POJOKSATU.id - Sebanyak lima perguruan tinggi ternama berhasil melaju ke babak final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026.

Kelima kampus tersebut akan mempresentasikan karya terbaik mereka di Morowali pada 19 Juni 2026 setelah berhasil melewati proses seleksi yang ketat dari ratusan peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi terkait isu lingkungan hidup yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: 10 Kampus dengan Skor SINTA Tertinggi di Indonesia 2026, UGM Kokoh di Puncak

5 Kampus yang Lolos Final LKTI PT IMIP 2026
Lima perguruan tinggi yang berhasil menembus babak final adalah:

1. Institut Teknologi Bandung

2. Institut Pertanian Bogor

3. Universitas Teknologi Yogyakarta

4. Universitas Indonesia

5. Universitas Hasanuddin

Kelima finalis tersebut merupakan bagian dari 303 tim yang berasal dari 91 perguruan tinggi yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi tahun ini.

Baca Juga: SKS Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum Naik Jadi 3, Kemenag Siapkan Modul Baru untuk Tahun Ajaran 2026

Tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya antusiasme mahasiswa dan perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi pemikiran terkait isu lingkungan hidup melalui karya ilmiah.

Seleksi Ketat dari Ratusan Karya
Head of Environmental Department PT IMIP, Yundi Sobur, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara bertahap hingga menghasilkan lima karya terbaik.

“Kita coba mengerucutkan 285 karya tulis yang masuk menjadi 15 tulisan, lalu kami serahkan kepada tim penilai untuk kemudian dipilih menjadi lima karya terbaik,” kata Yundi Sobur, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, penilaian tidak hanya melihat kualitas penulisan, tetapi juga memperhatikan kesesuaian karya dengan tema yang ditetapkan serta peluang implementasinya di kawasan industri IMIP.

Baca Juga: Pendaftar PPPK Kemensos Wajib Tahu! Ini Pembagian Wilayah Penempatan Guru Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

“Tim dari penulis lima karya tersebut akan kami undang untuk mempresentasikan naskah mereka di depan tim juri.

Poin yang kemudian akan dinilai bisa dari bagaimana cara penyampaian mereka hingga penguasaan materi. Terpenting, mana yang paling bisa diterapkan di kawasan,” sambungnya.

Akan Dipresentasikan Langsung di Morowali
Para finalis dijadwalkan tiba di Morowali pada 18 Juni 2026 sebelum mengikuti sesi presentasi dan penilaian akhir sehari setelahnya.

Kegiatan presentasi akan berlangsung di Studio PT DSI yang berada di kawasan industri PT IMIP.

Baca Juga: Rupiah Ambruk, Harga Pangan Dasar Melonjak, Presiden Didesak Copot Menko Zulhas

Pada tahap ini, peserta tidak hanya dituntut memiliki gagasan yang inovatif, tetapi juga mampu menjelaskan konsep secara meyakinkan serta menunjukkan relevansi penerapannya terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan industri.

Dinilai Akademisi dan Praktisi Lingkungan
Proses penjurian akan melibatkan akademisi dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan hidup.

Tim juri terdiri dari Etty Riani, Andhika Puspito Nugroho, serta Mardhika Lunaria Jenned.

Kehadiran para juri dari kalangan akademisi dan industri diharapkan mampu menghasilkan penilaian yang komprehensif terhadap kualitas karya ilmiah yang dipresentasikan para finalis.

Baca Juga: Pendaftar PPPK Kemensos dan Sekolah Rakyat Bisa Ikut CPNS 2026? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui

Ajang ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan riset dan inovasi mereka.

Di sisi lain, kompetisi tersebut juga memperlihatkan bagaimana gagasan akademik dapat berkontribusi dalam menjawab tantangan lingkungan hidup yang semakin kompleks di masa depan. ***