POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kasus viral oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Musi Rawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan.

Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai ASN tersebut dituding arogan saat live di media sosial Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Muratara.

Yang mana, dirinya menyebutkan bahwa akun Prokopim Muratara bukan sebagai wadah para warga untuk berkeluh kesah.

Baca Juga: KABAR Pencairan TPG Triwulan 2 Terbaru: Tanggal 24 - 26 Juni Kemenkeu akan Lakukan Penyaluran ke Rekening Guru?

Melainkan, sebagai media para pejabat pemerintah untuk tampil eksis sambil mengenakan atribut ASN.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform TikTok milik @prabumulihmeledak9718.

Dalam unggahannya, tampak jelas seorang ASN wanita menuturkan perkataan yang dinilai kurang pantas diutarakan.

Baca Juga: DIRJEN GTK Nunuk Suryani Umumkan PPG Prajabatan Tahun 2025 Dibuka! Bagaimana Cara Mendaftarnya? Cek di Sini!

“Akun yang ini bukan untuk keluhan ye, ini akun kami untuk eksis,” tutur ASN wanita tersebut saat live.

Tidak heran, pernyataan yang disampaikan pejabat pemerintah di kawasan Muratara sontak menarik perhatian publik.

Bahkan, beberapa di antaranya bahkan turut menyinggung sikap oknum ASN wanita tersebut lantaran dinilai arogan.

Baca Juga: SEGERA Cek Rekening! Pencairan TPG Triwulan 2 Mulai Dicairkan, Deretan Guru Ini Nominal Tunjangan yang Diterima Capai Belasan Juta!

“Ini bukan untuk ngeluh ya guys tapi untuk eksis katanya,” cuit @ronifyofficial di kolom komentar akun Prokopim Muratara.

“Oooh ini yang dimaksud akun pemerintah yang gunanya untuk eksis aja yaaa,” lanjut ketikan @iwakbetok_lmp.

"SDM nya perlu dipertanyakan lagi? Kok bisa jadi ASN dengan kualitas komunikasi publlik rendah," cuit @adhinkoez.

Lebih lanjut, tidak lama setelah viral, Junaidi selaku Kabag Prokopim Muratara sontak menanggapi kasus tersebut.

Baca Juga: Apa itu Femisida? Disebut Komnas Perempuan dalam Kasus Pembunuhan Berantai 3 Mahasiswi STIE KBP Padang

Yang mana, Junaidi menuturkan permohonan maaf dan mengaku telah menegur yang bersangkutan.

“Saya selaku kabag menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian staf saya. Yang bersangkutan sudah saya tegur dan telah membuat klarifikasi dan permohonan maaf,” terangnya. ***