POJOKSATU.id - Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan vokasi.
Dosen Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Anggun Puspitarini Siswanto, berhasil meraih penghargaan dari RWTH Aachen University, Jerman.
Anggun menyampaikan bahwa pada 2025 lalu dirinya mendapat kesempatan mengunjungi kampus ternama di Jerman tersebut, yang juga dikenal sebagai tempat mantan Presiden RI BJ Habibie menempuh pendidikan.
Baca Juga: TPG THR Guru Tak Cair Bertahun-tahun, Ini Dasar Hukum Rapel yang Wajib Diketahui ASN Daerah
Kesempatan itu menjadi pengalaman berharga sekaligus prestasi tersendiri bagi dunia vokasi Indonesia.
Penghargaan yang diraih Anggun merupakan bagian dari Program Theodore von Kármán Fellowship, sebuah program kompetitif yang didanai langsung oleh RWTH Aachen University.
Program ini membuka peluang bagi akademisi dari berbagai negara untuk bekerja sama secara langsung dengan profesor-profesor terkemuka dunia.
Sebagai dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Undip, Anggun berkesempatan menjalin komunikasi akademik dengan 15 profesor dari berbagai disiplin ilmu.
Interaksi tersebut diharapkan menjadi pintu awal kolaborasi berkelanjutan di bidang pendidikan dan riset.
"Tentunya sangat senang dan tersanjung dengan penghargaan yang diberikan oleh RWTH Aachen University," kata Anggun.
Ia berharap kerja sama internasional ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa TRKI Vokasi Undip, khususnya dalam penguatan wawasan global dan pengembangan kompetensi.
Dalam kesempatan tersebut, Anggun juga memaparkan materi berjudul “Circular Economy Opportunity for Indonesia and How Universitas Diponegoro Takes Part in It” di hadapan sivitas akademika RWTH Aachen University.
Paparan itu menyoroti peluang ekonomi sirkular di Indonesia serta peran Undip dalam mendukung konsep berkelanjutan tersebut.
Baca Juga: Bupati Karawang Umumkan Kenaikan Honor Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Rp1,5 Juta
Anggun menjelaskan bahwa Theodore von Kármán Fellowship diberikan kepada akademisi terpilih dari seluruh dunia sebagai bentuk pengakuan atas kapasitas dan kontribusi keilmuan.
Ia pun menjadi perwakilan Indonesia dalam program tersebut, sebuah pencapaian yang dinilai mampu mengangkat prestasi pendidikan vokasi di kancah internasional.
Baca Juga: Terbongkar! 300 Ton Bantuan Bencana Masih Tersimpan Rapi di Gudang BPBD Bireuen
Prestasi ini, menurut Anggun, tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa vokasi untuk terlibat dan berkiprah di dunia pendidikan internasional. ***




