POJOKSATU.ID - Sebuah kisah memilukan datang dari Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.

Seorang pria bermarga Hutauruk rela berjalan kaki puluhan kilometer, siang dan malam.

Melintasi jalan yang tertutup lumpur dan longsor demi mencari keberadaan istri serta anaknya yang hilang kontak.

Perjuangan dramatis Hutauruk baru mencuat setelah videonya diunggah langsung.

Baca Juga: Sekolah Bisa Ajukan Revitalisasi Secara Online Mulai 2026, Begini Mekanismenya

Oleh Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melalui Instagram Story, Jumat 28 November 2025.

Dalam video itu, pria tersebut tampak kelelahan, mengenakan celana jeans yang sudah penuh lumpur, wajah kusut, dan suara bergetar menahan cemas.

Pertemuan antara keduanya terjadi secara tidak sengaja di jalan menuju Kecamatan Tukka.

Masinton yang melintas bersama rombongan pemerintahan mendapati sosok Hutauruk berjalan sendirian sambil memanggul tas lusuh.

Baca Juga: Update Jumlah Korban Banjir Bandang Tapsel, 32 Orang Meninggal Dunia, Kayu Gelondongan Berserakan

Keluhan itu menggambarkan betapa putus asanya seorang ayah yang kehilangan arah dan kehabisan tenaga.

Ia mengaku sudah menempuh perjalanan jauh melewati rute rute yang sebagian tertutup longsor akibat cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.

Hutauruk terus berjalan tanpa tahu pasti apakah keluarganya selamat atau tidak.

Bupati Masinton mencoba menenangkannya. Ia berjanji akan mengerahkan seluruh petugas di lapangan untuk membantu pencarian.

Dalam video tersebut, terlihat juga petugas mencatat data keluarga Hutauruk.

“Nanti koordinasi di sana, biar dibantu. Sabar ya,” ujar Masinton, dikutip dari Detik, 28 Novembre 2025.

Unggahan Masinton membuat publik tersentak.

Banyak warganet mempertanyakan mengapa pencarian keluarga warga tidak otomatis dilakukan oleh aparat setempat, tanpa harus menunggu peristiwa itu viral lebih dahulu.

Baca Juga: Anggaran Pesantren Melonjak 10 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Rp13 Triliun untuk Penguatan Layanan dan Pembinaan

Terlebih, kondisi pascabencana di wilayah Tapteng memang diketahui masih kacau, dan banyak warga terisolasi.

Dalam keterangannya, Masinton menulis bahwa Hutauruk telah menempuh perjalanan ekstrem demi mencapai Kecamatan Tukka.

“Pak Hutauruk berjalan kaki puluhan kilometer siang–malam melalui longsor untuk bertemu keluarga di Tukka, Tapteng,” tulisnya.

Penjelasan ini justru semakin memancing kritik. Sebagian menilai pemerintah daerah gagal memastikan keamanan warga pascabencana.

Baca Juga: Lulus PPG Bisa Langsung Jadi PPPK? Benarkah Peserta Tak Perlu Mengajar atau Masuk Dapodik?

Jika seorang ayah harus berjalan sendiri tanpa pendampingan aparat untuk mencari keluarganya.

Kondisi tersebut menunjukkan buruknya koordinasi penanganan warga terdampak.

Hingga berita ini diterbitkan, pencarian terhadap istri dan anak Hutauruk masih dilakukan oleh petugas gabungan.

BPBD, aparat setempat, dan relawan tengah melakukan penyisiran titik-titik yang diperkirakan dilalui keluarga tersebut sebelum hilang kontak.

Warga berharap pencarian tidak hanya bersifat seremonial.

Mereka mendesak upaya lebih masif mengingat medan Tapteng sedang tidak bersahabat setelah beberapa hari diguyur hujan lebat.

Sejumlah wilayah mengalami longsor, akses jalan terputus, dan komunikasi terganggu.

Kisah Hutauruk menambah panjang daftar warga yang terpaksa berjuang sendiri ketika bencana melanda.

Ia adalah representasi dari banyak masyarakat pelosok yang masih mengandalkan tekad pribadi ketimbang menunggu respon struktur pemerintahan yang lambat.

Baca Juga: Merasa jadi Korban Kebohongan, Inara Rusli Tegaskan Pisah dari Insanul Fahmi, Laporkan Penyebaran CCTV di Rumahnya ke Mabes Polri

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat menyebut bahwa pemerintah harus segera menata sistem evakuasi dan pendataan korban.

Agar tidak ada lagi warga yang terpaksa berjalan sendirian menembus bahaya hanya untuk memastikan keluarganya masih hidup.

Drama pilu yang dialami Hutauruk menjadi tamparan keras bagi pemerintah Tapteng.

Tanpa perbaikan sistem tanggap darurat, tragedi serupa bukan mustahil akan terulang.***