PojokSatu.id - Dunia maya kembali dihebohkan dengan kemunculan sosok virtual bernama Sena.

Sena memperkenalkan diri sebagai ASN Digital dari DPD RI.

Dalam video berdurasi singkat yang diunggah lewat akun resmi DPD RI pada akhir Oktober 2025, Sena tampil dengan gaya khas karakter anime dan memperkenalkan dirinya kepada publik.

Baca Juga: Cek Sekarang! 9 Instansi yang Buka Formasi CPNS Tanpa Tes SKB Tambahan, Pelamar Kini Lebih Fokus dan Hemat Waktu

Namun, tak lama setelah viral, video perkenalan itu dihapus dari semua kanal resmi DPD RI.

Keputusan ini diambil setelah warganet mempertanyakan konsep dan etika penggunaan karakter virtual sebagai wajah lembaga negara.


Siapa Sena, ASN Digital DPD RI?

Sebelum ramai di media sosial, video Sena diunggah di akun resmi DPD RI di YouTube dan Instagram.

Baca Juga: Viral Ucapan Kepala Kemenag Pandeglang, Sebut Aksi Guru Madrasah 'Bikin Repot Pemerintah', Kini Minta Maaf

Dalam tayangan tersebut, karakter animasi perempuan itu menyapa publik dengan ceria dan memperkenalkan diri:

“Halo semuanya! Aku Sena, ASN Digital yang siap menemani kamu mengenal DPD RI lebih dekat. Oh iya, aku bukan AI ya!”

Sena disebut lahir pada 1 Oktober 2004, berusia 21 tahun, dan digambarkan sebagai ASN digital yang aktif berinteraksi dengan masyarakat.

Penampilannya yang bergaya ala Vtuber Jepang membuat banyak netizen penasaran.

Baca Juga: Dosen Akper Bungo Erni Yuniati Sering Beri Uang ke Bripda Waldi, Pelaku Ogah Diputus Cintanya

Sebagian warganet menganggap ini langkah kreatif untuk mendekatkan lembaga negara dengan generasi muda.

Sebagian lainnya menilai visualisasi tersebut tidak pantas untuk institusi seformal DPD RI.


Dihapus Setelah Viral, DPD RI Angkat Bicara

Tak berselang lama setelah unggahan itu viral, video perkenalan Sena tiba-tiba dihapus dari semua platform resmi DPD RI.

Keputusan ini memunculkan spekulasi liar hingga akhirnya DPD RI memberikan klarifikasi resmi.

Melalui Mahyu Darma, Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Setjen DPD RI, dijelaskan bahwa Sena bukan proyek resmi lembaga.

Baca Juga: BKN Ungkap 4 Jenis Cuti Resmi untuk PPPK 2025, Tak Hanya Tahunan, Ada Cuti Melahirkan dan Bersama

Melainkan bagian dari tugas Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sedang menjalani latihan dasar (latsar).

Mahyu Darma menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan inisiatif pribadi CPNS untuk mendukung kelulusan dalam latihan dinasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada penggunaan anggaran negara dalam pelaksanaannya.

Namun, ia mengakui perlunya pembinaan dan pengarahan lebih lanjut agar kedepannya dapat lebih baik dan diterima masyarakat.

Baca Juga: BCA Resmi Buka Beasiswa PPTI Batch 2! Lulusan SMA SMK Bisa Daftar, Catat Tanggalnya

Pernyataan tersebut dikutip dari laman resmi dpd.go.id, Kamis, 30 Oktober 2025.

Ia menambahkan bahwa CPNS tersebut membuat karakter Sena sebagai inovasi pribadi tanpa persetujuan penuh lembaga, dan pengunggahan di kanal resmi dilakukan tanpa koordinasi dengan biro humas.


Kritik Publik dan Respons Lembaga

Pernyataan tersebut memperjelas bahwa proyek Sena tidak menggunakan dana publik.

Baca Juga: Bojonegoro Panik! Usai Disenggol Purbaya, Pemda Langsung Kebut Habiskan Rp3 Triliun

Namun publik terlanjur menyoroti tampilannya yang dinilai “kurang representatif” untuk lembaga tinggi negara.

Sejumlah media mencatat bahwa visual dan gaya bicara Sena dianggap terlalu kasual dan tidak mencerminkan citra profesional lembaga negara.

DPD RI kemudian mengambil langkah cepat dengan menarik semua konten terkait dan memberikan pembinaan kepada CPNS pembuatnya.

Dalam wawancara lanjutan yang dikutip Kumparan.com pada 30 Oktober 2025, Mahyu Darma menegaskan kembali bahwa proyek Sena tidak berhubungan langsung dengan program resmi DPD RI:

Baca Juga: Masih Bingung Bedanya PPPK Paruh Waktu dan Full Time? Ini Perbedaan Hak dan Pola Kerja yang Wajib Diketahui

Menurut penjelasan Mahyu, setiap CPNS diwajibkan untuk mengikuti latsar. Dimana peserta diharuskan membuat proyek terkait lembaga.

Namun, proyek tersebut bukanlah cerminan dari konten resmi institusi.


Cermin Inovasi dan Tantangan ASN Digital

Meski sempat menuai kritik, kemunculan Sena sebenarnya menggambarkan semangat ASN muda yang ingin berinovasi di dunia digital.

Pemerintah melalui berbagai lembaga memang tengah mendorong konsep ASN Digital, aparatur sipil negara yang melek teknologi dan komunikatif di ruang publik.

Baca Juga: Kenapa DTKS Dijadikan Penentu Siapa yang Dapat Bantuan Pemerintah?

Namun, kasus ini juga menjadi pelajaran penting bagi lembaga pemerintah dalam mengelola inovasi digital agar tetap sesuai koridor komunikasi publik yang profesional.

Sena mungkin hanyalah proyek tugas CPNS, tetapi viralnya sosok ini membuktikan satu hal, bahwa birokrasi sedang bertransformasi menuju era digital, meski belum semua siap dengan implikasi etik dan persepsi publik yang menyertainya.***