POJOKSATU.ID – Stok Pangan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru Beras SPHP dan Minyakita Dijamin Murah
Indonesia memasuki akhir tahun dengan kabar stabilitas pangan yang positif.
Pemerintah memastikan stok beras nasional aman dan melimpah, sementara pasokan minyak goreng rakyat Minyakita tetap tersedia menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berdasarkan data resmi Kementerian Pertanian, cadangan beras nasional diproyeksikan mencapai sekitar 3,5 juta ton pada akhir 2025 tertinggi dalam sejarah Indonesia dan menciptakan surplus kuat tanpa tergantung impor.
Baca Juga: TPG THR 100 Persen Hanya untuk 333 Daerah, Ini Syarat dan Mekanismenya
Ini menandakan ketersediaan pangan pokok sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan masyarakat hingga tahun 2026.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan oleh Bulog dan Bapanas terus diperkuat untuk memelihara keterjangkauan harga beras di pasar tradisional dan modern.
Intervensi ini mendukung harga konsumen tetap stabil atau bahkan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) di banyak wilayah.
Jenis beras SPHP yang dipasarkan secara nasional umumnya dipatok pada harga HET, misalnya sekitar Rp12.500 per kilogram di banyak daerah.
Baca Juga: Kabar Terbaru TPG THR 100 Persen Buat Guru Semringah, Tinggal Tunggu Gerak Cepat Pemda
Di beberapa operasi pasar murah, harga bahkan turun lebih rendah, misalnya sekitar Rp11.000/kg di titik-titik tertentu pada masa lalu.
Pemerintah memastikan distribusi masif beras SPHP menjangkau masyarakat di seluruh 38 provinsi, dengan target penyaluran ribuan ton setiap harinya dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Distribusi ini dilakukan lewat pasar rakyat, koperasi desa, gerai Bulog (Rumah Pangan Kita), serta ritel modern yang ditunjuk.
Bulog melaporkan bahwa penyaluran beras SPHP terus berjalan secara bertahap.
Meskipun realisasi penyebaran belum mencapai target total, volume yang sudah terdistribusi telah memperlihatkan penurunan harga di sejumlah wilayah, termasuk di Aceh, Jawa, Bali, dan Sulawesi.
Program ini juga didukung oleh pengawasan ketat oleh Satgas Pangan, yang memastikan bahwa harga di toko dan pasar tidak melampaui HET yang berlaku.
Baca Juga: Tambahan DAU Disahkan, TPG THR 100 Persen 2025 Masuk Tahap Akhir Pencairan
Pemerintah turun langsung memantau tren harga dan intervensi jika diperlukan untuk menjaga stabilitas harga menjelang puncak permintaan musim libur.
Selain beras, pemerintah juga fokus pada pasokan Minyakita, produk minyak goreng rakyat yang diarahkan untuk tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Melalui kerjasama dengan Bulog dan BUMN pangan, pemerintah menyiapkan skema distribusi langsung ke pedagang eceran kecil sehingga harga di tingkat konsumen dapat lebih rendah dan sesuai ketentuan HET.
Meski ada laporan lonjakan harga Minyakita di beberapa lokasi menjelang Nataru, pemerintah menegaskan bahwa stok minyak goreng secara nasional cukup mencukupi kebutuhan pasar dan akan terus dipantau.
Pengawasan ketat oleh Satgas Pangan dan tindakan tegas terhadap pelanggaran HET dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang tidak semestinya.
Berikut gambaran rata-rata harga beras per kilogram di beberapa wilayah, menurut Panel Harga Pangan Nasional terbaru:
Aceh: Rp14.993/kg
Sulawesi Tenggara: Rp12.196/kg
Sulawesi Tengah: Rp12.240/kg
Kalimantan Barat: Rp12.833/kg
(harga rata-rata pangan terbaru menunjukkan tren di bawah atau mendekati HET)
Harga ini memberi gambaran bahwa meskipun terdapat variasi antar wilayah, kebijakan stabilisasi pasokan berhasil meredam lonjakan tajam harga di sebagian besar daerah.***




