
“Masih ada pihak-pihak yang terus saja membahas status bencana nasional. Jadi gini, bencana ini ada di 3 provinsi."
"Ketiganya terdampak. Tapi mungkin 1-2 minggu ini, semua fokusnya hanya ke Aceh,” kata Teddy di Jakarta dikutip pojoksatu.id dari kompas.com (19/12/2025).
Ucapan itu dinilai sebagai sindiran halus kepada sejumlah figur publik yang dalam beberapa hari terakhir lantang menekan pemerintah menetapkan bencana nasional.
Baca Juga: Ramai Kritik Penanganan Bencana Sumatera, Sekkab Teddy Akhirnya Angkat Bicara
Meski mekanisme penetapan status tidak sesederhana yang terlihat di permukaan.
Teddy menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam.
Dalam laporan resmi, pemerintah telah mengerahkan ribuan personel gabungan TNI–Polri, alat berat.
Baca Juga: TMT Mulai Januari 2026, Segini Besaran Gaji 280 PPPK Paruh Waktu Seluma yang Baru Dilantik
Sampai helikopter untuk distribusi logistik, dan penambahan anggaran bantuan darurat melalui BNPB dan kementerian terkait.
Menurut Teddy, seluruh gerak cepat itu dilakukan tanpa harus menunggu perdebatan status yang ramai di ruang publik.
"Jadi yang saya mau sampaikan di sini, sejak hari pertama, detik pertama, pemerintah beserta warga itu sudah sama-sama berjuang keras"
"mengevakuasi warga, dan bagaimana caranya ini segera pulih,"
Baca Juga: Pajak Tekor, Menkeu Purbaya Buka Fakta: Dampak Perlambatan Ekonomi Sebelum Saya Menjabat
ujar Teddy dalam konferensi pers tanggap bencana Sumatera dikutip Pojoksatu.id dari kumparan Jumat (19/12).
Ia menilai perdebatan tersebut justru berisiko mengalihkan fokus pemerintah maupun tim di lapangan.
Pernyataan Teddy muncul di tengah riuhnya unggahan beberapa public figure yang mengkritik pemerintah karena belum menetapkan status bencana nasional.
Baca Juga: Terungkap! Fakta-Fakta OTT KPK yang Menjerat Bupati Bekasi hingga Kantor Pemkab Disegel
Beberapa influencer bahkan menyebut pemerintah “lambat bergerak” dan “lebih sibuk dengan administrasi”.
Kritik tersebut mendapat sorotan publik, terutama setelah sejumlah klaim di media sosial tidak sesuai dengan data resmi BNPB.
Teddy menegaskan bahwa penetapan status bencana nasional bukan keputusan yang bisa diambil secara emosional atau karena tekanan dari figur populer.
Baca Juga: Ramai Isu Bantuan Diaspora Dipajaki Bea Cukai, Ini Penjelasan Purbaya Soal Pajak
Ia menjelaskan bahwa ada serangkaian indikator teknis yang menjadi dasar, termasuk kapasitas daerah.
Skala kerusakan, estimasi korban, hingga kesiapan sumber daya pemerintah pusat dan daerah.
Selain itu, pemerintah menyebut bahwa langkah-langkah darurat yang biasanya menunggu status bencana nasional pada praktiknya sudah dilakukan sejak awal.
Ia juga mengingatkan figur publik agar bijak menggunakan pengaruh mereka di media sosial.
Menurutnya, konten viral yang tidak berdasarkan data bisa menimbulkan kepanikan baru di masyarakat.
Teddy mengajak para influencer untuk turun langsung membantu, bukan sekadar mengomentari dari kejauhan.
Baca Juga: Terungkap! Fakta-Fakta OTT KPK yang Menjerat Bupati Bekasi hingga Kantor Pemkab Disegel
Pemerintah berharap publik lebih mengutamakan kolaborasi, bukan polarisasi.
Dalam kondisi darurat seperti ini, menurut Teddy, yang dibutuhkan adalah gotong royong nasional.
Agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan korban dapat segera kembali menjalani kehidupan normal.***




