POJOKSATU.id — Selama ini banyak yang mengira bahwa gambar legendaris di kaleng biskuit Khong Guan dibuat oleh seniman Indonesia.

Namun, fakta yang terungkap menunjukkan bahwa gambar tersebut merupakan adaptasi dari ilustrasi karya seniman asal Inggris, Harry Wingfield.

Ilustrasi di kaleng Khong Guan yang menampilkan seorang ibu dan dua anaknya sedang menikmati teh dan biskuit ternyata merupakan versi yang telah mengalami beberapa perubahan dari gambar aslinya.

Gambar asli tersebut berasal dari buku anak-anak terbitan penerbit Ladybird pada tahun 1959, yang dibuat oleh Harry Wingfield.

Baca Juga: KEMANA Sosok Ayah di Kaleng Biskuit Khong Guan, Bertahun-tahun Tak Terjawab, Begini Penuturan Sang Pelukis Hingga Suksesnya Biskuit Kaleng Ini

Dalam ilustrasi aslinya, keluarga tersebut tengah menikmati teh sore dengan kudapan berupa roti, bukan biskuit.

Informasi ini mencuat setelah seorang pengguna media sosial dengan akun @JukiHoki membagikan unggahan yang mengungkap asal-usul ilustrasi tersebut.

"Yang penasaran bapaknya di mana. Ternyata kaleng Khong Guan itu gambar aslinya digambar Harry Wingfield, buat buku anak gitu sekitar 1959. Aslinya makan roti," tulisnya.

Kisah Asli Ilustrasi di Buku Ladybird

Salah satu sumber yang mengupas lebih dalam tentang hal ini adalah Helen, kurator situs Ladybird Fly Away Home, yang mendokumentasikan berbagai buku terbitan Ladybird.

Dalam artikelnya berjudul " The Strange Tale of the Missing Father of Khong Guan " yang ditulis pada 2 September 2020, Helen menjelaskan bahwa ilustrasi di kaleng Khong Guan merupakan adaptasi dari gambar dalam buku Ladybird.

Baca Juga: Sejarah Biskuit Khong Guan yang tak Banyak Orang Tahu, Diawali Alat Pembuat Biskuit Bekas dan Rusak

Di buku aslinya, diceritakan bahwa keluarga tersebut sedang menikmati afternoon tea pada pukul 4 sore.

Terlihat hanya ibu, anak laki-laki, dan anak perempuan dalam ilustrasi.

Sang ayah baru muncul dalam adegan berikutnya pada pukul 6 sore, di mana ia pulang ke rumah dan disambut dengan penuh kegembiraan oleh istri dan anak-anaknya.

Ini kalau saat Ramadhan, pas buka berarti ya.

Baca Juga: Resep Kue Lebaran, Cara Membuat KASTENGEL KEJU Premium, Renyah dan Gurih, Jadi Sajian Berkelas di Meja Tamu

Alhamdulillah Lihat Bapaknya

Terungkapnya fakta ini memicu berbagai reaksi dari netizen. Beberapa merasa terkejut dengan asal-usul gambar tersebut, sementara yang lain menyoroti kemungkinan pelanggaran hak cipta.

"Alhamdulillah udah bisa lihat bapaknya," komentar seorang netizen.

"Berarti nggak bayar royalti tuh pabrik biskuit...," sahut yang lain.

Sementara itu, Bernardus Prasodjo, seniman yang menggambar ilustrasi di kaleng Khong Guan sekitar tahun 1970-an, mengaku bahwa ia mendapat inspirasi dari sebuah gambar yang diberikan kepadanya.

Baca Juga: Resep Kue Lebaran, Cara Membuat CHOCO CHIPS COOKIES, Renyah di Luar, Tekstur Chewy di Dalam dengan Rasa Cokelat yang Kaya, Sajian Ini Disukai Tua Muda

"Mereka pesan banyak sekali gambar ke saya. Salah satunya Khong Guan itu," ujarnya.

Bernardus mengungkapkan bahwa gambar yang dibuatnya didasarkan pada potongan gambar dari sebuah majalah lama.

Ia hanya melakukan sedikit perubahan sesuai permintaan pemesan, seperti warna pakaian serta posisi tangan anak yang memegang biskuit.

"Ya cuma ini bajunya warna kuning, yang ini merah. Kemudian anaknya yang ini rada digeser ke mari, yang ini jadi pegang biskuit. Ya begitu aja," jelasnya.

Baca Juga: Resep Kue Lebaran, Cara Membuat KUE SUS BASAH, Rasa Lezat, Lembut Creamy, Tekstur Sempurna, Momen Idul Fitri Keluarga Makin Istimewa

Perubahan Versi Asli

Proses pengerjaan ilustrasi tersebut dimulai dengan pembuatan sketsa yang kemudian disetujui oleh pemesan sebelum dilanjutkan ke tahap lukisan.

Bernardus pun tidak mengetahui bahwa gambar yang menjadi referensinya berasal dari buku Ladybird karya Harry Wingfield.

Terungkapnya fakta ini memperlihatkan bagaimana ilustrasi di kaleng Khong Guan mengalami perubahan dari versi aslinya, dengan beberapa elemen yang disesuaikan, termasuk penggantian roti dengan biskuit.

Baca Juga: Resep Kue Lebaran, Cara Membuat KUE COKLAT KURMA yang Cantik, Lembut, Moist, Lezat dan Manis, Hari Raya Idul Fitri SEMAKIN ISTIMEWA

Meski begitu, gambar tersebut tetap menjadi salah satu ikon yang melekat di benak masyarakat Indonesia selama bertahun-tahun. ***