POJOKSATU.id - Setiap triwulan, banyak guru kaget ketika validasi Info GTK mereka berwarna merah bukan karena jam mengajar kurang, tetapi karena mapel yang diampu tidak linear dengan sertifikat pendidik.
Masalah ini menjadi penyebab paling sering gagalnya SKTP terbit, sehingga Tunjangan Profesi Guru (TPG) otomatis tidak cair.
Ironisnya, sebagian besar kasus terjadi karena guru tidak mengetahui bahwa mapel baru yang mereka ajarkan berada di luar rumpun sertifikasi.
Pola ini sering berulang terutama setelah terjadi mutasi, rotasi jam mengajar, atau perubahan struktur kurikulum.
Baca Juga: Internet Rakyat untuk Penerima Subsidi, Ini Cara Daftar Kelayakan Internet 100 Ribu
Berikut daftar mapel yang paling sering memicu masalah linearitas dan membuat TPG tertahan.
Guru Bahasa Indonesia Mengajar Mapel IPA atau IPS
Kasus pertama yang paling sering terjadi adalah guru bersertifikat Bahasa Indonesia dipindahkan mengajar IPA atau IPS karena kekurangan guru mapel.
Secara administratif, Bahasa Indonesia hanya linear dengan mata pelajaran dalam rumpun bahasa, bukan rumpun sains atau sosial.
Meskipun guru mampu mengajar, sistem tetap menolak validasi linearitasnya.
Hal inilah yang membuat banyak guru kaget ketika Info GTK mereka bermasalah.
Perbedaan rumpun ilmu ini tidak bisa dinegosiasikan karena sudah diatur dalam Permendikbud terkait linearitas.
Guru Matematika Dipindahkan Mengajar Informatika
Munculnya mata pelajaran Informatika dalam Kurikulum Merdeka membuat banyak sekolah memberikan tugas tambahan kepada guru Matematika.
Namun, Informatika tidak sepenuhnya linear dengan Matematika karena berada pada rumpun TIK/komputer.
Banyak guru yang menganggap kedua mapel masih berhubungan, padahal tidak di mata sistem linearitas.
Akibatnya, validasi Info GTK sering gagal meskipun guru tersebut sudah memenuhi jam mengajar.
Kesalahan ini menjadi salah satu kasus paling banyak ditemukan sejak implementasi Kurikulum Merdeka.
Guru PPKn Mengajar Sosiologi atau Sejarah
PPKn berada di rumpun kewarganegaraan, sementara Sejarah dan Sosiologi berada di rumpun ilmu sosial.
Walaupun sama-sama ilmu sosial, ketiga mapel ini tidak saling linear kecuali pada rumpun tertentu yang disebut secara eksplisit dalam regulasi.
Banyak sekolah melakukan rotasi ini karena kekurangan guru IPS di jenjang SMA/SMK.
Ketidaksesuaian ini sering menjadi penyebab gagalnya validasi SKTP di jenjang menengah.
Baca Juga: Proyek Swasta Diduga Serobot Bahu Jalan di Karawang Timur, Warga Resah
Guru perlu memastikan bahwa mapel yang mereka ampu benar-benar masuk rumpun sertifikasi, bukan hanya “mirip secara umum”.
Guru IPA Mengajar Matematika atau Sebaliknya
Guru IPA (Biologi, Fisika, Kimia) sering diminta membantu mengajar Matematika karena jumlah siswa banyak.
Namun secara administrasi, Matematika berada di rumpun ilmu tersendiri dan tidak linear dengan mapel IPA.
Begitu juga sebaliknya: guru Matematika tidak linear jika mengajar Biologi, Kimia, atau Fisika.
Banyak sekolah menyangka rumpun sains bisa saling menggantikan, padahal sistem linearitas tidak membaca keterkaitan umum, tetapi membaca rumpun sesuai sertifikat pendidik.
Ini adalah salah satu penyebab TPG gagal cair di banyak daerah.
Guru Seni Budaya Mengajar Prakarya atau Keterampilan
Seni Budaya dan Prakarya sering dianggap berada dalam kelompok yang sama, sehingga sekolah kerap menukar keduanya.
Padahal, linearitas masing-masing telah ditetapkan dalam regulasi dan tidak bisa saling menggantikan.
Kesalahan ini terjadi terutama di jenjang SMP yang kekurangan guru Prakarya.
Baca Juga: 10 Kuliner Jawa Tengah Paling Wajib Dicoba! Legendaris, Murah, dan Selalu Bikin Rindu
Karena tidak linear, sistem Info GTK otomatis menolak validasi beban mengajar Prakarya oleh guru Seni Budaya.
Hasilnya, SKTP tidak terbit dan TPG tertahan tanpa bisa diproses.
Guru Bahasa Inggris Mengajar Bahasa Daerah atau Bahasa Indonesia
Linearitas Bahasa Inggris hanya berlaku untuk rumpun bahasa asing.
Artinya, mengajar Bahasa Indonesia atau Bahasa Daerah tidak dianggap linear sama sekali.
Kasus ini sering terjadi di sekolah yang mengalami kekurangan guru mapel Bahasa Indonesia namun memiliki kelebihan guru Bahasa Inggris.
Meskipun guru mampu mengajar, linearitas tetap tidak bisa disamakan.
Ketidaksesuaian rumpun ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat Info GTK guru berwarna merah dan TPG gagal cair.
Solusi Utama Ada pada Penugasan dan Koordinasi Sekolah
Daftar mapel non-linear di atas menunjukkan bahwa banyak guru kehilangan hak TPG bukan karena kesalahan pribadi, tetapi karena ketidaksesuaian penugasan dari sekolah.
Linearitas adalah syarat mutlak yang tidak dapat dinegosiasikan dalam sistem Info GTK dan SKTP.
Solusi terbaik adalah memastikan penugasan sesuai sertifikat pendidik sejak awal tahun ajaran, berkoordinasi dengan operator, dan mengecek panduan linearitas resmi Kemendikdasmen.
Dengan memahami risiko ini, guru dapat memastikan TPG tetap aman setiap triwulan.***




