POJOKSATU.id — Tanda-tanda musim kemarau 2026 mulai semakin terasa di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam beberapa pekan terakhir, suhu udara cenderung meningkat dan hawa panas mulai dirasakan masyarakat di sejumlah daerah.
Situasi tersebut sejalan dengan prediksi pemerintah yang menyebut musim kemarau tahun ini berpotensi datang lebih cepat dibanding pola normal tahunan.
Baca Juga: Waspada El Nino, Ini Hal yang Harus Dipersiapkan agar Tidak Kewalahan saat Kemarau Panjang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG sebelumnya telah memproyeksikan bahwa musim kemarau 2026 akan dimulai lebih awal di sejumlah wilayah.
Mengacu pada Prediksi Musim Kemarau 2026, tercatat sekitar 184 Zona Musim (ZOM) atau setara 26,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki fase kemarau sejak Mei 2026.
Beberapa wilayah yang diprediksi lebih dulu merasakan perubahan menuju musim kering antara lain kawasan utara Aceh, sebagian daerah di Sumatera Utara, sejumlah wilayah di Riau, mayoritas Pulau Jawa, hingga beberapa area di Papua Selatan.
Baca Juga: Pakar Soroti RUU HAM: Komnas HAM Dinilai Perlu Digabung, Penggantian UU HAM kebutuhan mendesak
Memasuki Juni 2026, penyebaran musim kemarau diperkirakan akan semakin luas.
BMKG memprediksi sebanyak 163 ZOM tambahan mulai mengalami periode minim hujan pada bulan tersebut.
Selanjutnya, sekitar 63 ZOM lainnya diproyeksikan mulai memasuki musim kemarau pada Juli 2026.
Baca Juga: 40 Inspirasi Olahan Daging Sapi Lengkap dengan Resep dan Cara Membuatnya Agar Empuk
Walaupun masih ada sebagian kecil wilayah Indonesia yang baru akan memasuki musim kemarau pada Agustus 2026, periode puncak kemarau justru diprediksi sudah mulai berlangsung sejak Juli.
Berdasarkan prediksi Direktorat Perubahan Iklim BMKG, fase suhu panas maksimum diperkirakan bertahan hingga September 2026.
Lalu, kapan puncak musim kemarau 2026 terjadi?
Secara umum, Juli 2026 diperkirakan menjadi awal dimulainya puncak musim kemarau di Indonesia.
Baca Juga: Mendikdasmen Soroti 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Sebut Banyak Bermula dari Main Gim
Setelah itu, kondisi cuaca panas diprediksi terus berlanjut sepanjang Agustus hingga September 2026 di berbagai daerah.
Meski demikian, Agustus 2026 diperkirakan menjadi bulan dengan tingkat panas tertinggi.
Pada periode tersebut, sekitar 429 ZOM atau 61,4 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami fase puncak musim kemarau.
Pada Juli 2026, sekitar 88 ZOM atau 12,6 persen wilayah Indonesia diperkirakan memasuki puncak kemarau.
Baca Juga: JPPI Kritik Kampus Jadi ‘Pabrik Industri’, Anies Baswedan Ikut Soroti Wacana Penutupan Prodi
Area yang terdampak meliputi sebagian wilayah Sumatera, sejumlah kecil kawasan di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, Kalimantan bagian tengah dan utara, wilayah utara Sulawesi Barat, bagian barat Sulawesi Tengah, kawasan barat Sulawesi Utara, sebagian kecil Maluku, Papua Barat bagian tengah, hingga Papua bagian timur.
Sementara itu, Agustus 2026 diprediksi menjadi periode paling dominan untuk puncak kemarau dengan cakupan mencapai 429 ZOM.
Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Sumatera bagian tengah hingga selatan, Pulau Jawa bagian tengah sampai timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, mayoritas Sulawesi, sejumlah wilayah Maluku, Maluku Utara, hingga sebagian Pulau Papua.
Adapun pada September 2026, sekitar 100 ZOM atau 14,3 persen wilayah Indonesia diproyeksikan mengalami puncak musim kemarau.
Wilayah yang terdampak mencakup sebagian Lampung, sebagian kecil Pulau Jawa, mayoritas Nusa Tenggara Timur, Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sejumlah wilayah Maluku, hingga sebagian kecil Pulau Papua.
Masyarakat di berbagai daerah diimbau mulai melakukan langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau.
Mulai dari suhu panas yang meningkat, potensi berkurangnya ketersediaan air bersih, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Kesiapsiagaan dinilai penting, terutama bagi wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau lebih awal.***




