POJOKSATU.id - Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain VISI Indonesia atau yang lebih dikenal dengan STSRD VISI punya perjalanan panjang sebelum menjadi kampus desain yang diperhitungkan di Yogyakarta.
Awalnya, lembaga ini berdiri sebagai "Visi Art & Graphic Design School" pada 2 Mei 1994 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Visi Indonesia (YPVI).
Konsep awal sekolah desain grafis ini digagas oleh sejumlah dosen ISI Yogyakarta yang bekerja sama dengan praktisi profesional di bidang percetakan grafis, periklanan, fotografi, dan komputer grafis.
Baca Juga: Tenang Tinggalkan Rumah Saat Mudik Lebaran, Ini Checklist Wajib Biar Aman dan Nyaman
Mereka melihat adanya kesenjangan antara kurikulum pendidikan desain dengan kebutuhan tenaga ahli di industri desain, periklanan, dan fotografi.
Dari sinilah gagasan menghadirkan pendidikan desain yang lebih aplikatif mulai diwujudkan.
Seiring waktu, "Visi Art & Graphic Design School" berganti nama menjadi "LPK Visi Yogyakarta".
Baca Juga: 28 Ribu Warga Cirebon Dinonaktifkan dari JKN, DPRD Desak Pemkot Siapkan Skema Perlindungan Transisi
Respons masyarakat yang positif serta tuntutan industri yang semakin tinggi mendorong lembaga ini berkembang menjadi Akademi Desain Visi Yogyakarta (ADVY) pada Oktober 1997.
Bulan inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari ulang tahun atau Dies Natalis VISI.
Kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan desain di ADVY terus meningkat.
Dunia industri desain yang berkembang pesat juga menuntut kompetensi yang lebih tinggi.
Nah, momentum inilah yang membawa ADVY bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain VISI Indonesia (STSRD VISI) pada tahun 2008.
Sejak saat itu, STSRD VISI menempati kampus baru di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Taman Siswa 150 B.
Lokasi strategis ini sekaligus menjadi simbol kesiapan VISI bersaing di level yang lebih luas, tidak hanya lokal tetapi juga regional.
Baca Juga: Pesan Terakhir Ayah Sebelum Bocah di Sukabumi Tewas, Kuasa Hukum Ungkap Fakta Mengejutkan di DPR
Mengusung semangat "Creativity for Positive Changes" atau "Kreativitas untuk Perubahan Positif", STSRD VISI menekankan bahwa karya Desain Komunikasi Visual tidak hanya harus kreatif, tetapi juga aplikatif dan memberi sumbangsih nyata bagi masyarakat.
Fokus kontribusinya diarahkan pada pengembangan sektor pariwisata dan UMKM di Indonesia agar mampu tampil lebih kompetitif.
Salah satu fasilitas unggulan yang menjadi kebanggaan kampus ini adalah Galeri VISI.
Ruang pameran yang berada di lantai satu dan menyatu dengan area kampus ini dikhususkan untuk memamerkan karya terbaik mahasiswa DKV dan fotografi.
Tidak semua karya bisa dipamerkan di sana, hanya karya terbaik tiap semester yang lolos seleksi.
Wah, tentu jadi kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa yang karyanya terpajang di galeri tersebut.
Baca Juga: Tak Mampu Bayar Zakat Fitrah, Wajib Qadha atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama Syafi’iyah
Dalam visinya, STSRD VISI menargetkan pada tahun 2024 menjadi perguruan tinggi desain bercirikan budaya Indonesia, berbasis riset dan teknologi, humanis, ramah lingkungan, serta memiliki daya saing tingkat ASEAN.
Untuk mewujudkan visi itu, kampus ini menjalankan sejumlah misi, di antaranya menyelenggarakan penelitian berbasis budaya lokal dalam konteks desain global humanis dan menyelenggarakan pendidikan desain berbasis teknologi informasi.
Baca Juga: Perjalanan UIM Al-Gazali: Jejak Panjang Kampus Islam Moderat di Makassar Sejak 1966
Misi lainnya yaitu mengembangkan budaya kreatif yang santun dan berlandaskan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.
Tujuan utamanya jelas, yakni menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan karya desain kreatif dan humanis.
Selain itu, penelitian yang dilakukan juga diarahkan untuk mengangkat potensi budaya lokal agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Menghitung Zakat Fitrah 2026 Sesuai Nisab Resmi, Lengkap Niat dan Doa Zakat
Pendidikan yang dijalankan pun mengacu pada standar nasional menuju standar ASEAN, termasuk AUN Quality Assurance (AUN QA).
Perjalanan STSRD VISI bukan sekadar kisah perubahan nama dan status kelembagaan.
Ia adalah cerita tentang konsistensi membangun kreativitas yang berdampak, merawat budaya lokal di tengah arus globalisasi, dan menyiapkan generasi desainer yang bukan hanya piawai berkarya, tetapi juga peka terhadap perubahan.
Baca Juga: Daftar Instansi Daerah CPNS yang Paling Sulit Ditembus!
Di tengah tantangan industri kreatif yang terus bergerak cepat, VISI memilih tetap berdiri dengan karakter, budaya, dan semangat perubahan positif.***




