POJOKSATU.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ini disiapkan dengan menyesuaikan standar Programme for International Student Assessment (PISA).

Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kemampuan akademik siswa Indonesia. 

Namun, Mu'ti menegaskan tujuan pendidikan tidak semata-mata mengejar skor PISA.

“Tujuan sekolah bukan hanya lulus PISA, melainkan bagaimana siswa memiliki keterampilan, kemampuan, dan karakter kuat. Salah satu ukurannya adalah skor PISA, sehingga TKA mulai dipaskan dengan standar tersebut,” kata Mu'ti, dilansir dari ANTARA, Kamis, 24 September 2026.

Baca Juga: Link Tryout TKA 2026 SMA dan SMK Gratis, Simulasi Resmi Pusmendik serta Cara Mengaksesnya

Menurut Mu'ti, kemampuan siswa tidak cukup diukur dari satu angka. Pendidikan juga perlu membekali peserta didik dengan keterampilan, kemampuan berpikir, serta karakter yang kuat.

Karena itu, TKA disusun dengan mengacu pada standar yang digunakan dalam PISA untuk membantu mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih komprehensif.

Skor PISA Indonesia mengalami perubahan

Dalam kesempatan tersebut, Mu'ti turut menyampaikan perkembangan skor Indonesia dalam PISA 2025.

Skor sains Indonesia tercatat naik enam poin menjadi 389, dibandingkan 383 pada PISA 2022. Skor membaca juga meningkat enam poin dari 359 menjadi 365.

Baca Juga: Ortu Wajib Tahu, TKA, AN, dan Sulingjar 2026 untuk Siapa? Bagaimana Hasil Evaluasi Itu Digunakan?

Sementara itu, skor matematika mengalami sedikit penurunan, dari 366 pada PISA 2022 menjadi 364 pada PISA 2025.

Selain perubahan skor, cakupan peserta didik usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal atau Coverage Index juga mengalami peningkatan.

Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat, dari 0,46 pada keikutsertaan awal Indonesia dalam PISA pada 2003 menjadi 0,90 pada PISA 2025.

Peningkatan cakupan tersebut menjadi salah satu konteks penting dalam membaca perkembangan hasil PISA Indonesia dari waktu ke waktu.

Guru dan pembelajaran mendalam diperkuat

Pemerintah tidak hanya mengandalkan TKA untuk meningkatkan mutu pendidikan. 

Baca Juga: TKA, ANBK, dan AKM 2026 Bedanya Apa? Jangan Gagal Paham, Cek Fungsi, Peserta, Jadwalnya

Penguatan kompetensi guru juga menjadi perhatian, termasuk melalui penerapan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam.

Pendekatan tersebut lebih menekankan pemahaman terhadap materi, kemampuan menganalisis, serta penerapan pengetahuan dan inovasi, bukan sekadar mengandalkan hafalan.

Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan agar pelatihan guru mendapatkan dukungan anggaran melalui APBN.

Kebijakan peningkatan mutu tersebut berjalan beriringan dengan rencana penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri.

Baca Juga: Polemik Rektor UINSA Makin Panas, Dibahas di DPR RI, Menag Janji Ambil Keputusan dalam 3 Hari

Mu'ti mengatakan layanan pendidikan gratis di sekolah negeri merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan anak Indonesia mendapatkan pendidikan bermutu.

“Komitmen memberikan layanan pendidikan gratis di sekolah negeri adalah bagian dari hak anak Indonesia mendapatkan pendidikan bermutu. Hal ini sekaligus menjalankan Astacita keempat Presiden Prabowo Subianto,” ujar Mu'ti. ***