POJOKSATU.id —Di antara kaum Muslimin yang pertama-tama menerima Islam, terdapat seorang hamba sahaya bernama Zunairah.
Ia adalah hamba milik Abu Jahal, seorang pembesar Quraisy yang dikenal sebagai penentang keras ajaran Nabi Muhammad SAW.
Keislamannya menjadi alasan bagi tuannya untuk menyiksanya tanpa ampun.
Suatu hari, Abu Jahal menginterogasi Zunairah dengan nada sinis, "Benarkah kau telah mengikuti ajaran Muhammad?"
Dengan tegas dan penuh keyakinan, Zunairah menjawab, "Benar. Aku percaya kepada seruan Muhammad, maka aku mengikutinya."
Mendengar jawaban tersebut, Abu Jahal merasa marah.
Ia pun mencoba menggoyahkan keyakinan Zunairah dengan bertanya kepada orang-orang di sekitarnya,
"Hai, apakah kalian juga mengikuti ajaran Muhammad?" Serentak mereka menjawab, "Tidak!"
Dengan angkuh, Abu Jahal berkata, "Lihatlah, jika ajaran Muhammad benar, tentu mereka akan lebih dulu mengikutinya."
Kata-kata itu dimaksudkan untuk merendahkan dan melecehkan keimanan Zunairah.
Namun, keteguhan Zunairah tidak goyah. Sebagai hukuman, ia dipukuli dengan kejam hingga matanya mengalami luka parah dan akhirnya buta.
Melihat kondisinya, Abu Jahal dengan penuh ejekan berkata, "Matamu menjadi buta karena kau mengikuti ajaran Muhammad. Jika kau kembali kepada agama nenek moyang kita, Latta dan Uzza, matamu pasti akan sembuh."
Meskipun hatinya pedih, Zunairah tetap berpegang teguh pada keyakinannya.
Ia membalas, "Kalian semua adalah pembohong. Latta dan Uzza yang kalian sembah itu tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi memberikan manfaat atau mendatangkan mudarat."
Mendengar ucapan itu, kemarahan Abu Jahal memuncak.
Ia kembali menyiksa Zunairah dengan lebih kejam, seraya berkata, "Wahai Zunairah, ingatlah Latta dan Uzza! Itu adalah sembahan kita sejak nenek moyang.
Tidak takutkah kau jika mereka murka kepadamu? Tinggalkan agama Muhammad yang telah menghina kita!"
Zunairah, meskipun dalam keadaan tersiksa, tetap menjawab dengan keyakinan yang teguh,
"Wahai Abu Jahal, sebenarnya Latta dan Uzza itu lebih buta dari mataku yang kini tidak bisa melihat. Meski mataku buta karena siksaanmu, Allah tidak sulit untuk mengembalikan penglihatanku, tidak seperti tuhan-tuhan kalian."
Dan benar, dengan izin Allah, keesokan harinya mata Zunairah kembali sembuh seperti sediakala. Hal ini membuat Abu Jahal terkejut dan tidak habis pikir.
Namun, karena hatinya telah diliputi kesombongan dan kedengkian, ia malah berkata, "Ini pasti sihir Muhammad!"
Dengan amarah yang semakin besar, ia kembali menyiksa Zunairah.
Di tengah penderitaannya, datanglah Abu Bakar Ash Shiddiq.
Melihat kezaliman yang dialami Zunairah, ia segera menebusnya dari Abu Jahal dan membebaskannya dari perbudakan.
Dengan hati penuh syukur, Zunairah akhirnya merdeka dan dapat menjalankan agamanya dengan tenang. ***

