POJOKSATU.ID – Beredarnya kasus dugaan pungutan liar (pungli) di SMKN 1 Bangun Purba, Rokan hulu (Rohul), Riau kian menarik perhatian publik.

Seperti diketahui, salah seorang siswa berinisial RL baru saja disebut jadi korban ketamakan oknum guru SMKN 1 Bangun Purba.

Sebab, dirinya rela gadaikan Handphone (HP) pribadi demi membayar iuran praktik agar bisa ikut ujian sekolah.

Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Budi Sadikin, Begini Penjelasan Seskab Teddy

Tidak heran, kasus ini sontak ditanggapi langsung oleh Polres Rohul tidak lama setelah kejadian tersebut tersebar luas.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media riaupos.jawapos.com pada Kamis (5/6/2025).

Dalam artikelnya, tanggapan itu disampaikan oleh Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Rejoice Manalu.

Baca Juga: Kapolres Rohul Tetapkan Siswa SMKN 1 Bangun Purba Jadi Adik Angkat Usai Gadai HP Demi Ikut Ujian

Rejoice menuturkan bahwa pihaknya akan mendalami kasus dugaan pungli di lingkungan SMKN 1 Bangun Purba.

“Jika nanti ditemukan adanya dugaan pelanggaran, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Rejoice juga menambahkan bahwa yang bersangkutan dari pihak sekolah akan dipanggil guna menjalani pemeriksaan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Keluarkan Kebijakan Baru untuk Guru di Jawa Barat: Tidak Boleh Ada PR

Tidak lain, hal ini bertujuan untuk mengonfirmasi adanya dugaan pungli yang telah menyebabkan kerugian bagi para murid.

“Maka pemeriksaan pihak sekolah untuk dmintai keterangan akan dilakukan pekan depan (Rabu (11/6/2025)),” jelasnya.

Perlu diketahui, dugaan pungli ini mencuat tidak lama setelah RL menunggah sebuah video di media sosial.

Baca Juga: Polisi Kerahkan Keamanan Pasukan Saat Laga Timnas VS China, 3.270 Personel Diturunkan

Yang mana, dalam video tersebut dirinya tampak menjelaskan bahwa telah menjadi korban ketamakan oknum guru SMKN 1 Bangun Purba.

Sebab, RL mengaku bahwa dirinya tidak diperbolehkan mengikuti ujian pada Senin (2/6/2025) lantaran belum membayarkan uang iuran.

“Saya ingin menyampaikan, kalau saya tidak bisa ikut ujian, karena belum melunasi urang praktik sebesar Rp240 ribu,” jelasnya.

Baca Juga: Sudah Juni tapi Rekening MASIH ZONK, TPG TW 1 Belum juga Cair GURU SUDAH EMOSI, Orang Kemdikdasmen di-WA GAK BALES, Didatangi GAK MAU NEMUI

“Memang benar saya tidak disuruh pulang oleh pihak sekolah,” lanjut RL dalam rekaman video yang diunggahnya.

Oleh karena itu, RL yang gelisah tidak mengikuti ujian akhir sekolah ini sontak berinisiatif menggadaikan ponselnya.

Tidak lain, langkah tersebut diambil siswa SMKN 1 Bangun Purba ini guna membayar iuran praktik yang dicecar pihak sekolah. ***