POJOKSATU.ID - Insiden kecelakaan yang melibatkan seorang warga negara asing (WNA) asal China memicu kehebohan di Kota Semarang.
Seorang perempuan WNA yang mengendarai mobil menabrak dua pengendara motor hingga menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Tidak berhenti di situ, pelaku justru mengamuk setelah kecelakaan terjadi sehingga membuat warga semakin geram.
Baca Juga: Bocoran Terbaru! Kapan TPG THR dan Gaji 13 Guru Sertifikasi Cair di 2025? Simak Prediksinya!
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Abdulrahmansaleh, Semarang Barat. Dilansir dari Detik.com
Menurut keterangan sejumlah saksi, mobil yang dikemudikan perempuan WNA itu melaju tidak terkendali sebelum menabrak dua motor yang melintas.
Salah satu pengendara, seorang mahasiswi, dilaporkan tewas di tempat akibat benturan keras.
Setelah kecelakaan, bukannya menunjukkan penyesalan, pengemudi tersebut justru berteriak dan memaki warga yang mencoba menolong korban.
Rekaman video amukan pelaku kemudian viral di berbagai platform media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat.
Dalam video itu terlihat pelaku berperilaku tidak stabil dan menolak ketika warga mencoba menenangkannya.
Informasi awal dari masyarakat menyebutkan bahwa pelaku diduga berada dalam pengaruh alkohol.
Beberapa saksi menyatakan bahwa perempuan tersebut terlihat linglung dan tidak mampu mengendalikan diri.
Namun, kepastian soal kondisi pelaku baru bisa ditentukan setelah pemeriksaan kepolisian selesai.
Polrestabes Semarang telah mengamankan pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Investigasi menyeluruh sedang dilakukan, mulai dari pemeriksaan tempat kejadian perkara, kondisi kendaraan, hingga tes medis terhadap pelaku.
Polisi juga memeriksa rekaman CCTV dan keterangan saksi untuk memastikan kronologi lengkap kecelakaan.
Baca Juga: Titiek Soeharto: Nggak Usah Takut Bintang 2 atau 3! Jadi Selama Ini Pelaku Perusak Hutan Dibekingi?
Kecelakaan yang menewaskan seorang warga ini mendapat perhatian besar dari publik.
Banyak warga yang menuntut penegakan hukum tegas, tanpa perlakuan khusus, meskipun pelaku adalah WNA.
Mereka meminta pihak berwenang memastikan proses hukum berjalan adil serta memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Sementara itu, keluarga korban mendesak kepolisian bertindak cepat mengungkap penyebab kecelakaan, termasuk memastikan apakah benar pelaku dalam keadaan mabuk saat mengemudi.
Mereka juga meminta pemerintah meninjau aturan terkait WNA yang berkendara di Indonesia, terutama terkait izin dan kelayakan mereka di jalan raya.
Kepolisian menyatakan bahwa kasus ini akan diproses sesuai aturan yang berlaku.
Jika terbukti berkendara dalam keadaan mabuk dan menyebabkan kematian, pelaku dapat dijerat pasal pidana dengan ancaman hukuman berat.
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan kewaspadaan saat mengemudi, terutama bagi pengendara asing yang tinggal atau bekerja di Indonesia.
Aparat juga diharapkan meningkatkan pengawasan agar kasus serupa tidak terulang.***




