POJOKSATU.id - Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam tertua dan terbesar di Provinsi Lampung.
Transformasi resminya menjadi UIN terjadi pada April 2017, setelah melalui perjalanan panjang sejak berdiri sebagai IAIN Raden Intan Lampung.
Sejarah kampus ini terbagi dalam beberapa fase penting, mulai dari rintisan dan pendirian, pembangunan, pengembangan, alih status, hingga transformasi digital dan internasionalisasi.
Fase Rintisan dan Pendirian (1961–1973)
Awalnya, lembaga ini berada di bawah naungan Yayasan Kesejahteraan Islam Lampung (YKIL) yang berdiri pada 1961 dan diketuai Raden Muhammad Sayyid.
Baca Juga: Terdapat 20 Ribu ASN Kemenag Sebagai Peserta Berhasil Lulus Short Course SMART HAB 2026
Yayasan tersebut bertujuan membangun rumah ibadah dan pendidikan Islam di Lampung.
Musyawarah Alim Ulama se-Lampung pada 1963 di Kota Metro merekomendasikan pendirian lembaga pendidikan tinggi Islam dengan dua fakultas.
Fakultas tersebut yaitu Tarbiyah dan Syari’ah. Aktivitas akademik awalnya menumpang di Sekretariat Fakultas Hukum UNSRI Cabang Lampung, lalu pindah ke Masjid Lungsir.
Tahun 1964, Fakultas Tarbiyah dinegerikan sebagai cabang UIN Raden Fatah Palembang.
Gagasan memperkuat kelembagaan melahirkan Fakultas Ushuluddin pada 1965.
Puncaknya, melalui SK Menteri Agama Nomor 187 Tahun 1968 tanggal 26 Oktober 1968, berdirilah “IAIN Al-Jami’ah Al-Islamiyah Al-Hukumiyah Raden Intan”.
Nama Raden Intan dipilih sebagai penghormatan kepada pahlawan Lampung yang melawan penjajahan Belanda sekaligus penyiar Islam di daerah tersebut.
Baca Juga: Tujuan IsAm
Fase Pembangunan (1973–1993)
Memasuki era pembangunan, kampus mendapat hibah tanah 5 hektare di Labuhan Ratu dan kemudian 50 hektare di Sukarame.
Pembangunan gedung perkuliahan dimulai pada 1984 dan secara bertahap aktivitas akademik dipindahkan ke Kampus Sukarame.
Pada fase ini, pembangunan fisik terus diperkuat, termasuk gedung Fakultas Syari’ah dan perpustakaan. Penataan administrasi dan akademik juga menjadi fokus pembenahan.
Fase Pengembangan (1993–2015)
Periode ini ditandai dengan berdirinya Fakultas Dakwah pada 1993 sehingga jumlah fakultas menjadi empat.
Program Pascasarjana (S2) mulai dirintis sejak 1999 dan resmi beroperasi pada 2001 dengan 52 mahasiswa angkatan pertama.
Pengembangan berlanjut dengan pembukaan berbagai program studi baru, termasuk Tadris Matematika, Tadris Bahasa Inggris, Ekonomi Islam, hingga Pemikiran dan Politik Islam.
Pesantren mahasiswa (Ma’had al-Jami’ah) juga dirintis untuk memperkuat karakter keislaman.
Pada 2010, institut ini resmi menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU).
Sejumlah prestasi nasional pun diraih, termasuk peringkat pertama SPMB-PTAIN wilayah Sumatera tahun 2011.
Program Pascasarjana terus berkembang. Hingga 2017, tersedia 8 program Magister dan 3 program Doktor.
Beberapa jurnal ilmiah kampus juga terakreditasi nasional dan terindeks internasional.
Fase Alih Status (2015–2017)
Baca Juga: Pemerintah Resmi Terbitkan Aturan Ganjil-Genap di Ruas Tol Utama Mudik Lebaran 2026
Proposal transformasi IAIN menjadi UIN disusun sejak 2014. Setelah melalui studi kelayakan dan perjuangan panjang, pada 2016 diperoleh izin prinsip dari Presiden Republik Indonesia.
Akhirnya, melalui Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2017 tanggal 7 April 2017, IAIN Raden Intan resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Sejak saat itu, pengembangan fakultas sains dan teknologi mulai diperluas. Nah, ini menjadi babak baru perjalanan kampus.
Fase Transformasi Digital dan Internasionalisasi (2020–Sekarang)
Memasuki dekade 2020-an, UIN Raden Intan Lampung menguatkan internasionalisasi kelembagaan.
Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Hj. Wan Jamaluddin Z, M.A., berbagai kerja sama internasional dijalin dengan kampus di Asia, Eropa, dan Timur Tengah.
Mobilitas global dosen dan mahasiswa didorong melalui pertukaran akademik, short course, konferensi, hingga KKN internasional.
International Office dan lembaga bahasa diperkuat untuk menunjang kualitas akademik berstandar global.
Baca Juga: Pemerintah Terbitkan SKB Pengaturan Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026: Cek Jadwal One Way di Sini!
Publikasi ilmiah di jurnal bereputasi internasional juga terus ditingkatkan. Beberapa jurnal terbitan kampus telah terindeks Scopus.
Di sisi lain, identitas keislaman dan kearifan lokal tetap dijaga sebagai ciri khas dalam panggung global.
Perjalanan UIN Raden Intan Lampung adalah kisah tentang ketekunan, visi besar, dan transformasi berkelanjutan.
Dari ruang sederhana di Masjid Lungsir hingga menjadi universitas negeri bereputasi global, setiap fase menyimpan semangat membangun peradaban melalui pendidikan Islam.
Kini, langkahnya semakin mantap menatap dunia, tanpa kehilangan akar spiritual dan nilai-nilai keindonesiaan yang menjadi jati diri.***




