POJOKSATU.ID — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cirebon Raya yang meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu resmi mengajukan Cirebon sebagai calon tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.

Usulan tersebut disampaikan sebagai bentuk respons atas aspirasi warga Nahdliyin dari berbagai kalangan, baik yang berada di wilayah Cirebon maupun luar daerah.

PCNU Cirebon Raya menilai Cirebon memiliki kesiapan dan nilai historis kuat untuk menjadi lokasi pelaksanaan muktamar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, Aziz Hakim Syaerozie, bersama Ketua PCNU Kota Cirebon Mustofa Rasjid dan Ketua PCNU Kabupaten Indramayu M. Mustofa menyatakan, keputusan mengusulkan Cirebon didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis.

Salah satu alasan utama adalah kuatnya jejak sejarah NU di Cirebon. Daerah ini dikenal sebagai tempat lahir dan berkembangnya tokoh-tokoh besar NU, seperti KH M. Abbas Abdul Jamil dan KH Abdullah Abbas Buntet.

Melalui kiprah para ulama tersebut, Cirebon menjadi salah satu daerah perintis perkembangan NU di Jawa Barat.

Selain faktor historis, Cirebon juga dinilai memiliki basis pesantren tua yang kuat. Sejumlah pondok pesantren berusia lebih dari 100 tahun berada di wilayah ini, di antaranya Pondok Pesantren Buntet, Babakan, Benda, hingga Gedongan. Ribuan alumni pesantren tersebut kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Dari sisi infrastruktur, PCNU Cirebon Raya menyebut wilayah Cirebon telah memiliki fasilitas akomodasi yang memadai. Tercatat lebih dari 30 hotel berbintang tiga hingga lima tersedia di Kota Cirebon. Delapan hotel besar bahkan disebut memiliki kapasitas lebih dari 1.900 kamar serta ballroom yang mampu menampung sekitar 6.000 orang.

Kemudahan akses transportasi juga menjadi pertimbangan penting. Cirebon dinilai strategis karena dapat dijangkau melalui jalur darat maupun kereta api, serta didukung keberadaan bandara yang siap beroperasi selama 24 jam. Letaknya yang relatif dekat dengan Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya disebut menjadi nilai tambah tersendiri.

“Aspirasi ini sudah kami kirimkan secara resmi kepada PBNU maupun PWNU Jawa Barat agar dapat menjadi pertimbangan penting dalam penentuan lokasi Muktamar NU ke-35,”pungkasnya.***