POJOKSATU.id - Malam yang tenang bagi sebagian orang mungkin waktunya melepas lelah. Tapi bagi Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Malam adalah waktu khidmat yang tak luput dari satu ritual doa.
“Dan mengurus BBM ini, mengurus lifting ini … saya jujur mengatakan kita ini kalau tidur malam, baca doa tidur malam, terakhir baca doa lifting,”.
Baca Juga: Benarkah 2026 Jadi Titik Balik Kesejahteraan ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan? Ini Faktanya
ujarnya saat rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) RI di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Dalam forum yang mengikat tanggung jawabnya tersebut.
Bahlil menyampaikan bahwa target produksi minyak dalam APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari menjadi beban sekaligus panggilan kerja yang ia anggap penting.
Baca Juga: Bom Daya Ledak Rendah Dirakit FN Siswa SMAN 72 Jakarta di Rumah, Rencanakan Aksi Sejak Awal Tahun
Ia menjelaskan bahwa ia tidak sekadar mengandalkan angka dan kebijakan teknis tapi juga memadukannya dengan kesiapan mental dan spiritual.
“Karena bagi saya, KPI saya yang dipegang oleh Bapak Presiden adalah apa yang ditargetkan dalam APBN, dalam undang-undang APBN,” katanya.
Sektor hulu migas selama ini kerap mengalami kegagalan dalam memenuhi target yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Video Guru Banting Nasi Kotak Viral, Murid Sampai Diam Semua!
Bahlil bahkan menantang angggota DPR yang hadir untuk menunjukkan kapan terakhir Indonesia berhasil capai target lifting dalam APBN.
Dengan kondisi sumur-sumur yang menua dan produksi yang stagnan, kombinasi antara doa dan kebijakan praktis menjadi simbol bahwa Bahlil ingin membawa momentum baru.
Melalui pernyataannya, ia menggambarkan bahwa menjadi menteri bukan hanya soal laporan dan rapat melainkan juga soal tanggung jawab moral.
Membaca doa menjelang tidur bukan simbol keputusasaan, tetapi tanda tekad.
Bahlil menyampaikan bahwa ia tidak peduli dengan opini publik atau kriti yang ia fokuskan adalah hasil sesuai perintah presiden.
Baca Juga: Prabowo Minta Mensesneg Periksa Penyerapan Dana Transfer Daerah, Pastikan Tak Ada Anggaran Mengendap
“Jadi bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan, bukan apa yang orang lain pikirkan,” imbuhnya.
Kombinasi elemen spiritual tersebut terasa baru di ruang teknokratis seperti pemerintahan migas di mana diskusi biasanya didominasi oleh rig, sumur, biaya, dan keekonomian.
Walau menyisipkan doa dalam rutinnya, Bahlil tak menutup mata terhadap fakta.
Baca Juga: Kunjungan ke Canberra Dianggap Sinyal Lunak Indonesia terhadap AUKUS
Ia mengakui bahwa target tahun sebelumnya tak tercapai di 2024, ditargetkan 635.000 barel/hari, namun realisasinya hanya sekitar 580.000 barel/hari.
Untuk tahun 2025, hingga Oktober dilaporkan sudah mencapai sekitar 605.000 barel/hari sejalan target.
Namun tugas belum selesai sumur-sumur tua dan proyek yang perlu akselerasi menjadi tantangan berikutnya.***




