POJOKSATU.id, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus melakukan langkah agresif demi memperkuat struktur perekonomian daerah.

Tak jalan sendiri, Pemkab kini merapatkan barisan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan jajaran pimpinan perbankan, mulai dari Himbara, BPD, hingga bank swasta.

Konsolidasi lintas sektor tersebut berlangsung di Kantor OJK Jember pada Selasa (18/6/2026).

Baca Juga: Jalan Dosen PPPK Menjadi PNS, PP Nomor 26 Tahun 2026 Diterbitkan, Ini Mekanismenya

Pertemuan ini difokuskan pada penyelarasan visi pembangunan ekonomi daerah serta memastikan industri perbankan ikut ambil bagian dalam kesejahteraan masyarakat.

Kepala OJK Jember, Aris Biduman, menekankan bahwa kesamaan visi antara otoritas keuangan dan pemerintah daerah merupakan kunci utama percepatan ekonomi.

"Selain mendorong performa perbankan, pertemuan ini dirancang untuk memastikan penyaluran dana industri perbankan tepat sasaran dalam menopang program kesejahteraan warga," ujar Aris.

Baca Juga: Alasan Prabowo Jual KRI Ki Hajar Dewantara, Kemhan: Sudah Tua dan Tidak Ekonomis

Langkah responsif dari OJK dan BI ini mendapat apresiasi penuh dari Bupati Jember, Gus Fawait.

Menurutnya, momentum ini sangat tepat mengingat tren makroekonomi Jember tengah berada dalam performa yang sangat positif.

Berdasarkan data kuartal pertama tahun 2026, laju pertumbuhan ekonomi Jember sukses melesat hingga 6,38 persen.

Baca Juga: OTW PNS, Guru Madrasah Swasta Juga Minta Kepastian, Kemenag Pernah Usulkan 630 Ribu PPPK

Angka tersebut sekaligus menobatkan Jember sebagai daerah dengan pencapaian pertumbuhan tertinggi di seluruh kawasan Sekarkijang.

Meski mencatatkan tren positif, Gus Fawait mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa hanya berpangku tangan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Percepatan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan APBD maupun APBN. Pengoptimalan Dana Pihak Ketiga (DPK) harus diimbangi dengan penyaluran kredit produktif serta investasi secara agresif di paruh kedua tahun ini," tegas Gus Fawait.

Baca Juga: Beli Mobil Hyundai Ioniq 5 Secara Cash Berujung Kecewa, Influencer Aa Juju Bagikan Pengalaman Pahit

Bupati menambahkan, posisi DPK di Jember saat ini mendominasi kawasan Sekarkijang.

Jika penyaluran kredit berjalan masif, hal ini diyakini menjadi jurus ampuh untuk memicu pendapatan daerah sekaligus menekan angka kemiskinan secara signifikan.

Untuk menyambut derasnya arus modal dan investasi, Pemkab Jember tengah melakukan berbagai persiapan matang.

Baca Juga: Heboh Video Maba UNP Disuruh Jalan Jongkok, Kampus Sebut Bukan Perpeloncoan, DPR Minta Evaluasi

Beberapa di antaranya meliputi perbaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), penataan kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk ketahanan pangan, hingga persiapan megaproyek pengolahan sampah yang menelan nilai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun pada akhir tahun ini.

Tidak hanya itu, Pemkab juga menyiapkan skema pembiayaan infrastruktur melalui pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Pembiayaan ini disiapkan untuk mengakselerasi perbaikan jalan, pencahayaan publik, serta pemenuhan jaringan air dan listrik bagi masyarakat.

Baca Juga: Link Pendaftaran PPIH Kesehatan 2027, Cek Jadwal dan Syarat Lengkapnya

Sebagai komitmen tindak lanjut, Pemkab Jember bersama OJK, BI, dan perbankan telah sepakat untuk membentuk sebuah wadah komunikasi berkala.

Wadah ini diharapkan dapat menjadi jembatan kemudahan bagi para investor dan menjaga kelancaran koordinasi pembiayaan di Jember. ***