POJOKSATU.id - Pelaksanaan PPG Prajabatan 2025 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah peserta menyampaikan keluhan panjang terkait koordinasi dan ketepatan jadwal penyelenggaraan.

Melalui berbagai platform media sosial termasuk akun resmi PPG Kemendikdasmen peserta menyoroti tiga masalah utama yaitu ketidakjelasan penambahan kuota tes substantif pengumuman jadwal tes yang dirilis terlalu larut serta hasil substantif yang tidak diumumkan sesuai jadwal resmi.

Situasi ini membuat banyak peserta merasa dirugikan terutama mereka yang harus menempuh perjalanan jauh ke lokasi tes.

Baca Juga: Bikin Bingung! Apa Perbedaan PPG Guru Tertentu Tahap 5 dan Periode 5 yang Tertulis pada SIMPKB? Begini Penjelasannya!

Kritik peserta menegaskan bahwa pelaksanaan PPG Prajabatan perlu perbaikan signifikan agar lebih profesional dan konsisten.

Kuota Tes Substantif Dinilai Tidak Transparan

Keluhan pertama yang paling banyak muncul adalah soal ketidakjelasan penambahan kuota tes substantif.

Peserta menyampaikan bahwa pada masa pendaftaran banyak wilayah melaporkan kuota yang sangat terbatas bahkan penuh dalam hitungan menit.

Baca Juga: Di Tengah Gedung Mewah Jakarta Pusat, Warga Kampung Bertahan di Jalan Tanpa Aspal

Sejumlah peserta mengaku telah meminta kepastian mengenai kemungkinan penambahan kuota namun tidak mendapat respons dari penyelenggara.

Kondisi ini membuat banyak calon peserta kebingungan mengenai peluang mereka untuk mengikuti seleksi.

Minimnya informasi resmi membuat sebagian peserta merasa tidak diperlakukan secara adil.

Baca Juga: Pertamina Regional JBB Amankan Suplai dan Layanan SPBU KM 57A untuk Puncak Nataru 2025/2026

Ini menjadi sorotan penting karena kuota yang tidak transparan berpotensi menghambat kesempatan peserta yang memenuhi syarat.

Pengumuman Jadwal Tes Substantif Dianggap Terlalu Mepet

Kritik kedua datang dari peserta yang memperoleh jadwal tes substantif secara mendadak.

Pengumuman lokasi dan jadwal diterima larut malam dan hanya menyisakan waktu sangat singkat bagi peserta untuk mempersiapkan perjalanan.

Banyak peserta mengikuti tes di luar kota bahkan luar pulau sehingga membutuhkan waktu untuk mengatur transportasi tiket dan akomodasi.

Fakta bahwa sebagian peserta mendapatkan jadwal di hari pertama semakin menambah tekanan.

Baca Juga: Heboh! Kelaparan Picu Kepanikan Massal, BNPB Akui Warga Sampai Rebut Paksa Logistik

Beberapa peserta menyebut kondisi ini tidak manusiawi mengingat tes substantif adalah tahap penting yang idealnya membutuhkan persiapan matang.

Waktu pengumuman yang terlalu mepet dianggap sebagai bentuk ketidakteraturan dalam manajemen jadwal PPG 2025.

Hasil Tes Substantif Tidak Keluar Sesuai Jadwal

Masalah ketiga yang turut memancing kekecewaan adalah pengumuman hasil substantif yang molor dari jadwal resmi.

Baca Juga: Tambahan 100 Persen TPG THR Bukan Untuk Semua! Ini Cara Mengetahui Anda Termasuk Penerima atau Bukan

Jadwal menyebutkan bahwa hasil tes substantif akan dirilis pada 29 November.

Namun hingga memasuki 30 November tidak ada kejelasan apa pun baik melalui SIMPKB maupun kanal resmi media sosial PPG.

Ketidaktepatan jadwal ini membuat peserta berada dalam ketidakpastian termasuk dalam mempersiapkan tahapan wawancara.

Baca Juga: TPG 100 Persen Mulai Dicairkan Akhir Bulan November! Siapa Saja Guru yang Berhak Menerima?

Peserta menilai bahwa ketika tanggal resmi sudah ditetapkan penyelenggara seharusnya memiliki kesiapan untuk merilis pengumuman tepat waktu.

Keterlambatan tanpa pemberitahuan dianggap tidak profesional dan berpotensi mengganggu rangkaian seleksi berikutnya.

Minim Respons di Media Sosial Resmi PPG

Peserta turut menyampaikan kekecewaan terhadap minimnya respons dari akun Instagram resmi PPG yang dinilai tidak memberikan pembaruan informasi apa pun.

Peserta menilai bahwa akun tersebut seharusnya menjadi pusat informasi terutama ketika ada perubahan jadwal atau keterlambatan pengumuman.

Namun komentar dan pertanyaan peserta justru tidak dijawab sehingga memunculkan asumsi bahwa penyelenggara kurang memperhatikan kebutuhan informasi peserta.

Ketidakhadiran komunikasi aktif seperti klarifikasi pemberitahuan atau penjelasan alasan keterlambatan semakin memperbesar rasa kecewa peserta.

Baca Juga: APBD Seret, TPP ASN dan PPPK Dipotong 50 Persen, ASN Flotim Terancam Kesulitan Ekonomi

Banyak yang menilai bahwa komunikasi yang baik adalah bagian penting dari proses pendidikan profesional yang seharusnya dijunjung tinggi.

Peserta Mempertanyakan Profesionalitas Penyelenggaraan

Kumpulan kekecewaan peserta membuat banyak calon guru mempertanyakan profesionalitas penyelenggara PPG Prajabatan 2025.

Peserta menyampaikan bahwa mereka mengikuti PPG untuk dididik menjadi guru profesional namun sistem yang diterapkan justru dinilai belum menunjukkan profesionalisme.

Mereka berharap penyelenggara lebih transparan lebih komunikatif dan mampu memberikan informasi tepat waktu.

Peserta juga meminta adanya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang pada gelombang atau tahun berikutnya.

Karena PPG merupakan program strategis nasional peserta menilai bahwa konsistensi akurasi jadwal dan komunikasi yang baik harus menjadi standar mutlak.

Harapan Perbaikan untuk Seleksi Tahap Berikutnya

Meski diselimuti kekecewaan peserta tetap berharap tahapan selanjutnya dapat berjalan lebih lancar.

Agenda berikutnya seperti wawancara memerlukan persiapan matang yang hanya bisa dilakukan jika jadwal diumumkan tepat waktu.

Peserta meminta penyelenggara untuk meningkatkan transparansi dan menyajikan informasi secara real time melalui SIMPKB maupun media sosial resmi.

Selain itu peserta menekankan pentingnya memberikan pemberitahuan jika terjadi kendala teknis.

Dengan manajemen yang lebih teratur pelaksanaan PPG Prajabatan ke depan dapat memberikan pengalaman yang lebih adil dan sesuai standar profesionalisme pendidikan.***