POJOKSATU.id — Suatu hari, Uqa’il bin Abi Thalib menemani Rasulullah s.a.w. dalam sebuah perjalanan.

Dalam kesempatan itu, ia menyaksikan tiga peristiwa luar biasa yang semakin menguatkan keimanannya kepada Islam.

Peristiwa pertama terjadi ketika Rasulullah s.a.w. ingin menunaikan hajat dan berwudhu.

Di hadapan beliau, terdapat beberapa batang pohon. Beliau lalu meminta Uqa’il untuk menyampaikan pesan kepada pohon-pohon tersebut, "Wahai pohon, Rasulullah memerintahkan kalian untuk datang kepadanya guna menjadi penutup baginya."

Baca Juga: Kisah dari Medan Perang Yarmuk, Percakapan Khalid bin Walid dan George, Jederal Romawi yang Berbalik Membela Islam

Tanpa menunggu lama, sebelum Uqa’il menyelesaikan tugasnya, pohon-pohon itu bergerak sendiri dan berkumpul mengelilingi Rasulullah s.a.w., memberikan perlindungan alami.

Peristiwa kedua terjadi saat Uqa’il merasa kehausan dalam perjalanan.

Ia mencari air ke berbagai tempat, tetapi tidak menemukannya.

Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. memberikan arahan, "Hai Uqa’il, dakilah gunung itu dan sampaikan salamku kepadanya. Jika ada air, mintalah darinya."

Uqa’il pun mendaki gunung dan menyampaikan pesan tersebut.

Baca Juga: Kisah Pemuda Menjadi RAJA SEHARI, Kesempatan yang Disia-siakan, Petik Hikmah Jangan Sampai Menyesal di Akhirat

Sebelum ia selesai berbicara, tiba-tiba gunung itu menjawab dengan fasih, "Katakan kepada Rasulullah bahwa sejak Allah S.W.T. menurunkan ayat: 'Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu beserta keluargamu dari (siksa) api neraka yang umpannya dari manusia dan batu' (QS. At-Tahrim: 6), aku menangis ketakutan jika aku termasuk batu yang menjadi bahan bakar neraka. Karena itulah, aku tidak memiliki air."

Peristiwa ketiga terjadi ketika mereka melanjutkan perjalanan.

Tiba-tiba, seekor unta berlari menuju Rasulullah s.a.w. seraya berkata, "Wahai Rasulullah, aku memohon perlindungan darimu."

Baca Juga: Kisah Sedekah Seorang Hamba, Keajaiban Hujan di Tengah Padang Pasir, Kebunnya Tumbuh Subur dan Panen Selalu Melimpah

Belum sempat unta itu menyelesaikan keluhannya, seorang lelaki Arab datang mengejar dengan pedang terhunus. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. bertanya, "Apa yang hendak kau lakukan terhadap unta ini?"

Orang itu menjawab, "Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harga mahal, tetapi dia tidak patuh dan tidak jinak. Aku berniat menyembelihnya dan membagikan dagingnya kepada mereka yang membutuhkan."

Namun, unta itu membela diri, "Wahai Rasulullah, aku tidak mendurhakainya dalam pekerjaannya, tetapi aku lari karena kebiasaan buruknya.

Baca Juga: Kisah Abdurrahman bin Auf Sahabat Nabi yang Berusaha MENJADI MISKIN, Takut Kekayaan Menjadi Penghalang ke Surga

Dia dan kaumnya sering tidur tanpa menunaikan sholat Isya'. Jika dia berjanji kepadamu untuk tidak lagi meninggalkan sholat Isya', maka aku pun berjanji untuk patuh kepadanya.

Aku takut jika Allah menurunkan azab kepada mereka sementara aku berada di antara mereka."

Mendengar itu, Rasulullah s.a.w. meminta lelaki Arab itu untuk berjanji agar tidak meninggalkan shalat Isya'.

Setelah ia berjanji, Rasulullah s.a.w. menyerahkan kembali untanya kepadanya, dan ia pun kembali kepada keluarganya dengan hati yang lebih tenang. ***