POJOKSATU.id – Bagi banyak orang, jurusan farmasi sering jadi jalan tengah buat mereka yang ingin berkarier di dunia kesehatan tapi enggan menanggung biaya besar seperti di kedokteran atau keperawatan.
Menariknya, biaya kuliah farmasi tergolong lebih ramah di kantong, tapi peluang kariernya tetap luas dan menjanjikan.
Tak heran kalau jurusan ini makin naik daun, apalagi buat kamu yang tertarik dengan dunia obat-obatan, kimia, dan pelayanan kesehatan.
Nah, buat kamu yang sudah mulai merencanakan kuliah di bidang ini, penting banget untuk tahu gambaran biaya kuliah farmasi di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Yuk, kita bahas satu per satu dengan santai!
Baca Juga: Dari Marah ke Tenang! 6 Langkah Belajar Mengendalikan Emosi Tanpa Kehilangan Diri Sendiri
1. UGM, Kelas Favorit dengan Banyak Pilihan UKT
Universitas Gadjah Mada (UGM) memang dikenal punya Fakultas Farmasi terbaik di Indonesia.
Kampus ini menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT), di mana besaran biaya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa dan keluarganya.
Berdasarkan situs resmi penerimaan mahasiswa baru UGM Tahun Ajaran 2025/2026, berikut detailnya:
Biaya Kuliah Tunggal: Rp27.919.000 per semester
UKT Pendidikan Unggul: Rp17.300.000 per semester
UKT Kelompok 1 & 2: 100% bersubsidi
UKT Kelompok 3: Rp4.325.000 per semester (subsidi 75%)
UKT Kelompok 4: Rp8.650.000 per semester (subsidi 50%)
UKT Kelompok 5: Rp12.975.000 per semester (subsidi 25%)
Jadi, mahasiswa dari latar belakang ekonomi berbeda tetap punya kesempatan yang sama buat kuliah di UGM tanpa khawatir biaya membengkak.
Baca Juga: PPPK Harus Tingkatkan Kompetensi Sebelum Kontrak Berakhir, Ini Regulasi Terbarunya
2. UNAIR, Pilihan Menarik di Jawa Timur
Bergeser ke Surabaya, Universitas Airlangga (UNAIR) juga punya jurusan farmasi yang terkenal solid.
Sistem UKT di sini dibagi jadi tujuh kelompok, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp15 juta per semester.
Berikut rincian UKT Farmasi UNAIR Tahun Ajaran 2025/2026:
UKT 1: Rp500.000
UKT 2: Rp1.000.000
UKT 3: Rp2.400.000
UKT 4: Rp6.000.000
UKT 5: Rp8.000.000
UKT 6: Rp13.500.000
UKT 7: Rp15.000.000
Baca Juga: KPK Ciduk Bupati Ponorogo dan Adiknya, Apakah Sistem Mutasi Jabatan di Daerah Memang Rentan Korupsi?
Cukup fleksibel, ya. Dengan sistem seperti ini, mahasiswa bisa menyesuaikan kemampuan finansialnya, sementara kualitas pendidikan tetap terjaga.
3. ITB, Bukan Hanya Teknologi, Farmasi Juga Keren
Siapa bilang Institut Teknologi Bandung (ITB) cuma jago di bidang teknik dan sains?
Fakultas Farmasi ITB justru termasuk yang paling bergengsi di Indonesia.
Untuk Tahun Ajaran 2025/2026, biaya kuliahnya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp12.500.000 per semester, baik untuk program Sains dan Teknologi Farmasi maupun Farmasi Klinik dan Komunitas.
Program studinya fokus pada penelitian dan inovasi obat, jadi cocok banget buat kamu yang suka eksperimen di laboratorium dan tertarik mengembangkan karier di bidang industri farmasi.
4. UI, Banyak Pilihan dan Banyak Peluang
Nah, kalau kamu bermimpi kuliah di Depok, Universitas Indonesia (UI) juga punya jurusan farmasi dengan sistem UKT yang cukup variatif.
UI membagi UKT-nya menjadi 11 kelompok, mulai dari Rp500 ribu sampai Rp20 juta per semester.
Rinciannya:
Rp500.000 (UKT 1) – Rp20.000.000 (UKT 11).
Semakin tinggi kelompoknya, semakin besar biaya yang dibayarkan.
Tapi tenang, ada banyak jalur beasiswa yang bisa kamu manfaatkan di UI, mulai dari bantuan biaya pendidikan hingga beasiswa prestasi.
Baca Juga: Fisioterapi dan Terapi Okupasi Ditanggung BPJS, Ini Syarat dan Prosedurnya
5. UNDIP, Pilihan Favorit Calon Apoteker dari Jawa Tengah
Universitas Diponegoro (UNDIP) juga punya jurusan farmasi yang gak kalah populer.
Berikut kisaran biaya kuliah farmasi di UNDIP Tahun Ajaran 2025/2026:
UKT 1: Rp500.000
UKT 2: Rp1.000.000
UKT 3: Rp4.000.000
UKT 4: Rp6.000.000
UKT 5: Rp8.000.000
UKT 6: Rp10.000.000
UKT 7: Rp11.000.000
UKT 8: Rp12.500.000
Baca Juga: Fenomena Quiet Quitting, Tanda Generasi Muda Tak Mau Lagi Hidup untuk Bekerja
Jadi, buat kamu yang ingin kuliah di Jawa Tengah tapi tetap mendapatkan kualitas pendidikan mumpuni, UNDIP bisa jadi pilihan ideal.
Tips Mempersiapkan Biaya Pendidikan Farmasi
Nah, setelah tahu kisaran biaya kuliah farmasi di berbagai PTN, sekarang saatnya ngomongin soal strategi finansial.
Langkah pertama, tentu saja lakukan riset sejak dini.
Ketahui universitas yang kamu incar, sistem UKT-nya, dan estimasi biaya lain seperti biaya hidup, kos, atau praktikum.
Sebagai gambaran, biaya kuliah jurusan farmasi rata-rata berada di kisaran Rp20 juta per tahun, tergantung universitas dan jalur masuk.
Langkah kedua, perhitungkan inflasi pendidikan yang biasanya mencapai 5–10% per tahun.
Jadi, kalau kamu menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini, jangan lupa tambahkan faktor kenaikan biaya tiap tahunnya.
Baca Juga: Honda Daya Jayadi Racing Team Siap Gaspol di Kejurda Road Race IMI Jabar Seri 2 Bukit Peusar
Dan yang paling penting, mulai menabung dari sekarang.
Bisa lewat tabungan pendidikan, reksa dana, atau asuransi pendidikan—pilih yang paling sesuai dengan kemampuanmu.
Menyiapkan biaya kuliah memang tidak mudah, tapi juga bukan hal yang mustahil.
Dengan perencanaan yang matang dan niat kuat, cita-cita untuk kuliah di jurusan farmasi bisa tercapai tanpa membuat dompet menjerit.
Karena pada akhirnya, investasi terbaik yang bisa kita berikan untuk masa depan adalah pendidikan.
Dan siapa tahu, dari bangku kuliah farmasi inilah lahir inovator baru di dunia obat-obatan yang bisa memberi manfaat bagi banyak orang. ***




