POJOKSATU.id - Inovasi minuman susu dengan ekstrak daun kemangi yang dikembangkan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad), Indonesia, sukses mencuri perhatian dunia internasional.

Produk bernama Milked It! itu berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Seoul International Invention Fair 2025 yang digelar di Korea Selatan pada 5 Desember 2025 lalu.

Gagasan pembuatan minuman berbasis ilmiah ini berangkat dari persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan mahasiswa dan masyarakat luas, yakni stres.

Baca Juga: Wapres Gibran Minta Maaf ke Warga Sumatra, Akui Penanganan Pascabencana Belum Maksimal

Anggota tim, Muhammad Badar, mengungkapkan bahwa tekanan akademik, tuntutan keluarga, hingga lingkungan fakultas kerap membuat banyak orang berada dalam kondisi stres berlebihan.

“Di lingkungan kami, banyak sekali orang yang merasa sangat tertekan, baik karena urusan akademik, keluarga, tuntutan fakultas, dan lain-lain,” kata Badar.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Badar yang merupakan mahasiswa Fakultas Peternakan Unpad angkatan 2022 menggagas susu sebagai solusi minuman penenang.

Baca Juga: Beasiswa S2–S3 Khon Kaen University Thailand 2026 Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah Gratis

Ia kemudian menggandeng dua mahasiswa Program Agrotechnopreneur angkatan 2023 dari Sekolah Vokasi Unpad, yakni Nakumi Laila Syajida dan Aini Al Fatihaturrinqy.

Badar menjelaskan bahwa susu mengandung senyawa triptofan yang dikenal dapat memberikan efek menenangkan, meski efeknya masih tergolong lemah.

Dari situlah tim mencari bahan pendamping yang mampu memperkuat manfaat tersebut dan menemukan ekstrak daun kemangi.

Baca Juga: 3 Hal Pokok yang Harus Diperhatikan PPPK Paruh Waktu, Jangan Sampai Salah Paham

Daun kemangi yang selama ini identik sebagai lalapan pendamping sambal dan aneka hidangan diekstraksi untuk menghasilkan minyak atsiri.

Minyak dengan kandungan senyawa eugenol dan linalool itu kemudian dicampurkan dalam jumlah kecil ke dalam susu sapi pasteurisasi.

Agar lebih ramah di lidah konsumen, tim menambahkan perisa dengan rasa cokelat dan stroberi.

Pilihan rasa ini disesuaikan dengan preferensi mayoritas konsumen. Produk tersebut dikemas dalam botol plastik berukuran 250 mililiter dan diberi label Milked It!.

Baca Juga: Deretan Mahasiswa Penyumbang Emas SEA Games 2025, Dari Panahan hingga Panjat Tebing

Inovasi ini mengantarkan tim Unpad meraih medali emas untuk kategori pertanian dan kesehatan.

Selain itu, mereka juga memperoleh dua special award dari Taiwan Invention Association dan Swiss-Korean Association (ASAMCO).

Dalam kompetisi tersebut, Nakumi menyebutkan bahwa sekitar 30 tim asal Indonesia lolos seleksi awal.

Baca Juga: HARI INI, Hasil TKA SMA 2025 Diumumkan, Ini Mekanisme, Fungsi dan Dampak Kebijakan di Perguruan Tinggi

Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa sekolah menengah, mahasiswa, hingga perusahaan.

Secara keseluruhan, ajang ini diikuti sekitar 500 tim dari 19 negara dan dihadiri perwakilan negara, termasuk kementerian serta asosiasi promosi inovasi dan invensi.

Partisipasi tim Unpad dimulai dengan pengajuan proposal karya ke Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (Innopa) pada September 2025. Hasil seleksi diumumkan sebulan kemudian.

Tahap berikutnya adalah penyaringan oleh panitia di Korea Selatan yang dilakukan berdasarkan proposal tanpa sesi wawancara.

Baca Juga: Mau Lolos Seleksi ASN? Ini 5 Tahap Krusial yang Paling Sering Membuat Guru Gagal Jadi ASN

Penelitian mengenai campuran susu sapi dan ekstrak kemangi sendiri telah dimulai sejak November hingga Desember 2024.

Setelah itu, tim melanjutkan uji pasar dengan melakukan penjualan langsung di Pasar Unpad setiap hari Minggu selama Februari hingga Maret 2025.

Badar mengakui bahwa efek menenangkan dan pencegahan stres dari minuman ini belum diuji secara klinis langsung, melainkan didasarkan pada studi literatur.

Meski begitu, respons konsumen selama uji pasar menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

Baca Juga: Gara-gara Batas Usia Pensiun, 9 Honorer Lombok Timur Gagal Jadi PPPK Paruh Waktu

“Setelah minum, mereka merasa lebih nyaman, lebih cepat tidur, dan lebih rileks,” ujar Badar. Dari total 84 botol yang terjual, sekitar setengah pembeli memberikan testimoni positif.

Namun, keterbatasan proses produksi membuat daya simpan minuman ini masih relatif singkat.

Produk hanya mampu bertahan satu hari pada suhu ruang dan hingga lima hari jika disimpan di dalam lemari pendingin. ***