POJOKSATU.id — Peluang melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri kembali terbuka bagi siswa kelas 12 SMA/SMK/MA di Indonesia.

Pemerintah akan segera membuka pendaftaran Beasiswa Garuda Sarjana 2026 gelombang 2 mulai Minggu, 25 Mei 2026, bagi peserta didik yang memiliki impian melanjutkan studi jenjang sarjana di kampus internasional.

Program Beasiswa Garuda menjadi salah satu jalur pendanaan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan S1 di berbagai universitas luar negeri.

Baca Juga: PCNU Cirebon Raya Resmi Ajukan Cirebon Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Tidak hanya membiayai kebutuhan akademik, program ini juga menyediakan dukungan biaya penunjang selama masa perkuliahan agar mahasiswa dapat belajar dengan lebih optimal.

Melalui skema bantuan tersebut, penerima beasiswa akan memperoleh pembiayaan uang kuliah sekaligus sejumlah dukungan tambahan lain yang berkaitan dengan kebutuhan studi dan kehidupan selama berada di negara tujuan pendidikan.

Lalu, apa saja ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti Beasiswa Garuda Sarjana 2026 gelombang 2?

Baca Juga: Sekda Sudirman Tekankan Perjuangan Intelektual dan Transformasi Digital pada Harkitnas 2026

Merujuk panduan resmi Beasiswa Garuda Sarjana, terdapat sejumlah syarat umum yang harus dipenuhi calon peserta sebelum melakukan pendaftaran.

Pelamar wajib berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan melalui dokumen identitas resmi seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), kartu identitas anak, maupun paspor.

Selain itu, program ini diperuntukkan bagi siswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan di kelas 12 SMA, SMK, atau MA.

Baca Juga: Sekda Sudirman Tekankan Perjuangan Intelektual dan Transformasi Digital pada Harkitnas 2026

Calon penerima juga harus termasuk siswa yang memenuhi kriteria eligible dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Ketentuan tersebut dibuktikan melalui surat keterangan dari kepala sekolah disertai nilai rapor semester 1 hingga semester 5.

Sementara bagi siswa yang tidak mengikuti jalur SNBP, pihak sekolah tetap dapat memberikan surat tambahan berisi daftar siswa berprestasi yang memiliki rencana melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri.

Untuk pendaftar yang memilih perguruan tinggi luar negeri, diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku.

Baca Juga: Job Fair Kota Tangerang Dibuka Sampai 30 Mei 2026, Ada 693 Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1

Adapun standar kemampuan bahasa yang ditetapkan meliputi skor IELTS minimal 6,5 dengan setiap band sekurang-kurangnya 6,0, TOEFL iBT minimal 80, atau PTE Academic minimal 58.

Di samping bahasa Inggris, peserta juga dapat melampirkan sertifikat bahasa resmi lain yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sesuai negara tujuan studi.

Untuk tujuan Prancis, pelamar diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Prancis minimal level B2.

Sementara bagi peminat kampus di Spanyol harus memiliki sertifikat bahasa Spanyol minimal level B1.

Baca Juga: BMKG Ungkap Puncak Musim Kemarau 2026, Agustus Diprediksi Jadi Periode Terpanas di Indonesia

Kemudian, bagi peserta yang ingin menempuh pendidikan di negara dengan bahasa Mandarin diwajibkan memiliki sertifikat HSK level 4 dengan skor minimal 180 poin.

Untuk tujuan Jepang, peserta harus memiliki kemampuan bahasa Jepang minimal JLPT N3, sedangkan tujuan Jerman mensyaratkan sertifikat bahasa Jerman minimal level C1.

Berbeda dengan peserta luar negeri, pendaftar program joint degree maupun double degree di dalam negeri memiliki ketentuan kemampuan bahasa Inggris tersendiri, yakni IELTS minimal 6,0, TOEFL ITP minimal 500, TOEFL iBT minimal 61, atau PTE Academic minimal 50.

Khusus peserta penyandang disabilitas, terdapat dokumen tambahan yang wajib disertakan saat proses pendaftaran.

Baca Juga: Waspada El Nino, Ini Hal yang Harus Dipersiapkan agar Tidak Kewalahan saat Kemarau Panjang

Dokumen tersebut meliputi surat keterangan sebagai penyandang disabilitas dari fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, atau dokter sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, peserta juga perlu menyertakan surat persetujuan dari orang tua dengan tanda tangan di atas meterai Rp10 ribu, serta surat permohonan pendampingan sesuai kebutuhan aktivitas disabilitas masing-masing.

Calon pendaftar juga diwajibkan melampirkan surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan atau rumah sakit pemerintah dengan masa berlaku paling lama enam bulan sejak tanggal pendaftaran dilakukan.

Setiap peserta harus menyetujui surat pernyataan yang tersedia pada aplikasi pendaftaran beasiswa LPDP sebagai bagian dari proses administrasi.

Baca Juga: Pakar Soroti RUU HAM: Komnas HAM Dinilai Perlu Digabung, Penggantian UU HAM kebutuhan mendesak

Peserta yang lolos nantinya juga harus bersedia tidak menerima bantuan beasiswa non gelar pada komponen pendanaan yang sama maupun beasiswa bergelar dari sumber lain setelah resmi ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Garuda Sarjana.

Selain itu, pelamar tidak diperkenankan sedang mendaftar ataupun menerima beasiswa non degree yang dibiayai LPDP hingga proses penetapan penerima Beasiswa Garuda selesai.

Pelaksanaan Beasiswa Garuda Sarjana 2026 telah dijadwalkan dalam beberapa tahapan seleksi. Masa pendaftaran dibuka mulai Senin, 25 Mei hingga Kamis, 25 Juni 2026.

Baca Juga: Mendikdasmen Soroti 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Sebut Banyak Bermula dari Main Gim

Setelah tahap pendaftaran selesai, proses seleksi administrasi berlangsung mulai Kamis, 25 Juni sampai Jumat, 10 Juli 2026.

Peserta yang lolos administrasi kemudian akan mengikuti tes bakat skolastik pada Sabtu hingga Rabu, 25-30 Juli 2026.

Adapun hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Dalam program ini, pembiayaan dibagi ke dalam dua kategori utama, yakni dana pendidikan dan dana pendukung guna membantu kebutuhan mahasiswa selama studi berlangsung.

Pada komponen dana pendidikan, penerima beasiswa akan memperoleh bantuan berupa biaya uang kuliah, biaya pendaftaran, serta tunjangan buku untuk menunjang kebutuhan akademik.

Baca Juga: JPPI Kritik Kampus Jadi ‘Pabrik Industri’, Anies Baswedan Ikut Soroti Wacana Penutupan Prodi

Sementara pada komponen dana pendukung, peserta akan mendapatkan bantuan biaya transportasi, pengurusan aplikasi visa, asuransi kesehatan, biaya kedatangan, hingga biaya hidup bulanan selama menjalani pendidikan.

Informasi lebih lengkap mengenai pendaftaran dan ketentuan Beasiswa Garuda Sarjana 2026 dapat diakses melalui situs resmi Beasiswa Garuda: https://beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id/.***