POJOKSATU.id - Cara berbeda ditempuh Naufatti Aufa dalam menyelesaikan studinya di Program Studi Ekonomi Syariah (ESY) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Palangka Raya.

Jika sebagian besar mahasiswa menyelesaikan tugas akhir melalui skripsi, Naufatti memilih jalur artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi.

Pilihan ini pun berbuah manis karena artikelnya berhasil dipublikasikan di Al Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah.

Baca Juga: UMS Makin Bersinar di Peringkat Dunia, Kampus Swasta dan Kampus Islam Terbaik di Indonesia

Jurnal tersebut pada akhir 2025 diumumkan telah terindeks Scopus, salah satu basis data publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Artikel Ilmiah Jadi Alternatif Skripsi
Wakil Dekan III FEBI UIN Palangka Raya, Wahyu Akbar, menjelaskan bahwa banyak mahasiswa sebenarnya memiliki ide penelitian yang baik.

Namun, tidak sedikit yang mengalami kesulitan ketika harus menuangkannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan sesuai standar akademik.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Gantikan Ayahnya, Majelis Ulama Ambil Keputusan Tengah Malam

Menurutnya, skema artikel pengganti skripsi memberikan pengalaman belajar yang lebih terarah bagi mahasiswa.

Hal ini karena naskah yang disusun harus mengikuti standar jurnal ilmiah, melalui proses penilaian, serta direvisi berdasarkan masukan dari reviewer.

“Bagi banyak mahasiswa, tantangan akhir studi sering bukan kekurangan ide, tetapi bagaimana mengubah ide tersebut menjadi tulisan ilmiah yang rapi, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya dikutip dari laman resmi, Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Heboh! DPRD Sumsel Rencanakan Beli Dua Meja Biliar Rp486 Juta untuk Ketua dan Wakil Ketua, Begini Penjelasannya

Dalam proses penulisan artikelnya, Naufatti belajar menata struktur penelitian secara lebih jelas, mulai dari merumuskan masalah, menyusun kerangka teori, hingga memperkuat alur argumentasi dalam tulisan.

Tahap revisi menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Melalui proses ini, mahasiswa dilatih untuk memperbaiki kualitas naskah, memperjelas batasan penelitian, serta memastikan penggunaan sumber rujukan yang tepat.

Selain itu, mahasiswa juga belajar membedakan antara klaim ilmiah yang memiliki dasar kuat dengan pernyataan yang masih bersifat opini.

Baca Juga: Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 Diperpanjang hingga 24 Maret, Kuota 20.000 Peserta

Bekal ini penting bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ataupun menulis karya ilmiah lainnya di masa depan.

Mengangkat Isu Gig Economy dalam Perspektif Islam
Artikel yang ditulis Naufatti mengangkat topik gig economy atau sistem kerja berbasis platform digital dengan menggunakan kerangka pemikiran Asy-Syaibani dalam tradisi ekonomi Islam.

Kajian tersebut menghadirkan perspektif etika ekonomi Islam dalam memahami dinamika kerja digital, termasuk melihat aspek keadilan dalam hubungan kerja, tanggung jawab sosial, serta praktik ekonomi modern agar tetap selaras dengan nilai yang melindungi pekerja.

Baca Juga: Sesuai Arti Namanya, Mojtaba Khamenei Terpilih Pemimpin Tertinggi Iran Gantikan Ayahnya

Keberhasilan publikasi tersebut juga menunjukkan manfaat dari kebijakan artikel pengganti skripsi yang diterapkan di FEBI UIN Palangka Raya.

Skema ini mendorong mahasiswa bekerja dengan standar kualitas yang lebih jelas karena harus memenuhi ketentuan jurnal ilmiah dan melalui proses penilaian akademik.

Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman riset dan penulisan ilmiah yang lebih mendalam.

Baca Juga: Darurat Digital, Ini Daftar Medsos yang Diblokir untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Akun Dinonaktifkan Mulai 28 Maret

Dalam penyusunan artikel tersebut, Naufatti mendapat bimbingan dari Wahyu Akbar dan Hanief Monady.

Para pembimbing menekankan pentingnya konsistensi dalam menulis, keterbukaan terhadap masukan, serta kesabaran dalam memperbaiki naskah hingga layak dipublikasikan.

Selain itu, penguatan kemampuan menulis mahasiswa juga didukung melalui kegiatan Writing Study Club.

Baca Juga: 8 Model Lengan Gamis yang Diprediksi Jadi Tren Lebaran 2026, Bikin Penampilan Makin Anggu

Melalui forum ini, mahasiswa dibiasakan membaca jurnal ilmiah, membuat ringkasan, menulis secara sistematis, hingga mempersiapkan naskah untuk publikasi.

Wahyu menambahkan bahwa prestasi akademik mahasiswa merupakan bagian dari budaya akademik yang terus dibangun di lingkungan FEBI UIN Palangka Raya.

Menurutnya, pembiasaan menulis ilmiah tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi proses penilaian ilmiah di dunia akademik.

Baca Juga: Viral Video Petugas SPBU Tempel Poster Stop Panic Buying, Pertamina Minta Warga Jangan Ikutan Panik

Kisah Naufatti menjadi contoh bahwa dengan pendampingan yang tepat serta kebiasaan menulis yang konsisten, mahasiswa dapat menyelesaikan studi sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat. ***