POJOKSATU.id - Dalam setiap tahun anggaran, pola pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) selalu menimbulkan diskusi di kalangan pendidik.

Fenomena paling sering terjadi ialah TPG Triwulan 3 (TW 3) yang tertunda lebih lama dibanding Triwulan 4 (TW 4).

Kejadian ini kembali terulang pada 2025, ketika banyak daerah sudah menerima TW 4, sementara TW 3 masih belum cair.

Guru pun mulai mempertanyakan mengapa prosesnya bisa terbalik padahal TW 3 berada di urutan lebih dulu.

Baca Juga: Nominal TPG TW 4 Beda-Beda? Ini Alasan Utamanya, Bukan Salah Daerah

Untuk menjawab kebingungan itu, berikut penjelasan lengkap mengenai akar penyebabnya.

TW 3 Wajib Menerbitkan SKTP, Sementara TW 4 Tidak Selalu

Pencairan TW 3 terikat pada kewajiban penerbitan SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi).

Proses ini membutuhkan pengecekan detail beban mengajar, linearitas, rombel, dan pemenuhan jam wajib.

Jika ada kesalahan sekecil apa pun, SKTP guru bisa tertunda berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Baca Juga: Tim STEI ITB Pasang Panel Penerangan Jalur Hutan Rotan di Sijunjung, Bantu Aktivitas Petani

Berbeda dengan TW 4, yang dalam beberapa tahun terakhir tidak selalu memerlukan penerbitan SKTP baru.

Tanpa proses SKTP yang panjang, TW 4 bergerak lebih cepat, sementara TW 3 menunggu antrean validasi.

Inilah faktor terbesar yang membuat TW 3 kerap molor.

TW 3 Berada di Tengah Kalender Akademik, Validasi Data Lebih Rumit

TW 3 berada di posisi yang tidak strategis dalam kalender pendidikan karena terjadi saat banyak perubahan data berlangsung.

Mutasi guru, penggantian rombel, penyesuaian jadwal, hingga perubahan mapel sering terjadi pada semester pertama.

Akibatnya, data guru menjadi lebih dinamis, sehingga pusat membutuhkan lebih banyak waktu untuk memastikan validasi.

TW 4 biasanya lebih stabil karena berada di akhir tahun ketika struktur kelas dan distribusi jam mengajar sudah final.

Baca Juga: Tim STEI ITB Pasang Panel Penerangan Jalur Hutan Rotan di Sijunjung, Bantu Aktivitas Petani

Kompleksitas data inilah yang sering membuat TW 3 tertunda.

Banyak Daerah Terlambat Sinkronisasi Dapodik Menjelang TW 3

Sinkronisasi Dapodik menjadi syarat utama validasi TPG.

Namun banyak operator sekolah terlambat melakukan sinkronisasi TW 3 karena beban admin menumpuk.

Baca Juga: 50 Soal UAS dan SAS Bahasa Inggris Kelas 10 Semester 1, Lengkap Jawaban serta Pembahasan, Descriptive text hingga Grammar

Ketika sinkronisasi lewat batas waktu, pusat tidak dapat membaca data sehingga SKTP otomatis tertahan.

TW 4 memiliki keuntungan karena biasanya sinkronisasi sudah dilakukan rutin setelah TW 3 bermasalah.

Artinya, TW 4 tinggal melanjutkan data yang sudah benar, sedangkan TW 3 perlu menyelesaikan banyak perbaikan.

TW 3 Butuh Anggaran Lebih Besar karena Banyak Guru Baru Lulus PPG

Setiap tahun, banyak guru baru lulus PPG dan mulai berhak menerima TPG di triwulan berjalan.

Jumlah penerima baru terbanyak biasanya terjadi pada semester pertama ketika gelombang PPG ditetapkan.

Hal ini menambah beban anggaran TW 3 sehingga pusat perlu menyesuaikan alokasi sebelum mencairkan dana.

Ketika alokasi perlu dihitung ulang, pencairan otomatis tertunda.

Sebaliknya, TW 4 biasanya sudah memiliki daftar penerima yang stabil sehingga proses pencairan berjalan lebih cepat.

TW 3 Sering Tertabrak Jadwal Evaluasi Tengah Tahun

Semester pertama penuh dengan kegiatan evaluasi seperti ANBK, penilaian tengah semester, dan administrasi sekolah lainnya.

Baca Juga: Bocah SD yang Viral Berangkat Sendirian Pakai KRL Segera Pindah Sekolah Lebih Dekat Rumah

Banyak daerah harus membagi fokus antara kegiatan evaluasi dan perbaikan data TPG.

Hal ini membuat proses pengiriman data TW 3 tidak seragam di seluruh wilayah.

TW 4 berada di akhir tahun ketika sebagian besar kegiatan sudah selesai, membuat daerah bisa fokus menyelesaikan validasi dengan cepat.

Dampaknya, TW 4 lebih lancar sementara TW 3 tertunda.

TW 3 Memang Paling Rumit, TW 4 Jadi Lebih Mudah

Setelah ditelusuri, penyebab TW 3 lebih sering tertunda bukanlah semata masalah teknis, melainkan kombinasi faktor administratif, validasi data, dan alokasi anggaran.

TW 3 berada dalam posisi paling rumit dalam setahun, sehingga wajar jika pencairannya lebih lambat.

TW 4 sebaliknya lebih stabil dan siap cair setelah data TW 3 beres.

Guru tidak perlu panik apabila TW 3 belum cair ketika TW 4 sudah masuk, karena kedua proses berjalan dengan mekanisme berbeda.

Yang penting, pastikan data valid agar tidak terhambat dalam batch selanjutnya.***