POJOKSATU.id - Latihan Soal OSN Final Kebumian 2026 berikut disusun untuk peserta jenjang pendidikan menengah SMA/MA/SMK/MAK/sederajat.
Materinya dikembangkan berdasarkan karakter soal dalam Buku Kumpulan Soal Olimpiade Sains Nasional Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), dengan pengembangan soal baru agar dapat digunakan sebagai latihan.
Dalam kumpulan soal Puspresnas, Kebumian mencakup materi yang cukup luas, mulai dari geologi, mineral dan batuan, geologi struktur, stratigrafi, geofisika, gempa bumi, air tanah, geomorfologi, pesisir, oseanografi, hingga atmosfer dan perubahan iklim.
Karakter soal juga tidak hanya menguji hafalan. Peserta dapat diminta membaca kondisi geologi, menginterpretasikan data deformasi gunung api, menghitung besaran tertentu, memahami proses pembentukan batuan, serta menghubungkan fenomena atmosfer dan laut dengan perubahan iklim.
Angka, skenario, dan konstruksi pertanyaan dikembangkan berdasarkan konsep dan karakter materi dalam dokumen tersebut.
OSN Kebumian 2026 untuk SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat
OSN jenjang pendidikan menengah 2026 diperuntukkan bagi peserta didik SMA/MA/SMK/MAK/sederajat, sehingga latihan Kebumian ini tidak terbatas untuk siswa SMA.
Informasi tahapan OSN 2026 juga mencantumkan Kebumian sebagai salah satu dari sembilan cabang kompetisi jenjang pendidikan menengah.
Pada tahap final, 60 peserta terbaik dari setiap cabang akan mengikuti kompetisi nasional secara luring.
Final OSN 2026 dijadwalkan berlangsung 14-20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Karena itu, peserta Kebumian perlu menguasai beberapa bidang sekaligus. Dokumen Puspresnas menunjukkan bahwa soal dapat bergerak dari proses geologi dan batuan hingga persoalan gunung api, air tanah, laut, serta sistem iklim.
Latihan Soal OSN Final Kebumian
Soal Nomor 1
Salah satu bukti utama yang digunakan untuk menentukan usia Bumi sekitar 4,5 miliar tahun adalah ...
A. ketebalan lapisan batuan sedimen tertua
B. usia fosil tertua yang ditemukan
C. penanggalan radiometrik terhadap meteorit
D. jumlah lapisan batuan di kerak Bumi
E. kecepatan pendinginan permukaan Bumi
Pembahasan
Meteorit terbentuk pada masa awal pembentukan Tata Surya dan memiliki material yang relatif merepresentasikan usia awal sistem tersebut.
Penanggalan radiometrik pada meteorit memberikan salah satu dasar penting dalam penentuan usia Bumi sekitar 4,5 miliar tahun.
Karakter pertanyaan mengenai bukti usia Bumi juga terdapat dalam soal Kebumian Puspresnas.
Baca Juga: Tanggap Darurat, Petugas Pertamina Berhasil Jinakkan Api di SPBU Pangandaran
Soal Nomor 2
Pernyataan yang paling tepat mengenai siklus batuan adalah ...
A. proses perpindahan batuan akibat gaya gravitasi
B. perubahan batuan secara berkelanjutan dari satu jenis ke jenis lainnya
C. proses pembentukan batuan hanya melalui aktivitas vulkanisme
D. proses penghancuran batuan menjadi sedimen tanpa pembentukan kembali
E. proses perubahan magma menjadi batuan beku saja
Pembahasan
Siklus batuan menggambarkan proses berkelanjutan yang memungkinkan batuan beku, sedimen, dan metamorf berubah menjadi jenis batuan lainnya melalui berbagai proses geologi.
Proses tersebut antara lain pembekuan magma, pelapukan, erosi, pengendapan, litifikasi, metamorfisme, peleburan, dan pengangkatan.
Baca Juga: KPR di Danantara Housing Expo 2026 Ditargetkan Tembus Rp 200 Miliar per Bank BUMN
Soal Nomor 3
Pasangan batuan berikut yang berasal dari magma dengan komposisi umum yang sama adalah ...
A. granit dan andesit
B. diorit dan riolit
C. andesit dan diorit
D. peridotit dan andesit
E. gabro dan basal
Pembahasan
Gabro dan basal sama-sama berasal dari magma mafik atau basaltik.
Perbedaannya terutama terdapat pada tempat dan kecepatan pembekuan. Gabro merupakan batuan beku intrusif yang membeku lebih lambat di bawah permukaan, sedangkan basal merupakan batuan beku ekstrusif yang membeku relatif cepat di permukaan.
Soal Puspresnas juga menguji kemampuan peserta menghubungkan pasangan batuan dengan komposisi magma asalnya.
Soal Nomor 4
Urutan proses pembentukan batuan sedimen klastik yang paling tepat adalah ...
A. erosi → pelapukan → pengendapan → kompaksi → sementasi
B. pelapukan → erosi → pengendapan → kompaksi → sementasi
C. pengendapan → erosi → pelapukan → sementasi → kompaksi
D. pelapukan → kompaksi → erosi → pengendapan → sementasi
E. erosi → sementasi → pelapukan → kompaksi → pengendapan
Pembahasan
Batuan sedimen klastik terbentuk melalui rangkaian proses:
pelapukan → erosi → transportasi → pengendapan → kompaksi → sementasi.
Karena itu, pilihan yang paling sesuai adalah B.
Urutan proses tersebut juga menjadi salah satu materi yang ditanyakan dalam kumpulan soal Kebumian Puspresnas.
Baca Juga: Universitas vs Institut, Apa Bedanya? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui Calon Mahasiswa
Soal Nomor 5
Mineral yang merupakan polimorf dari intan adalah ...
A. kalsit
B. goetit
C. grafit
D. pirit
E. leukit
Pembahasan
Intan dan grafit sama-sama tersusun atas unsur karbon, tetapi memiliki struktur kristal yang berbeda.
Karena memiliki komposisi kimia sama tetapi struktur kristal berbeda, keduanya disebut polimorf.
Jadi, jawabannya adalah grafit.
Konsep polimorfisme mineral juga muncul secara langsung dalam soal Kebumian Puspresnas.
Baca Juga: Syarat Membuat QRIS untuk UMKM 2026, Ini Dokumen dan Cara Daftarnya
Soal Nomor 6
Batuan metamorf berfoliasi yang memiliki tingkat perkembangan foliasi paling rendah di antara slate, filit, sekis, dan genes adalah ...
A. sekis
B. genes
C. filit
D. slate
E. milonit
Pembahasan
Urutan umum perkembangan foliasi pada batuan metamorf adalah:
slate → filit → sekis → genes.
Slate atau batusabak memiliki tingkat perkembangan foliasi paling rendah dibandingkan tiga batuan lainnya.
Karakter pertanyaan mengenai tingkat skistositas batuan metamorf juga digunakan dalam kumpulan soal Puspresnas.
Baca Juga: Gempa Susulan Flores Capai 4.258 Kali, BMKG Prediksi Masih Berlangsung hingga 4 Minggu
Soal Nomor 7
Struktur horst dan graben umumnya terbentuk akibat aktivitas ...
A. sesar naik
B. sesar geser
C. sesar normal
D. lipatan rebah
E. sesar mendatar
Pembahasan
Horst dan graben merupakan struktur yang berkaitan dengan rezim tektonik ekstensional.
Pada kondisi tersebut, kerak mengalami tarikan sehingga terbentuk sesar normal. Blok batuan yang relatif turun membentuk graben, sedangkan blok yang relatif naik membentuk horst.
Baca Juga: PHK Capai 43 Ribu hingga Juli 2026, Apindo Soroti Masalah di Hulu Industri
Soal Nomor 8
Sebuah lapisan batuan sedimen memiliki kemiringan 20°, sedangkan permukaan lembah yang memotong lapisan tersebut memiliki kemiringan 10°.
Berdasarkan prinsip V pada singkapan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ...
A. lapisan batuan lebih miring daripada lembah
B. lapisan batuan horizontal
C. lapisan batuan vertikal
D. lembah lebih miring daripada lapisan batuan
E. lapisan tidak memiliki arah kemiringan
Pembahasan
Jika lapisan batuan miring dan berpotongan dengan lembah, pola singkapan dipengaruhi oleh perbandingan kemiringan lapisan dengan kemiringan lembah.
Dalam kasus ini kemiringan lapisan 20° lebih besar daripada kemiringan lembah 10°, sehingga lapisan memiliki kemiringan yang lebih besar.
Konsep hubungan kemiringan lapisan dan pola singkapan juga menjadi bagian soal geologi struktur Puspresnas.
Baca Juga: Bantuan Kapolri Tiba di Labuan Bajo, 4,5 Ton Logistik untuk Warga Terdampak Gempa Flores
Soal Nomor 9
Metode yang digunakan untuk menentukan umur absolut suatu batuan berdasarkan waktu peluruhan isotop radioaktif adalah ...
A. stratigrafi
B. paleontologi
C. radiometri
D. sedimentologi
E. geomorfologi
Pembahasan
Penanggalan radiometrik memanfaatkan sifat isotop radioaktif yang mengalami peluruhan dengan laju tertentu.
Dengan mengetahui perbandingan isotop induk dan hasil peluruhannya, usia batuan atau mineral dapat diperkirakan.
Metode tersebut berbeda dengan umur relatif yang hanya menentukan urutan kejadian geologi.
Soal Puspresnas juga membedakan skala waktu relatif dan absolut serta mengaitkan umur absolut dengan peluruhan radioaktif.
Baca Juga: Rusun Jakarta Bakal Terintegrasi Sekolah dan Transportasi Publik, Ini Konsepnya
Soal Nomor 10
Sebuah intrusi batuan beku memotong tiga lapisan sedimen yang telah terbentuk sebelumnya.
Berdasarkan prinsip cross-cutting relationship, dapat disimpulkan bahwa ...
A. intrusi lebih tua daripada semua lapisan
B. intrusi lebih muda daripada lapisan yang dipotongnya
C. semua lapisan terbentuk setelah intrusi
D. usia intrusi tidak dapat dibandingkan
E. intrusi dan lapisan memiliki usia sama
Pembahasan
Prinsip cross-cutting relationship menyatakan bahwa struktur geologi yang memotong batuan lain berusia lebih muda daripada batuan yang dipotongnya.
Jadi, jika suatu intrusi memotong lapisan sedimen, intrusi tersebut terbentuk setelah lapisan sedimen tersebut.
Baca Juga: Maulid Nabi 25 Agustus 2026 Libur, Apakah 24 Agustus Ikut Cuti Bersama?
Soal Nomor 11
Sebuah daerah mengalami peningkatan nilai gravitasi setelah diketahui bahwa batuan bawah permukaannya memiliki densitas lebih tinggi daripada batuan di sekitarnya.
Fenomena tersebut paling mungkin menghasilkan ...
A. anomali gravitasi positif
B. anomali gravitasi negatif
C. anomali magnetik nol
D. penurunan gaya gravitasi menjadi nol
E. tidak ada perubahan nilai gravitasi
Pembahasan
Batuan yang lebih rapat atau berdensitas lebih tinggi menghasilkan kontribusi massa yang lebih besar pada wilayah tersebut.
Kondisi tersebut dapat menghasilkan anomali gravitasi positif.
Metode gravitasi memang digunakan untuk mengetahui variasi nilai gravitasi dan dipengaruhi oleh densitas material bawah permukaan.
Baca Juga: Daftar Daerah Rawan Gempa di Indonesia, Cek Wilayah yang Perlu Waspada
Soal Nomor 12
Sebuah stasiun seismik mencatat gelombang P tiba lebih dahulu daripada gelombang S. Semakin jauh sumber gempa dari stasiun, perbedaan waktu kedatangan kedua gelombang tersebut cenderung ...
A. semakin kecil
B. tetap
C. semakin besar
D. menjadi nol
E. tidak dapat digunakan untuk menentukan jarak
Pembahasan
Gelombang P merambat lebih cepat daripada gelombang S.
Semakin jauh jarak sumber gempa dari stasiun, selisih waktu kedatangan P dan S semakin besar.
Selisih waktu tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jarak sumber gempa dari stasiun seismik.
Baca Juga: Aplikasi Sudah Dihapus tapi Penyimpanan HP Masih Penuh? Ini 8 Cara Mengatasinya
Soal Nomor 13
Air tanah secara umum bergerak dari daerah dengan ...
A. tekanan hidrolik rendah menuju tekanan hidrolik tinggi
B. tekanan hidrolik tinggi menuju tekanan hidrolik rendah
C. porositas tinggi menuju porositas rendah tanpa dipengaruhi tekanan
D. zona jenuh menuju zona tidak jenuh
E. akuifer menuju akuifug
Pembahasan
Air tanah bergerak mengikuti gradien hidrolik, yaitu dari wilayah dengan hydraulic head atau tekanan hidrolik relatif tinggi menuju wilayah dengan tekanan hidrolik lebih rendah.
Prinsip tersebut merupakan salah satu konsep dasar aliran air tanah.
Soal Puspresnas juga menguji arah aliran air tanah berdasarkan perbedaan tekanan hidrolik.
Baca Juga: Dampak Perubahan View YouTube Mulai 24 Agustus 2026 bagi Kreator
Soal Nomor 14
Lapisan batuan yang kaya mineral lempung dapat menjadi penghambat aliran air tanah karena ...
A. memiliki permeabilitas sangat tinggi
B. tidak memiliki pori sama sekali
C. memiliki permeabilitas rendah
D. selalu memiliki tekanan hidrolik tinggi
E. seluruh air langsung menguap di dalamnya
Pembahasan
Material lempung dapat memiliki porositas yang cukup tinggi, tetapi ukuran porinya sangat kecil sehingga permeabilitasnya rendah.
Akibatnya, air sulit bergerak melewati lapisan tersebut.
Karena itu, lapisan kaya lempung dapat berperan sebagai lapisan penghambat aliran air tanah.
Baca Juga: Profil LinkedIn Jadi Lebih Profesional, Ini Tips agar HRD Tertarik Menghubungi
Soal Nomor 15
Di wilayah yang berada dekat batas lempeng konvergen, potensi gerakan massa dapat meningkat karena kombinasi ...
A. topografi kasar dan aktivitas seismik tinggi
B. iklim kering dan vegetasi lebat
C. dataran rendah dan aktivitas tektonik rendah
D. sedimentasi laut dan evaporasi tinggi
E. angin lemah dan kelembapan rendah
Pembahasan
Daerah batas lempeng konvergen umumnya memiliki aktivitas tektonik dan seismik tinggi serta relief yang relatif kasar.
Guncangan gempa dapat mengurangi kestabilan lereng, sementara kemiringan topografi memperbesar komponen gaya gravitasi yang bekerja pada material.
Karakter hubungan batas lempeng konvergen dan gerakan massa juga menjadi materi dalam soal Puspresnas.
Baca Juga: Mengunjungi RSUD Ende Pasca-gempa, Pasien Dirawat di Tenda, Tenaga Kesehatan Mulai Kelelahan
Soal Nomor 16
Sebuah gunung api stratovolcano terbentuk melalui akumulasi material erupsi secara berulang. Ciri yang paling sesuai adalah ...
A. hanya tersusun atas lava sangat encer
B. terbentuk dari akumulasi material efusif dan eksplosif
C. terbentuk hanya melalui intrusi magma
D. terbentuk akibat erosi sebuah gunung api tua
E. terbentuk hanya dari batuan sedimen
Pembahasan
Stratovolcano atau gunung api komposit umumnya memiliki tubuh yang tersusun dari lapisan-lapisan material vulkanik hasil aktivitas erupsi berulang.
Material tersebut dapat berupa aliran lava dan produk piroklastik.
Kumpulan soal Puspresnas menggunakan Gunung Lewotobi sebagai konteks untuk menguji proses pembentukan stratovolcano.
Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Agustus 2026, 0,5 Gram hingga 1 Kg
Soal Nomor 17
Sebuah gunung api mengalami pertumbuhan kubah lava sebesar 1.500 m³ per hari selama 8 hari.
Total pertambahan volume kubah lava adalah ...
A. 6.000 m³
B. 8.500 m³
C. 10.000 m³
D. 12.000 m³
E. 15.000 m³
Pembahasan
Volume per hari:
1.500 m³
Lama pertumbuhan:
8 hari
Total:
1.500 × 8 = 12.000 m³
Jadi, total pertambahan volume kubah lava adalah 12.000 m³.
Pola perhitungan pertumbuhan kubah lava juga terdapat dalam soal Kebumian Puspresnas berbasis kasus Gunung Lewotobi.
Baca Juga: Lowongan BTN 2026 Dibuka untuk Profesional IT dan Keamanan Siber, Cek Syarat dan Cara Daftar
Soal Nomor 18
Sebuah gunung api menunjukkan data berikut selama dua pekan.
Pekan 1:
Gempa vulkanik dalam = 10 kejadian/hari
Gempa vulkanik dangkal = 4 kejadian/hari
Inflasi = +1 cm
Pekan 2:
Gempa vulkanik dalam = 24 kejadian/hari
Gempa vulkanik dangkal = 16 kejadian/hari
Inflasi = +3,5 cm
Interpretasi yang paling logis adalah ...
A. aktivitas magmatik cenderung menurun
B. gunung api sepenuhnya memasuki fase dorman
C. terjadi peningkatan aktivitas dan tekanan magmatik
D. deformasi tidak berkaitan dengan aktivitas gunung api
E. peningkatan gempa menunjukkan proses sedimentasi
Pembahasan
Seluruh indikator menunjukkan peningkatan:
-
gempa vulkanik dalam meningkat,
-
gempa vulkanik dangkal meningkat,
-
deformasi berupa inflasi meningkat.
Kombinasi tersebut dapat mengindikasikan peningkatan tekanan dan aktivitas magmatik serta kemungkinan pergerakan magma menuju bagian yang lebih dangkal.
Soal Puspresnas menggunakan pola data seismik dan EDM yang serupa untuk menguji kemampuan interpretasi data vulkanologi.
Baca Juga: Jakarta Job Fair 2026 Digelar 27-28 Agustus, Buka Ribuan Lowongan Kerja dan Gratis untuk Umum
Soal Nomor 19
Sebuah alat ADCP digunakan dalam survei kelautan. Parameter utama yang dapat diperoleh dari alat tersebut adalah ...
A. suhu udara dan kelembapan
B. salinitas dan pH
C. kecepatan dan arah arus laut
D. tinggi gelombang dan curah hujan
E. tekanan udara dan kecepatan angin
Pembahasan
ADCP atau Acoustic Doppler Current Profiler memanfaatkan prinsip Doppler untuk mengukur pergerakan partikel di dalam air.
Dalam survei kelautan, alat ini digunakan untuk memperoleh informasi mengenai kecepatan dan arah arus pada berbagai kedalaman.
Materi ADCP juga terdapat dalam kumpulan soal Kebumian Puspresnas.
Soal Nomor 20
Permafrost yang mencair dapat memperkuat pemanasan global karena ...
A. mengurangi jumlah gas rumah kaca di atmosfer
B. melepaskan metana dan karbon dioksida yang tersimpan dalam tanah beku
C. meningkatkan albedo permukaan secara permanen
D. menghentikan seluruh proses respirasi mikroorganisme
E. mengubah seluruh karbon menjadi oksigen
Pembahasan
Permafrost menyimpan karbon dalam jumlah besar. Ketika mencair, aktivitas mikroorganisme terhadap material organik yang sebelumnya membeku dapat menghasilkan dan melepaskan gas rumah kaca seperti metana dan karbon dioksida.
Peningkatan gas rumah kaca tersebut dapat menciptakan umpan balik positif, yaitu pemanasan menyebabkan pencairan permafrost, kemudian pelepasan gas rumah kaca semakin memperkuat pemanasan.
Konsep ini secara langsung muncul dalam bagian soal perubahan iklim pada kumpulan soal Kebumian Puspresnas.
Baca Juga: Geger Gowa
Catatan untuk Peserta OSN Kebumian
Kebumian Menuntut Kemampuan Lintas Bidang
Kebumian merupakan cabang yang menuntut peserta menghubungkan berbagai disiplin ilmu.
Dalam kumpulan soal Puspresnas, satu rangkaian latihan dapat membawa peserta dari usia Bumi, batuan, mineral, struktur geologi, dan stratigrafi menuju geofisika, gempa, air tanah, proses pantai, oseanografi, hingga perubahan iklim.
Karena itu, peserta sebaiknya tidak hanya menghafalkan nama batuan atau istilah geologi.
Kemampuan menganalisis data, membaca hubungan sebab-akibat, melakukan perhitungan sederhana, dan menginterpretasikan fenomena Bumi juga harus dilatih.
Bagian perubahan iklim dalam kumpulan soal bahkan menghubungkan permafrost, gas rumah kaca, sirkulasi atmosfer, polar vortex, angin baratan, pertukaran karbon laut-atmosfer, hingga radiasi.
Final OSN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14-20 September 2026 secara luring di Universitas Muhammadiyah Malang.
Baca Juga: Masuk Desil 10 DTSEN Bukan Berarti Otomatis Kaya, Ini Penjelasan BPS
Sebelum menuju tahap tersebut, peserta perlu membiasakan diri mengerjakan soal lintas topik karena karakter Kebumian memang menggabungkan berbagai cabang ilmu Bumi dalam satu kompetisi.
Latihan secara konsisten, terutama dengan membiasakan diri menjelaskan alasan di balik setiap jawaban, akan membantu peserta SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat menghadapi soal Kebumian dengan tingkat analisis yang lebih tinggi. ***




