POJOKSATU.ID - Para guru yang tengah mengikuti seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) regular (anggaran APBN) tengah bersiap menjalani seleksi substansi.
Sebelumnya, para guru yang lolos ke fase ini lebih dulu diusulkan oleh dinas pendidikan masing-masing daerah.
Setelah itu mereka mengikuti seleksi administrasi. Lalu ditetapkanlah sejumlah guru yang dinyatakan lolos ke tahap seleksi substansi.
Pada seleksi substansi, menggunakan instrumen yang berjumlah 70 butir soal.
Durasi pelaksanaan seleksi substansi selama 120 (seratus dua puluh) menit tanpa jeda waktu istirahat.
Dalam seleksi substansi, terdapat 2 jenis soal yaitu soal PGS (Pilihan Ganda Sederhana) dan PGK (Pilihan Ganda Kompleks).
Baca Juga: CEK Segera! Jadwal Pencairan TPG Triwulan 2 Bagi Guru Non ASN dan Juga Skema Pembayarannya!
Untuk soal PGS, masing-masing peserta diberikan soal dan pilihan jawaban sebanyak 4-5 pilihan, dan peserta dapat memilih satu jawaban yang dianggap benar.
Jenis soal berikutnya adalah PGK (pilihan ganda kompleks). Di jenis soal ini, peserta diberikan sebuah bahan bacaan untuk dicermati.
Kemudian di bawahnya terdapat 4 pernyataan yang berhubungan dengan bacaan tersebut, di masing-masing pernyataan peserta diminta untuk menentukan apakah pernyataan tersebut sesuai dengan pilihan PGK-nya (Ya-Tidak, Fakta-Opini, Sesuai-Tidak Sesuai).
Baca Juga: Daftar UMP di Sumatera Utara 2025, Kota Medan Tertinggi, Pematangsiantar Paling Bawah
Kompetensi yang diukur dalam seleksi substansi ini mencakup: kepribadian, sosial, dan profesional.
Salah satu bentuk instrumen yang digunakan adalah soal pilihan ganda berbasis kasus kontekstual yang menggambarkan situasi nyata di sekolah.
Artikel ini akan membahas contoh soal seleksi substansi yang dirancang untuk menguji kemampuan calon kepala sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan manajerial, pedagogis, dan etika kepemimpinan.
Contoh Soal Seleksi Substansi BCKS 2025
Berikut adalah bagian 1 dari 40 contoh soal seleksi substansi lengkap kunci jawaban, hanya sebagai bahan referensi saja.
1. Contoh Soal 1 – Kompetensi Profesional
Kasus: SD Arjuna terletak di lokasi yang strategis, sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Sekolah ini dipimpin oleh Pak Ali yang baru 2 bulan diangkat.
Beliau dikenal sebagai orang yang kreatif dan mampu mengembangkan kewirausahaan sekolah. Semua guru berkualifikasi sarjana dan ada 2 orang guru yang telah mengikuti lomba guru berprestasi tingkat provinsi.
Sekolah memiliki kantin dan sebidang tanah yang ditanami sayuran serta buah-buahan yang menjadi salah satu sumber dana bagi kesejahteraan sekolah.
SD Arjuna memiliki berbagai sarana belajar namun jumlahnya masih kurang, tidak sebanding dengan jumlah siswa.
Alat-alat laboratorium IPA banyak yang rusak, hanya beberapa yang bisa digunakan. Siswa-siswa sering berebut alat peraga karena jumlahnya terbatas.
Demikian juga dengan peralatan olahraga, banyak yang rusak sehingga sering kali pembelajaran PJOK hanya lari dan senam.
SD Arjuna berdekatan dengan SD Bima yang memiliki sarana pembelajaran lengkap dengan jumlah memadai.
Pertanyaan:
Sebagai kepala sekolah, apa langkah profesional yang sebaiknya dilakukan Pak Ali untuk mengatasi keterbatasan sarana belajar di SD Arjuna?
A. Mengajukan surat permohonan bantuan ke dinas pendidikan dan menunggu persetujuan anggaran.
B. Membatasi jumlah siswa dalam satu kelas agar sarana yang ada mencukupi.
C. Menjalin kerja sama dengan SD Bima dalam pemanfaatan bersama sarana pembelajaran.
D. Meminta orang tua siswa untuk secara swadaya menyumbang alat pembelajaran.
Kunci Jawaban: C
2. Kompetensi Sosial
Kasus: Sama seperti soal di atas.
Pertanyaan: Dalam rangka membangun hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sekitar, tindakan tepat yang dapat dilakukan kepala SD Arjuna adalah:
A. Meningkatkan prestasi akademik untuk memperkuat citra sekolah.
B. Mengadakan program kerja bakti bersama masyarakat sekitar.
C. Menjalin kompetisi dengan sekolah lain untuk menunjukkan keunggulan SD Arjuna.
D. Mengalihkan siswa yang tidak mampu ke sekolah lain yang lebih kecil.
Kunci Jawaban: B
3. Soal 3 – Kompetensi Kepribadian
Kasus: Pak Budi adalah guru senior di SD Nusantara. Ia dikenal sangat disiplin dan memiliki komitmen tinggi. Namun, beberapa guru muda merasa Pak Budi terlalu keras dan kurang fleksibel. Suatu saat, terjadi konflik karena Pak Budi menegur guru muda yang datang terlambat secara langsung di depan siswa.
Baca Juga: Beasiswa ICMI Kembali Dibuka, Dukung Anak Bangsa Raih Pendidikan Tinggi, Ini Syarat Pendaftarannya
Pertanyaan:
Jika Anda adalah kepala sekolah di SD Nusantara, bagaimana Anda menyikapi peristiwa ini untuk menjaga iklim kerja yang positif?
A. Menegur Pak Budi secara langsung agar tidak mengulangi hal tersebut.
B. Mengadakan diskusi terbuka antar guru untuk membahas budaya kerja yang sehat.
C. Memindahkan Pak Budi ke bagian administrasi agar tidak sering berinteraksi dengan guru lain.
D. Membuat aturan baru agar guru senior tidak mencampuri urusan guru muda.
Kunci Jawaban: B
4. Soal 4 – Kompetensi Profesional
Kasus: Kepala Sekolah SD Harapan Bangsa berencana mengembangkan program literasi sekolah. Namun, sebagian guru merasa program tersebut hanya menambah beban kerja tanpa hasil nyata.
Pertanyaan:
Langkah strategis apa yang sebaiknya dilakukan oleh kepala sekolah agar program literasi bisa diterima dan dijalankan oleh semua guru?
A. Menyampaikan surat edaran resmi bahwa semua guru wajib melaksanakan program.
B. Memberikan insentif khusus bagi guru yang mendukung program literasi.
C. Mengajak guru berdiskusi dan merancang program literasi yang kontekstual dan aplikatif.
D. Meminta guru yang tidak setuju untuk tidak ikut dalam program tersebut.
Kunci Jawaban: C
5. Kompetensi Sosial
Kasus: SD Mandiri memiliki siswa dari berbagai latar belakang budaya. Dalam kegiatan Hari Kartini, terjadi perbedaan pendapat antar orang tua tentang pakaian adat yang harus dikenakan.
Pertanyaan: Sebagai kepala sekolah, apa tindakan yang paling bijak untuk meredakan ketegangan?
A. Membatalkan kegiatan Hari Kartini untuk menghindari konflik.
B. Menentukan satu jenis pakaian adat yang wajib dipakai semua siswa.
C. Memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih pakaian adat dari daerah masing-masing.
D. Menyerahkan keputusan kepada komite sekolah tanpa campur tangan kepala sekolah.
Kunci Jawaban: C
Baca Juga: Sosok Ayah Arya Daru Pangayunan Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Doktor Lulusan Luar Negeri
6. Kompetensi Kepribadian
Kasus: Pak Dani, kepala sekolah baru, mendapati bahwa beberapa guru senior tidak hadir rapat tanpa alasan yang jelas. Namun, para guru muda hadir tepat waktu.
Pertanyaan:
Sikap kepribadian apa yang harus ditunjukkan Pak Dani dalam menyikapi hal tersebut?
A. Menegur guru senior secara langsung di depan guru lain.
B. Memberikan contoh kedisiplinan dan menyampaikan harapan secara persuasif.
C. Meningkatkan peran guru muda agar lebih dominan dalam organisasi.
D. Membiarkan hal itu karena guru senior sulit diubah.
Kunci Jawaban: B
7. Kompetensi Profesional
Kasus: Di SD Cendekia, sebagian besar guru belum menguasai teknologi pembelajaran digital. Namun, sekolah sudah dilengkapi dengan perangkat TIK modern.
Pertanyaan: Langkah strategis apa yang seharusnya diambil kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru?
A. Menyusun jadwal pelatihan internal yang berkelanjutan dengan melibatkan guru TIK.
B. Menggunakan perangkat tersebut hanya untuk guru yang sudah siap saja.
C. Menugaskan guru muda untuk mengajar guru senior.
D. Membeli perangkat baru yang lebih mudah digunakan.
Kunci Jawaban: A
8. Kompetensi Sosial
Kasus: SD Sejahtera ingin mengembangkan kemitraan dengan dunia usaha setempat untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler.
Pertanyaan: Apa langkah awal yang tepat dilakukan kepala sekolah?
A. Membuat proposal dan langsung disebar ke perusahaan.
B. Mengundang tokoh masyarakat dan pelaku usaha dalam forum dialog pendidikan.
C. Meminta guru mencari sponsor secara pribadi.
D. Menjalin kerja sama hanya dengan satu perusahaan besar.
Kunci Jawaban: B
9. Kompetensi Kepribadian
Kasus: Seorang kepala sekolah diketahui oleh guru-guru memiliki favoritisme kepada beberapa guru tertentu. Hal ini menimbulkan rasa tidak adil di kalangan guru lain.
Pertanyaan: Sikap kepribadian apa yang perlu dikembangkan oleh kepala sekolah untuk menghindari hal tersebut?
A. Keadilan dan integritas dalam pengambilan keputusan.
B. Kewibawaan agar tidak mudah diprotes.
C. Fleksibilitas agar bisa menyesuaikan diri dengan guru yang berbeda-beda.
D. Sikap tegas dalam memilih guru andalan.
Kunci Jawaban: A
10. Kompetensi Profesional
Kasus: Ujian sekolah berbasis proyek akan mulai diterapkan. Namun sebagian guru belum memahami konsep asesmen proyek dengan baik.
Pertanyaan: Sebagai kepala sekolah, Anda sebaiknya:
A. Meminta guru mengikuti pelatihan secara mandiri.
B. Menunda penerapan asesmen proyek sampai semua guru siap.
C. Menyusun pelatihan internal dan sesi praktik berbasis kolaboratif.
D. Menugaskan satu guru untuk membuat contoh dan diikuti yang lain.
Kunci Jawaban: C
Contoh soal nomor 11 dan seterusnya akan kami lanjutkan pada artikel berikutnya.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan mudah dan cepat, bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Anda juga bisa bergabung dalam saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id melalui link di bawah ini:
Demikian artikel tentang contoh soal seleksi substansi BCKS 2025. Jangan lewatkan bagian 2.***




