POJOKSATU.id - Tahun 2026 bisa menjadi momentum besar bagi mahasiswa Indonesia yang ingin memperluas wawasan akademik sekaligus merasakan pengalaman belajar di luar negeri.
Ada setidaknya empat program exchange dan mobilitas mahasiswa yang akan dibuka, dengan fokus dan karakter berbeda, mulai dari perkuliahan akademik, penguatan kepemimpinan, hingga pertukaran budaya lintas negara.
Keempat program tersebut adalah Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), SNU Student Exchange melalui Seoul National University di Korea Selatan, Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI), serta TF-NUS LEaRN Programme dari National University of Singapore (NUS).
Masing-masing program menawarkan manfaat strategis bagi pengembangan kapasitas mahasiswa Indonesia.
Baca Juga: HARAP SABAR, Skema Pencairan TPG Guru 2025 dan Tambahan Dua Bulan Masih Tunggu Transfer Daerah
IISMA, Beasiswa Satu Semester ke Kampus Dunia
Indonesian International Student Mobility Awards atau IISMA merupakan program pemerintah Indonesia yang dikelola Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Program ini memberikan beasiswa penuh bagi mahasiswa S1 maupun vokasi untuk menjalani perkuliahan selama satu semester di universitas mitra luar negeri.
Mahasiswa diberi kesempatan mengambil mata kuliah lintas disiplin, tidak terbatas pada jurusan asal, untuk memperkaya perspektif akademik.
Fasilitas yang diberikan mencakup pembebasan biaya pendaftaran dan kuliah, bantuan biaya hidup, tiket pesawat pulang-pergi, visa, asuransi kesehatan, transportasi lokal, hingga dana darurat.
Secara umum, IISMA diperuntukkan bagi mahasiswa aktif minimal semester 6 untuk jenjang S1 dan semester 4 untuk vokasi.
Baca Juga: Bau Korupsi Haji 2024 Makin Menyengat, Eks Menag Yaqut Dipanggil dan Diperiksa KPK Minggu Ini!
Pendaftaran IISMA 2026 dijadwalkan dibuka pada 23 Januari hingga 14 Februari 2026 melalui laman resmi iisma.kemdikbud.go.id.
Student Exchange Seoul National University, Korea Selatan
Seoul National University (SNU) menjadi salah satu universitas tujuan favorit dalam program pertukaran mahasiswa internasional.
Kampus ini dikenal sebagai universitas peringkat satu di Korea Selatan dengan reputasi akademik global.
Melalui program student exchange, mahasiswa Indonesia berkesempatan mengikuti perkuliahan di SNU dengan akses penuh ke fasilitas kampus dan komunitas internasional.
Untuk mahasiswa dari kampus tertentu, seperti Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada, tersedia pembebasan biaya kuliah.
Selain itu, mahasiswa juga berpeluang mengakses asrama serta beasiswa Global Korea Scholarship (GKS).
Mahasiswa dapat mengambil mata kuliah sesuai minat dengan mekanisme transfer kredit ke kampus asal, bergantung pada kebijakan masing-masing perguruan tinggi.
Pendaftaran dilakukan melalui International Office kampus asal, dengan jadwal musim gugur dibuka sekitar Februari 2026 dan musim semi sekitar Agustus 2026.
YSEALI, Program Kepemimpinan ke Amerika Serikat
Young Southeast Asian Leaders Initiative atau YSEALI merupakan program pertukaran yang digagas oleh pemerintah Amerika Serikat.
Program ini menyasar mahasiswa dan pemuda Asia Tenggara yang memiliki minat pada kepemimpinan, inovasi, pembangunan komunitas, serta isu masyarakat sipil.
YSEALI menawarkan berbagai skema, mulai dari pertukaran akademik jangka pendek, program pengembangan profesional, hingga workshop regional.
Selama mengikuti program, peserta mendapatkan beasiswa penuh yang mencakup biaya program, uang saku, tiket pesawat, akomodasi, asuransi kesehatan, dan visa.
Baca Juga: Di Tengah Kekhawatiran Warga soal Privasi, DPR Malah Kebut RUU Penyadapan Masuk Prolegnas 2026
Program ini terbuka bagi warga negara Asia Tenggara berusia 18 hingga 25 tahun, termasuk mahasiswa aktif maupun lulusan beberapa tahun terakhir.
Kemampuan bahasa Inggris menjadi syarat utama karena seluruh proses seleksi dan kegiatan dilakukan dalam bahasa Inggris.
Pendaftaran YSEALI 2026 diperkirakan dibuka sekitar 23 Juni hingga 21 Juli 2026.
TF-NUS LEaRN Programme, Kepemimpinan dan Budaya di Singapura
TF-NUS LEaRN Programme diselenggarakan oleh Temasek Foundation bekerja sama dengan National University of Singapore.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa dari universitas mitra, termasuk dari Indonesia, untuk mengikuti pembelajaran kepemimpinan dan pertukaran budaya di Singapura.
Peserta akan mengikuti perkuliahan, pelatihan kepemimpinan, workshop, serta kegiatan sosial yang menekankan isu pembangunan komunitas, kebijakan masa depan, dan pemahaman lintas budaya.
Baca Juga: Tadinya Bandung, Kini se-Jabar! KDM Hentikan Semua Izin Perumahan, Pengembang Ketar Ketir!
Selain itu, mahasiswa juga didorong mengembangkan proyek sosial yang dapat diterapkan di negara asal.
Manfaat yang diberikan meliputi pembiayaan program, akomodasi, serta tambahan dana sebesar 1.500 dolar Singapura untuk tiket pulang-pergi dan biaya hidup.
Persyaratan pendaftaran mencakup status mahasiswa aktif, dokumen akademik, surat rekomendasi, sertifikat kemampuan bahasa Inggris, CV, surat motivasi, hingga persetujuan orang tua bila diperlukan.
Keempat program exchange ini membuka peluang besar bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di lingkungan global, membangun jejaring internasional, dan mengasah kapasitas kepemimpinan. ***




