POJOKSATU.id — Biskuit Khong Guan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Lebaran di Indonesia.
Selama bertahun-tahun, kaleng biskuit ini selalu hadir di meja-meja keluarga, menemani momen silaturahmi.
Salah satu hal yang paling ikonik dari Khong Guan adalah ilustrasi di kalengnya—sebuah lukisan ibu dan dua anak yang sedang menikmati teh dan biskuit.
Namun, ada satu hal yang selalu menjadi perbincangan: mengapa tidak ada sosok ayah dalam gambar tersebut? kemana sosok ayah di kaleng biskuit Khong Guan?
Misteri Sosok Ayah yang Hilang
Bernardus Prasodjo, sang pelukis gambar di kaleng Khong Guan, mengungkapkan bahwa ia sebenarnya tidak mengetahui pasti alasan ketiadaan sosok ayah dalam ilustrasi tersebut.
Dalam sebuah wawancara yang diunggah di YouTube oleh ANTARA News, ia memiliki teori tersendiri.
"Menurut saya, itu cara untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya membeli. Yang penting ada ibunya di situ. Karena yang belanja ibunya," ujar Bernardus.
Bernardus menjelaskan bahwa proses pembuatan ilustrasi itu diawali dengan sketsa yang disesuaikan dengan pesanan klien.
Setelah mendapat persetujuan atas komposisi gambar, barulah ia mulai melukisnya.
Sebenarnya, lukisan tersebut dibuat sekitar tahun 1970-an atas pesanan sebuah perusahaan separasi film.
Bernardus mengadaptasi gambar dari sebuah majalah lama yang lusuh, kemudian melakukan beberapa perubahan sesuai arahan klien, seperti mengganti warna baju dan menyesuaikan posisi tangan anak-anak yang memegang biskuit.
Bernardus mengawali kariernya sebagai pelukis profesional sejak masih berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pada masa itu, ia tinggal di sebuah kos di Jalan Lengkong Kecil, Bandung, yang berdekatan dengan kantor redaksi majalah musik Aktuil.
Di sanalah ia mulai mengerjakan berbagai ilustrasi, termasuk komik, hingga akhirnya mendapat pesanan ilustrasi untuk produk-produk komersial.
"Dulu, saya ke supermarket bangga sekali. Hampir semua etiket yang laku itu, saya yang bikin. Tetapi makin ke sini, makin sedikit," kenangnya.
Sejarah Khong Guan
Meskipun sangat populer di Indonesia, Khong Guan sebenarnya berasal dari Singapura.
Biskuit ini didirikan oleh dua bersaudara asal Fujian, China, yaitu Chew Choo Keng dan Chew Choo Han.
Mereka awalnya bekerja di sebuah pabrik biskuit lokal di Singapura sebelum perang.
Namun, saat Jepang menginvasi, mereka mengungsi ke Perak, Malaysia, dan mulai membuat serta menjual biskuit secara manual.
Kesulitan mendapatkan bahan baku seperti tepung dan gula membuat mereka beralih ke bisnis lain, seperti menjual garam dan sabun.
Setelah Jepang meninggalkan Singapura, keduanya kembali dan melanjutkan usaha biskuit mereka.
Awal Kesuksesan Khong Guan
Kesuksesan Khong Guan dimulai ketika Chew Choo Han menemukan beberapa mesin pembuat biskuit tua yang rusak akibat perang.
Ia membelinya dan membuat sistem produksi semi-otomatis dengan memanfaatkan rantai sepeda untuk menggerakkan biskuit di atas konveyor.
Inovasi ini membuat produksi meningkat pesat.
Pada tahun 1947, Khong Guan Biscuit Factory (Singapore) Limited resmi berdiri di Singapura.
Setelah itu, pabrik-pabrik Khong Guan mulai didirikan di berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Indonesia.
Bahkan, pada awal 1980-an, mereka mulai memperluas produksi ke beberapa kota pesisir di China.
Di Indonesia, produk Khong Guan yang terkenal antara lain Malkist Abon, Malkist Crackers, Khong Guan Saltcheese Combo, dan yang paling ikonik, Khong Guan Red Assorted Biscuits.
Keberadaannya yang merata hingga ke desa-desa menjadikannya salah satu merek biskuit paling populer di Indonesia, terutama saat momen Lebaran. ***




