POJOKSATU.ID - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, kini menerbitkan larangan baru di sekolah, kali ini untuk para guru.

Adapun aturan yang diterbitkan adalah, larangan memberikan tugas pekerjaan rumah (PR) kepada para siswa di Jabar.

Dedi Mulyadi menilai, jika anak sekolah terlalu banyak diberikan PR oleh gurunya, tidak sedikit tugas tersebut dikerjakan oleh orangtua siswa.

Baca Juga: Polisi Kerahkan Keamanan Pasukan Saat Laga Timnas VS China, 3.270 Personel Diturunkan

"Kami hari ini mengeluarkan surat edaran itu, larangan membuat PR bagi guru untuk siswa-siswanya," ujar Dedi Mulyadi kepada awak media di Gedung Pakuan, Bandung, dikutip Kamis (5/6/2025).

"Kenapa itu dilakukan? Pertama, selama ini PR-PR yang dibuat ke rumah itu dikerjakan oleh orang tuanya, jadi tidak efektif dibuat PR," sambungnya.

Larangan itu juga menambah daftar kebijakannya untuk para siswa di Jabar.

Baca Juga: Sudah Juni tapi Rekening MASIH ZONK, TPG TW 1 Belum juga Cair GURU SUDAH EMOSI, Orang Kemdikdasmen di-WA GAK BALES, Didatangi GAK MAU NEMUI

Sebelumnya diketahui, Dedi juga telah memberlakukan jam malam untuk anak sekolah hingga mengirim anak sekolah yang bermasalah ke barak militer.

Terkait hal itu, Dedi merasa anak-anak perlu rileks ketika berada di rumah, seraya mengungkap tujuan utamanya agar menekan angka depresi di kalangan pelajar.

"Saya ingin anak-anak di rumah itu baca buku dengan rileks, bermusik, berolahraga, membantu orang tuanya punya warung, punya toko, ke sawah, ke kebon," sebut Dedi.

Baca Juga: Empat Kali Masuk Penjara, Residivis Curat Kembali Ditangkap, Dapat Hadiah Timah Panas di Kaki Kiri

"Sehingga menjadi mereka produktif, tetapi ada batasan: Mereka tidak bisa keluar di atas lebih dari jam 9 (malam)," tambahnya.

Selain larangan tugas sekolah, Dedi mengungkap pihaknya juga akan menerapkan jam masuk sekolah mulai pukul 06.30 WIB dengan Sabtu dan Minggu libur.

Jam masuk sekolah ini berlaku pada tingkat PAUD hingga SMA dan akan mulai pada tahun ajaran mendatang.

Baca Juga: Kronologi Kasus Siswa SMKN 1 Bangun Purba Rela Gadaikan HP Demi Ikut Ujian, Usai Nunggak Iuran Rp240 Ribu

"Mulai Tahun Ajaran Baru. Jadi Tahun Ajaran Baru masuk sekolahnya jam 6.30 (WIB). Kenapa? Karena itu kompensasi dari hari Sabtu yang libur," terang Dedi.

"Jadi hari Sabtu yang libur daripada mereka terlalu siang kan lebih baik, lebih pagi agar pulangnya tidak terlalu siang," tukasnya.***