POJOKSATU.ID - Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kali ini, ia menuding Iran menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk menyebarkan disinformasi terkait perang yang sedang berlangsung.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Minggu, 15 Maret 2026, baik melalui unggahan di platform Truth Social maupun saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One.

Baca Juga: Lebaran 2026 Semakin Dekat! THR PPPK Paruh Waktu Masih Belum Jelas, Forum Honorer 'Batas Akhir Pembayarannya Kapan?'

Dalam keterangannya, Trump mengklaim Iran merekayasa berbagai informasi untuk menciptakan citra kemenangan militer.

Menurutnya, sejumlah narasi seperti keberadaan armada kapal kamikaze, laporan serangan terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln, hingga foto aksi massa ratusan ribu warga Iran merupakan hasil manipulasi teknologi AI.

Bahkan, Trump menyebut gambar dukungan terhadap Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran sepenuhnya tidak nyata.

Baca Juga: MK Tegaskan Mantan Napi Masih Bisa Ikut Pemilu dan Pilkada, Gugatan Larangan Permanen Kandas

Namun, klaim tersebut tidak disertai bukti konkret.

Di sisi lain, sejumlah media internasional justru telah mempublikasikan dokumentasi aksi massa di Teheran yang menunjukkan dukungan terhadap pemerintah Iran di tengah konflik yang memanas.

Trump juga memperingatkan bahaya penggunaan AI dalam perang informasi.

Baca Juga: Mengejutkan! THR 2026 PPPK Penuh Waktu Disebut Tak Cair, Tenaga PPPK Paruh Waktu Malah WFH Selama 2 Bulan

Ia menilai teknologi tersebut bisa menjadi ancaman serius jika disalahgunakan untuk memengaruhi opini publik global.

Sementara itu, situasi geopolitik terus memanas sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer ke Teheran.

Serangan tersebut menewaskan sejumlah pejabat penting Iran, termasuk pemimpin tertinggi sebelumnya.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS.

Baca Juga: Belum 3 Bulan Terima SK, 18 PPPK Paruh Waktu di Tulunggagung Mengundurkan Diri, 3 Diantaranya Meninggal Dunia

Pemerintah Iran menegaskan langkah itu sebagai bentuk pembelaan diri yang sah sesuai hukum internasional.

Di tengah konflik yang semakin kompleks, isu penggunaan AI dalam propaganda perang kini menjadi perhatian serius dunia.***