POJOKSATU.ID - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra.
Ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam proses penanganan pascabencana yang dilakukan pemerintah di lapangan.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Gibran sebagai bentuk empati dan tanggung jawab negara terhadap warga yang terdampak bencana alam.
Baca Juga: Dosen Unpad Raih Young Researcher Award 2025, Riset Dr. Buntora Dorong Kesehatan Laut Indonesia
Ia menegaskan bahwa pemerintah memahami betul penderitaan masyarakat yang harus menghadapi kehilangan, kerusakan tempat tinggal, serta terganggunya aktivitas sehari-hari.
“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan seluruh warga terdampak, serta memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam proses penanganan pascabencana masih terdapat kekurangan,” ujar Gibran, dikutip pojoksatu.id dari instagram @katadatacoid (23/12/2025).
Menurut Gibran, pemerintah saat ini terus mengupayakan percepatan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Baca Juga: 3 Hal Pokok yang Harus Diperhatikan PPPK Paruh Waktu, Jangan Sampai Salah Paham
Mulai dari distribusi logistik, penyediaan tempat pengungsian yang layak, hingga layanan kesehatan menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat dan pemulihan awal.
Selain itu, pemerintah juga fokus pada pemulihan infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor.
Jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, serta layanan kesehatan menjadi sasaran utama agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara normal.\
Baca Juga: Deretan Mahasiswa Penyumbang Emas SEA Games 2025, Dari Panahan hingga Panjat Tebing
Gibran menegaskan bahwa tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilakukan secara bertahap dan terukur.
Pemerintah pusat, kata dia, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan proses pemulihan berjalan efektif.
“Seluruh langkah penanganan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan warga terdampak,” kata Gibran.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada penanganan darurat semata.
Upaya maksimal akan terus dilakukan untuk menyempurnakan penanganan di lapangan, termasuk mempercepat pembangunan kembali wilayah yang terdampak parah.
“Saya pastikan, pemerintah akan terus memberikan upaya maksimalnya dalam mempercepat dan menyempurnakan penanganan di lapangan,” tegas Wapres.
Baca Juga: Akhir Tahun, Klaim PBI JKN BPJS Kesehatan dan Penambahan Peserta Akhir 2025, Masih Terbuka Luas?
Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatra menimbulkan dampak luas, mulai dari korban jiwa, kerusakan rumah warga, hingga lumpuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Kondisi tersebut membuat perhatian pemerintah pusat tertuju pada percepatan pemulihan pascabencana.
Pernyataan Gibran ini pun mendapat perhatian publik.
Baca Juga: Lengkap! Ini Jadwal dan Materi Seleksi PMB PTKIN 2026, Tersedia DuaJalur Utama SPAN dan UM-PTKIN
Permohonan maaf secara terbuka dari Wakil Presiden dinilai sebagai bentuk pengakuan bahwa penanganan bencana masih membutuhkan evaluasi dan perbaikan di berbagai aspek.
Ke depan, pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada pemulihan, tetapi juga memperkuat mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.
Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi kunci penting dalam menghadapi potensi bencana di wilayah rawan seperti Sumatra.***




