POJOKSATU.id, TAPSEL— Jumlah korban banjir bandang dan longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) Sumatera Utara terus bertambah hingga Jumat sore (28/11/2025).
Sebanyak 32 orang ditemukan meninggal dunia dengan korban terbanyak berada di Kecamatan Batang Toru.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel, hingga Jumat tercatat 32 orang meninggal dunia dan 11 kecamatan terdampak.
"Korban meninggal sudah 32 orang. Bencana terjadi akibat hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tapsel sejak Senin (24/11) sekitar pukul 07.00 WIB," kata Kepala BPBD Tapsel, Julkarnaen Siregar, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga: Hingga Kamis Sore, Korban Meninggal Banjir Bandang dan Longsor Tapsel Sumut Tembus 23 Orang
Ada 11 kecamatan yang terdampak banjir bandang dan longsor di Tapsel antara lain Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tano Tombangan Angkola, dan Angkola Muaratais.
"Batangtoru menjadi wilayah dengan dampak paling besar, dengan jumlah korban jiwa mencapai lebih dari separuh total korban meninggal dunia sementara," ujar Kepala BPBD.
Adapun sebaran korban meninggal dunia antara lain 1 orang di Kecamatan Sipirok; 1 orang di Angkola Barat; 21 orang di Kecamatan Batangtoru; dan 9 orang di Kecamatan Angkola Sangkunur.
Baca Juga: Update Terbaru Jumlah Korban Banjir Bandang Tapsel, 15 Orang Meninggal di Tiga Kecamatan
Kayu Besar Berserakan
Di kecamatan Batangtoru, tiga desa yang terdampak paling parah banjir bandang ini adalah Desa Garoga, Hutagodang dan Aek Ngadol Nauli.
Amatan wartawan, ketiga desa ini luluh lantak dihantam banjir besar yang terjadi Selasa lalu. Banyak kayu gelondongan dan kayu besar berserakan di tengah pemukiman warga.
Rumah-rumah penduduk rusak parah, rata dengan tanah, hilang, jembatan hanyut dibawa banjir, kayu-kayu besar bekas tebangan berserakan di kawasan rumah penduduk. Tak ada harta yang bisa diselamatkan warga.***




