POJOKSATU.id - Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Otomotif dari Politeknik Transportasi Darat Indonesia - Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD) menjalani kunjungan edukatif ke Laboratorium Charging Station Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong.

Dikutip dari laman resmi BRIN pada Senin (8/12/2025), momen ini jadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami teknologi kendaraan listrik yang terus berkembang, terutama soal baterai dan infrastruktur pengisian dayanya.

Baca Juga: Viral! Aktivis Kalaweit Akhirnya Bongkar 9 Tahun Dicuekin, Ditekan, hingga Dilarang Posting oleh Kementerian Kehutanan!

Gilang Kusuma, tenaga kependidikan PTDI-STTD, menyebut bahwa kunjungan ini merupakan bagian penting dari kurikulum di bawah Kementerian Perhubungan.

“Ketika lulus, para mahasiswa akan langsung diserap Kementerian Perhubungan.

Tujuan kunjungan ini agar mahasiswa memahami tentang teknologi baterai dan sistem pengisian pada kendaraan listrik yang menjadi bagian dari mata kuliah kurikulum kami,” jelasnya.

Baca Juga: CATAT! Instansi dengan Kuota CPNS 2026 Terbanyak, Peluang Masuk ASN Makin Besar!

Dosen PTDI-STTD, Wafirul Hadi, juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah praktikum langsung dari mata kuliah Baterai dan Motor Listrik.

“Melalui kunjungan ke BRIN, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi melihat langsung teknologi motor listrik, sistem pengisiannya, hingga praktik mengoperasikan stasiun pengisian kendaraan listrik,” katanya.

Belajar Infrastruktur EV Langsung dari Ahlinya
Di laboratorium tersebut, mahasiswa mendapat materi mendalam dari Ketua Kelompok Riset E-Mobility Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Eka Rakhman Priandana.

Baca Juga: 20 PTN Paling Ketat di SNBP 2025, Simak Cara Cek Daya Tampung SNBP 2026 Biar Peluangmu Makin Jelas

Ia memaparkan sejumlah elemen penting ekosistem kendaraan listrik, mulai dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), hingga sistem manajemen stasiun pengisian atau charging station management system.

Baca Juga: Tanpa Awak

Tidak hanya kelas teoritis, mahasiswa juga diajak turun langsung ke workshop, melihat pusat kontrol sistem pengisian daya, dan mengamati pengoperasian SPKLU BRIN.

Pengalaman nyata ini membuat mereka memahami lebih dekat bagaimana fasilitas pengisian kendaraan listrik bekerja dan perannya dalam percepatan adopsi EV di Indonesia.

Eka pun berharap kunjungan ini memberi dampak positif bagi mahasiswa PTDI-STTD.

Baca Juga: Kerugian Banjir Rp 68,6 Triliun Menggunung, Negara dan Korporasi Manakah yang Akan Tanggung Jawab?

“Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam studi mereka, bahkan menjadi inspirasi untuk tugas akhir.

Kami siap membimbing tugas akhir maupun menerima mahasiswa yang ingin magang. Semoga wawasan yang didapat juga dapat memberikan insight untuk Kementerian Perhubungan terkait kendaraan listrik,” bebernya.

Wawasan Baru untuk Calon Insinyur Transportasi
Bagi mahasiswa, kunjungan ini jelas menambah perspektif baru tentang teknologi kendaraan listrik.

Baca Juga: Rapat di Aceh Memanas! Bantuan Udara Gagal Total, Prabowo Tanya: Kenapa Masih Begini?

Rocky Vernando Pratama, salah satu mahasiswa Teknologi Rekayasa Otomotif PTDI-STTD, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

“Salah satu fokus dari studi kami adalah pengujian kendaraan bermotor, terutama untuk kendaraan baru yang kini banyak berupa kendaraan listrik. Kami membutuhkan informasi mengenai sistem yang akan dikembangkan di masa depan untuk pengujian kendaraan listrik.”

Di sisi lain, kegiatan ini juga memperkuat kemitraan akademik antara PTDI-STTD dan BRIN, terutama dalam upaya bersama mencetak SDM unggul di bidang teknologi transportasi modern.

Baca Juga: 20 Kampus Swasta Terbaik di Asia Versi AppliedHE ALL ASIA 2026

Melalui pembelajaran langsung di laboratorium riset, mahasiswa diharapkan siap berkontribusi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang makin strategis di tanah air. ***