POJOKSATU.id - Video yang menampilkan seorang siswa sekolah dasar (SD) asal Tangerang yang berangkat sekolah sendirian menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) ke Klender, Jakarta Timur, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, bocah bernama Hafitar terlihat menaiki kereta sejak subuh dari rumahnya di Parung Jaya, Kota Tangerang, menuju sekolahnya di kawasan Klender.

Dalam rekaman yang beredar, siswa berseragam merah-putih itu tampak berbaur dengan para penumpang lain di peron stasiun.

Baca Juga: Pidato Mendikdasmen di Hari Guru: Tugas Administrasi Berkurang, Perlindungan Hukum dan Tunjangan Guru Honorer Naik 2026

Gesturnya yang tenang dan terbiasa menggunakan transportasi umum membuatnya terlihat seperti pekerja dewasa yang rutin berangkat kerja, bukan seperti anak SD pada umumnya.

Seragam sekolah yang dikenakannya mencolok di antara antrean penumpang yang menunggu kereta.

Kepala Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Farida Farhah, menjelaskan latar belakang perjalanan jauh yang harus ditempuh Hafitar setiap hari.

Menurutnya, sebelumnya Hafitar tinggal bersama ibunya di Kampung Sumur, Klender, yang jaraknya dekat dengan sekolah.

Baca Juga: BRIN Siap Tampung Lulusan Sekolah Garuda, Bangun Ekosistem Riset dan Inovasi Jangka Panjang

Namun situasi berubah setelah ayahnya meninggal lima tahun lalu dan sang ibu mendapatkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di Tangerang.

“Pekerjaan itu baru didapat September kemarin. Karena mereka ngontrak di Klender, mau tidak mau anak ini ikut ibunya tinggal di Tangerang,” kata Farida, Senin, 24 November 2025.

Pada awal perpindahan, sang ibu masih mengantar dan menjemput Hafitar setiap hari menggunakan KRL.

Namun setelah melihat anaknya mulai mandiri dan hafal rute perjalanan, Hafitar mulai dilepas bepergian sendiri.

Baca Juga: Presiden Rehabilitasi Nama Baik Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi Usai Divonis 4,5 Tahun Penjara

Ia juga dibekali kartu Commuter Line dan JakLingko, serta sang ibu berkoordinasi dengan petugas di sejumlah stasiun seperti Parung Panjang, Tanah Abang, hingga Buaran.

Sejumlah guru dan orang tua murid bahkan sempat menawarkan tempat tinggal sementara agar Hafitar tidak harus pulang-pergi jauh setiap hari. Namun tawaran tersebut sempat ditolak oleh sang ibu.

Setelah kisahnya ramai diperbincangkan, sekolah akhirnya mengambil inisiatif bersama para orang tua murid.

Pada Minggu lalu, Hafitar bersedia tinggal sementara di rumah salah satu teman sekolahnya.

Baca Juga: Peneliti BRIN Pastikan Genetik Rafflesia Tetap di Indonesia, Temuan Baru Rafflesia Hasseltii Bikin Haru

Proses pemindahan dilakukan setelah diskusi dengan pihak keluarga dan orang tua yang menampung. Saat ini, Hafitar diantar-jemput setiap hari oleh keluarga tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN Klender 04, Dwiyanti Lestari, memastikan Hafitar (8), siswa yang sempat viral karena berangkat sekolah sendiri dari Tangerang ke Jakarta Timur menggunakan KRL, akan pindah sekolah ke kawasan Parung, Kabupaten Bogor.

Saat ini, Hafitar masih tercatat sebagai murid SDN Klender 04, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Dwiyanti menjelaskan, Hafitar akan bersekolah di Parung karena ibunya kini bekerja di kawasan tersebut sebagai asisten rumah tangga.

Baca Juga: Kabid Propam Polda Sumut Kombes Julihan Dinonaktifkan Sementara Buntut Berita Viral Pemerasan

Kondisi itu membuat keluarga memutuskan untuk menyesuaikan lokasi sekolah Hafitar.

"Akhirnya mama Hafitar dan Hafitar itu bersedia untuk pindah di semester dua di dekat rumahnya (Parung), karena pada saat sekarang mamanya sudah mendapatkan pekerjaan di daerah Parung sebagai asisten rumah tangga," ungkap Dwiyanti Lestari saat ditemui, Senin (24/11/2025).

Menurut dia, Hafitar nantinya akan bersekolah di tempat yang sama dengan anak majikan ibunya di Parung.

"Kebetulan bosnya itu baik ya dan mencarikan sekolah untuk Hafitar nanti bersama-sama dengan anak-anaknya bosnya nanti untuk di semester 2," ujar Dwiyanti.

Baca Juga: Amanda Manopo Umumkan Kehamilan, Istri Kenny Austin Itu Ungkap Syukur Dapat Anugerah Terbesar Bakal jadi Seorang Ibu

Untuk sementara, Hafitar tinggal di rumah teman sekolahnya, Gibran, yang berlokasi tidak jauh dari SDN Klender 04.

"Akhirnya mamanya menerima tawaran dari salah satu orang tua murid, kebetulan teman akrabnya Hafitar bernama Gibran, untuk menampung Hafitar selama kurang lebih dua mingguan," ucap Dwiyanti.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan sekaligus menggambarkan perjuangan seorang siswa kecil bernama Hafutar. Dia tetap berusaha meraih pendidikan meski menghadapi tantangan perjalanan jauh setiap hari. ***