POJOKSATU.id, JAKARTA— Di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang terus ambruk, perlahan harga pangan dasar melonjak terutama beras, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih.

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Menteri Perdagangan Budi Santoso dianggap tidak bisa menjaga stabilitas harga pangan.

Ketua Umum Gerakan Muda (Gema) Nasional, Eko Saputra menilai Zulhas dan Budi Santoso gagal melaksanakan tugas dan mendesak Presiden Prabowo mencopot kedua menteri ini.

“Jika persoalan ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengelola sektor pangan akan semakin menurun,” kata Eko dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Baca Juga: 4 Universitas Terbaik di Cirebon Versi EduRank, Unswagati Masih Memimpin Ranking Akademi

Pihaknya mendesak Presiden Prabowo segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Zulkifli Hasan dan Budi Santoso apabila dalam waktu dekat tidak mampu menunjukkan perbaikan nyata terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, ketika rakyat terus menjerit akibat mahalnya harga pangan, sementara pejabat yang bertanggung jawab gagal menghadirkan solusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, maka pergantian pejabat menjadi langkah yang wajar dan diperlukan.

"Jabatan publik bukanlah hak istimewa yang harus dipertahankan dengan segala cara. Jabatan adalah amanah,” jelas Eko.

Eko menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah bukanlah banyaknya konferensi pers, rapat koordinasi, atau klaim keberhasilan di atas kertas, melainkan kemampuan menghadirkan harga pangan yang terjangkau bagi rakyat.

Baca Juga: Pendaftar PPPK Kemensos dan Sekolah Rakyat Bisa Ikut CPNS 2026? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui

"Jika harga pangan terus melambung dan rakyat terus mengeluh, maka yang harus dievaluasi bukan rakyatnya, melainkan pejabat yang mengurus pangan,” tegasnya.

Menurutnya, sektor pangan terus menjadi program prioritas Presiden Prabowo. Jika kenaikan harga pangan saat ini terus terjadi, maka sama saja mencoreng muka Prabowo di mata rakyat.

"Kami menilai sudah saatnya Presiden Prabowo melakukan evaluasi total terhadap jajaran yang menangani sektor pangan,” jelasnya.

“Jangan sampai rakyat menjadi korban dari kebijakan yang tidak efektif dan lemahnya pengawasan terhadap tata niaga pangan nasional,” jelas Eko.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas utama, terutama bawang merah, beras, dan minyak goreng pada Senin 8 Juni 2026.

Harga bawang merah mencatat lonjakan tertinggi, naik 19,25 persen menjadi Rp60.700 per kilogram (kg). Kenaikan juga terjadi pada bawang putih yang naik 7,76 persen menjadi Rp41.650 per kg.

Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah II meningkat 6,57 persen menjadi Rp15.400 per kg. Sementara itu, beras kualitas super naik tipis 0,29 persen menjadi Rp17.500 per kg.

Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng. Minyak goreng kemasan bermerek I naik 1,46 persen menjadi Rp24.350 per kg, minyak goreng kemasan bermerek II naik 1,51 persen menjadi Rp23.500 per kg, sedangkan minyak goreng curah meningkat 0,73 persen menjadi Rp20.700 per kg.***