POJOKSATU.id — Kisah Uwais Al Qarni adalah kisah tentang ketulusan, pengorbanan, dan bakti luar biasa kepada sang ibu.

Namanya mungkin tidak sepopuler para sahabat Nabi, namun ketakwaan dan pengorbanannya membuatnya disebut sebagai penghuni langit.

Tersebut di Yaman, hiduplah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni bersama ibunya yang lumpuh dan mengidap penyakit kulit.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Uwais pun mengalami kondisi serupa, ada yang mengatakan kusta, ada pula yang menyebut vitiligo. Meskipun begitu, Uwais tetap menjalani hidupnya dengan penuh kesabaran.

Baca Juga: Kisah Ahli Ibadah Berusia Ratusan Tahun, Diuji Masuk Neraka oleh Allah SWT, Hingga Memiliki Permintaan Ini, Mengharukan

Kasih sayangnya terhadap sang ibu begitu besar. Ia tidak pernah meninggalkannya, selalu merawatnya dengan penuh ketulusan. Segala keinginan ibunya selalu ia turuti, tak peduli betapa sulitnya permintaan itu.

Berlatih Demi Permintaan Ibu

Suatu hari, ibunya meminta sesuatu yang sulit untuk diwujudkan.

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar Ibu dapat menunaikan ibadah haji,” pinta sang ibu.

Permintaan itu membuat Uwais terdiam.

Ia ingin memenuhi keinginan ibunya, tetapi perjalanan dari Yaman ke Mekah sangatlah jauh. Ditambah lagi, mereka bukanlah orang kaya dan tidak memiliki kendaraan.

Namun, Uwais tidak menyerah.

Setelah berpikir panjang, Uwais akhirnya menemukan cara.

Ia membeli seekor anak sapi, lalu setiap hari ia menggendongnya naik turun bukit.

Baca Juga: Ketika Lelaki Yahudi Merindukan Nabi Muhammad SAW, Tempuh Perjalanan Berhari-hari, Sesampainya di Madinah, Ia Menangis Histeris, Begini yang Terjadi

Orang-orang di sekitarnya menganggapnya aneh, bahkan mengira Uwais gila. Namun, Uwais tetap teguh pada niatnya.

Seiring waktu, anak sapi itu tumbuh besar dan berat, sehingga kekuatan Uwais pun semakin terlatih.

Setelah delapan bulan berlatih, tibalah musim haji.

Dengan penuh tekad, Uwais menggendong ibunya berjalan kaki menuju Mekah.

Panas terik, jalanan berbatu, dan jarak yang begitu jauh tidak menghalanginya. Bagi Uwais, ridha ibunya adalah segalanya.

Doa yang Menggetarkan Langit

Perjalanan yang panjang akhirnya membawa mereka tiba di Mekah.

Sang ibu menangis haru melihat Ka'bah. Bersama sang ibu, Uwais menunaikan ibadah haji dengan penuh keikhlasan. Saat wukuf di Arafah, ia mengangkat tangannya dan berdoa,

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibuku.”

Sang ibu terkejut dan bertanya, “Lalu, bagaimana dengan dosamu?”

Baca Juga: KIsah Luqman dan Putranya, Bergantian Naik Keledai Menuju Pasar, Begini Hikmah yang Bisa Dipetik

Dengan penuh ketulusan, Uwais menjawab, “Jika ibu diampuni, ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha ibu yang membawaku ke dalam surga.”

Doa yang tulus itu pun dikabulkan Allah. Uwais juga bahkan sembuh dari penyakitnya, hanya tersisa tanda putih sebesar dua dirham di tengkuknya sebagai bukti keajaiban tersebut.

Namanya Disebut Rasulullah

Meski Uwais belum pernah bertemu Rasulullah saw., namanya telah disebut-sebut oleh Nabi. Suatu hari, Rasulullah berkata kepada Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib,

“Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kalian berdua, pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman.”

Uwais sempat datang ke Madinah untuk bertemu Rasulullah, tetapi takdir berkata lain.

Baca Juga: Kisah Pemuda Beriman, Antara Ajaran Rahib atau Tukang Sihir

Rasulullah saat itu sedang berada di medan perang. Uwais hanya bisa bertemu dengan Siti Aisyah RA dan menitipkan salam untuk Nabi.

Setelah Rasulullah wafat, Umar dan Ali pun mencari sosok yang disebutkan Nabi.

Mereka akhirnya menemukan Uwais di Yaman dan memintanya untuk mendoakan mereka.

Sejak saat itu, nama Uwais Al Qarni semakin dikenal sebagai orang yang doanya makbul dan penghuni langit. ***