POJOKSATU.ID – Sebanyak ratusan aparatur sipil negara (ASN) terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Mereka mengikuti pelatihan ekstrem di Pusat Latihan Tempur Amborawang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.  Pelatihan yang diinisiasi oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Bertujuan membentuk karakter tangguh, disiplin, dan berjiwa kepemimpinan dalam menyambut transformasi besar menuju Ibu Kota Negara baru, Nusantara.

 

Misi Membentuk ASN Tangguh dan Berintegritas

Pelatihan ini diikuti oleh 193 peserta, terdiri atas 118 laki-laki dan 75 perempuan dari berbagai instansi pemerintahan.

Baca Juga: Tak Hanya Ekspor Mentah, Indonesia Siapkan 100 Pabrik Olahan Pertanian Baru

Mereka digembleng dalam suasana ala militer di bawah bimbingan instruktur profesional di lapangan latihan tempur.

Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar latihan fisik. Agar mereka bisa mempersiapkan dirinya.

Lalu, ada juga untuk menanamkan semangat kebangsaan, kerja tim, dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap bangsa dan negara.

OIKN menilai, dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara, dibutuhkan aparatur yang tidak hanya pintar di atas kertas, tetapi juga tahan uji di lapangan.

Baca Juga: Gubernur Pramono Pastikan Semua Biaya Pengobatan Korban Ditanggung Pemprov DKI pasca Ledakan SMAN 72 Jakarta

ASN harus siap menghadapi tekanan, perubahan, dan tantangan ekstrem di era transformasi birokrasi.

 

Pelatihan di Pusat Latihan Tempur Amborawang

Pusat Latihan Tempur Amborawang yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dipilih karena fasilitasnya yang lengkap dan medan yang menantang.

Selama beberapa hari, para peserta digembleng dengan kegiatan luar ruangan, termasuk latihan baris berbaris, navigasi lapangan, simulasi tanggap bencana, serta kegiatan kebersamaan yang menekankan kerja tim.

Kegiatan pelatihan ini juga diisi dengan sesi motivasi kepemimpinan, penanaman nilai dasar ASN, serta pelatihan fisik ringan hingga sedang yang dirancang untuk membentuk mental pantang menyerah.

Metode pelatihan tempur dipilih agar peserta benar-benar merasakan pengalaman di luar zona nyaman.

Baca Juga: Dari Marah ke Tenang! 6 Langkah Belajar Mengendalikan Emosi Tanpa Kehilangan Diri Sendiri

Dengan begitu, mereka diharapkan bisa membawa semangat tangguh itu kembali ke kantor dan menjadi motor perubahan di lingkungan kerja masing-masing.

 

Mengapa ASN Perlu Didik atau Digembleng?

Langkah OIKN melatih aparatur di pusat latihan tempur menjadi sorotan publik karena konsepnya yang tidak biasa. Namun pendekatan ini justru diapresiasi banyak pihak.

Dalam konteks reformasi birokrasi dan penguatan ASN menjelang perpindahan Ibu Kota Negara ke Nusantara, para aparatur dituntut memiliki daya tahan, integritas, serta kemampuan adaptasi tinggi.

Baca Juga: Biaya Kuliah Farmasi di PTN, Pilihan Populer Buat yang Mau Kerja di Dunia Kesehatan, Begini Cara Atur Biayanya

OIKN ingin memastikan bahwa ASN yang akan bertugas di IKN siap secara mental dan fisik untuk melayani masyarakat dalam situasi apa pun.

Pelatihan ini juga dianggap sebagai simbol perubahan paradigma ASN dari pejabat administratif menjadi agen pelayanan publik yang dinamis, kreatif, dan siap menghadapi tekanan.

 

Suara Peserta, Dari Pegawai Biasa ke Pemimpin Lapangan

Beberapa peserta mengaku, pengalaman digembleng di Pusat Latihan Tempur memberikan pelajaran hidup yang tidak mereka dapatkan di ruang kerja biasa.

Baca Juga: PPPK Harus Tingkatkan Kompetensi Sebelum Kontrak Berakhir, Ini Regulasi Terbarunya

Mereka belajar pentingnya kerja sama dan daya juang. Saat harus berjalan di medan berat dan saling bantu, di situlah kami merasa satu tim,

Para peserta juga diajak merenungi nilai kebangsaan dan tanggung jawab ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik.

Nilai ini diharapkan menjadi pondasi moral bagi aparatur yang akan ditempatkan di Ibu Kota Nusantara, proyek besar yang menjadi simbol masa depan Indonesia.

 

Sinergi untuk Nusantara

Otorita IKN menegaskan bahwa kegiatan ini bukan kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pembangunan SDM aparatur Nusantara.

Melalui pembentukan karakter ASN yang kuat dan berintegritas, OIKN ingin memastikan semua aparatur memiliki visi yang sama.

Baca Juga: KPK Ciduk Bupati Ponorogo dan Adiknya, Apakah Sistem Mutasi Jabatan di Daerah Memang Rentan Korupsi?

Seperti, membangun Nusantara sebagai kota masa depan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Pelatihan juga menjadi momentum mempererat solidaritas lintas instansi karena peserta berasal dari berbagai lembaga pusat dan daerah.

Sinergi inilah yang kelak dibutuhkan ketika IKN beroperasi penuh dan menjadi pusat pemerintahan Indonesia.

 

Dampak Positif bagi Reformasi ASN

Program seperti ini berpotensi menjadi model pelatihan nasional.

Baca Juga: DPR RI Turun ke RS, 4 Korban Ledakan SMAN 72 Jalani Operasi dan Puluhan Lainnya Dirawat Intensif

Banyak daerah lain mulai meniru konsep pelatihan karakter aparatur berbasis lapangan untuk memperkuat etos kerja dan kedisiplinan pegawai.

Langkah OIKN ini juga selaras dengan semangat Undang-Undang ASN 2023.

Yang menekankan pentingnya pengembangan kompetensi dan karakter aparatur sebagai bagian dari kinerja pemerintahan yang efektif.

Selain peningkatan kapasitas teknis, pembentukan mental melalui simulasi medan berat diyakini akan memperkuat daya tahan ASN.

Dalam menghadapi tekanan kerja, dinamika sosial, hingga tuntutan publik yang semakin tinggi.

Pelatihan ratusan PNS dan PPPK di Pusat Latihan Tempur Amborawang menunjukkan keseriusan pemerintah membangun aparatur negara yang kuat, profesional, dan siap bertransformasi menuju Nusantara.

Baca Juga: Dari Sawah ke Pabrik, Investasi Baru Ini Janjikan Ratusan Ribu Lapangan Kerja di Desa

ASN masa depan tidak lagi hanya dituntut mahir bekerja di balik meja, tetapi juga siap terjun langsung, memimpin, dan melayani dalam berbagai situasi.

Karena sejatinya, birokrasi yang tangguh dimulai dari individu yang tangguh pula.***