POJOKSATU.ID – Cek profil Kurniawati, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 9 Tambun Selatan, Jawa Barat (Jabar).
Seperti diketahui, baru-baru ini nama Kurniawati tengah ramai jadi perbincangan hangat di media sosial lantaran tersandung kasus pungutan liar (pungli).
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai Kepsek SMAN 9 Tambun Seltatan itu baru saja dinonaktifkan.
Yang mana, penonaktifan ini diketahui dikonfirmasi langsung oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik Dedi Mulyadi @dedimulyadi71 pada Kamis (5/6/2025).
Dalam unggahannya, Gubernur Jabar itu memberikan cuitan terkait status keaktifkan Kurniawati sebagai kepsek.
Baca Juga: Sosialisasi Program MBG di Kota Semarang Disambut Antusiasme Warga
“Selama audit berlangsung, Kepala Sekolah SMA 9 Tambun Selatan, kami non-aktifkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, kasus ini juga turut ditanggapi langsung oleh salah satu murid kelas XI SMAN 9 Tambun Selatan dengan inisial RP.
Dalam pengakuannya, RP mengungkapkan dugaan pungli itu mencuat usai tidak adanya pembaharuan kondisi fisik sekolah.
Padahal, orang tua RP kerap kali membayar iuran pembangunan sesuai instruksi sekolah sebesar Rp500 ribu.
“Katanya untuk gedung. Tapi sampai sekarang masih begini-gini saja. Orangtua saya sudah bayar setiap tahun Rp500 ribu,” ucapnya.
“Kayak wastafel tuh banyak yang mati atau bagaimana, begitu. Wastafel banyak yang rusak," lanjutnya.
Baca Juga: Jelang Puncak Haji, Timwas Haji DPR Ingatkan Jemaah Diminta Persiapkan Mental dan Fisik
Tidak heran, kasus ini ramai menyita perhatian publik lantaran Kurniawati sudah dikenal lama di institusi pendidikan.
Seperti diketahui, sebelum menjabat sebagai kepsek, Kurniawati sempat menjadi salah satu tenaga pendidik di SMAN 5 Tambun Selatan.
Berdasarkan informasi beredar, dirinya masuk kejajaran pengurus SMAN 5 Tambun Selatan di bidang Hubungan Kemasyarakatan (Humas).
Baca Juga: Diskon Listrik 50 Persen Batal, Bahlil Lahadalia Sebut Tak Pernah Dilibatkan
Namun, karier Kurniawati di sekolah kawasan Jabar itu tidak berakhir baik lantaran tersandung kasus dugaan korupsi.
Yang mana, dirinya diduga terseret dalam merugikan keuangan para murid lewat tindak pidana berupa pungli.
Namun, kabarnya kasus dugaanpungli tersebut mangkrak dan tidak ada proses hukum dalam penanganannya.
Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Budi Sadikin, Begini Penjelasan Seskab Teddy
Tidak lama setelah insiden itu, Kurniawati berkiprah di SMAN 9 Tambun Selatan sebagai pimpinan sekolah.
Diketahui, duduknya Kurniawati di bangku kepsek ini usai mengikuti seleksi bakal calon kepala SMA di kawasan Jabar.
Hal ini diketahui usai dirinya mengunggah sebuah video di kanal Youtube pribadinya denagn nama KURNIAWATI M.Pd. RAJWA BESI.
Baca Juga: Kapolres Rohul Tetapkan Siswa SMKN 1 Bangun Purba Jadi Adik Angkat Usai Gadai HP Demi Ikut Ujian
Tidak hanya aktif di Youtube, Kurniawati juga kerap kali mengunggah aktivitasnya di media sosial platform Instagram.
Dalam akun Instagramnya, dirinya mengaku tidak hanya menjalankan profesi di bidang pendidikan.
Melainkan, Kurniawati ternyata juga merangkap sebagai trainer hingga seorang Master of Ceremony (MC).
Baca Juga: Dedi Mulyadi Keluarkan Kebijakan Baru untuk Guru di Jawa Barat: Tidak Boleh Ada PR
Namun, akun mantan Kepsek SMAN 9 Tambun Selatan dengan username @kurniawati_besi ini mendadak privat usai tersandung kasus pungli. ***



