POJOKSATU.id - Ada sejumlah guru yang karirnya dijamin bakal jos gandos dan menyala usai pertemuan MenPAN RB dan Mendikbudristek.

MenPAN RB Abdullah Azwa Anas dan Mendikbudristek Nadiem Makarim bertemu di KemenPAN RB, di Jakarta, pada Senin 15 Juli 2024.

Pertemuan ini sekaligus membahas terkait persiapan pelaksanaan seleksi PPPK 2024.

Ada sejumlah isu dan permasalahan yang dibahas oleh kedua pimpinan dua kementerian yang berperan besar dalam seleksi CASN 2024 itu.

Baca Juga: Aliansi Akademisi Indonesia Tuntut Stop 'Obral' Guru Besar Curang Culas, Pemerintah harus Cabut Gelarnya!

Keduanya melakukan konsolidasi terkait tata kelola pengembangan karier guru dan dosen.

Salah satunya adalah isu-isu strategis terkait tata kelola sumber daya manusia (SDM) Dosen dan Guru.

Menteri Anas menyampaikan, diantaranya yang dibahas yakni terkait manajemen talenta tenaga pendidik.

"Salah satunya terkait kesejahteraan jabatan fungsional guru dan dosen melalui pengembangan dan penguatan karier," ungkap Anas, dikutip dari keterangan Humas KemenPAN RB, Selasa 16 Juli 2024.

Baca Juga: Aturan Terbaru Seragam PPPK Dihapus? Apakah Seragam Baru Sama seperti PNS?

Dia menegaskan, salah satu fokus seleksi CASN 2024 adalah pada pemenuhan kebutuhan tenaga guru.

Hal ini dibuktikan dengan pemberian izin formasi CASN 2024 dil lingkungan Kemendikbudristek.

Dimana total CASN 2024 Kemendikbudristek tersebut berjumlah total 40.541 formasi.

Formasi tersebut terdiri dari 15.462 formasi CPNS 2024 dan 25.079 formasi PPPK.

Menteri Anas menekankan pertemuan tersebut juga membicarakan bagaimana pemenuhan ASN guru dan dosen.

"Kita juga bahas terkait karier guru dan dosen agar kedepannya jauh lebih menjanjikan, jelas, dan tidak rumit," jelas dia.

Dia juga menyampaikan, KemenPAN RB sudah memiliki data terkait sebaran aparatur sipil negara (ASN).

Baca Juga: Guru di Bawah 50 Tahun Berpeluang Dipanggil Piloting PPG Daljab 2024, Ini Hitungannya, Cek SIMPKB Selasa 16 Juli

Dari data tersebut, terungkap bahwa ASN mayoritas menumpuk di daerah perkotaan dan pulau-pulau besar.

Hal itu sangat jelas terlihat di Pulau Jawa.

Karena itu, pemerintah melakukan inisiasi bagi ASN yang mendedikasikan dirinya di daerah 3T.

Menteri Anas memastikan, ASN di daerah 3T akan mendapat percepatan karier dan apresiasi lebih.

Karena itu, besama Nadiem Makarim, pihaknya bersama-sama mencari temu terkait hal tersebut.

Baca Juga: Langsung dari KemenPAN RB soal PPPK 2024 untuk P1 dan Honorer Teknis, Senyum Lebar dan Alhamdulilah, Ijazah SD dan SMP Dapat Formasi

Sehingga dosen dan guru di seluruh wilayah Tanah Air akan mendapat situasi yang lebih baik.

"Kariernya lebih bagus dan peningkatan kinerjanya makin optimal," beber dia.

Sementara, Mendibudristek Nadiem Makarim menyatakan, saat ini pihaknya masih terus menerima berbagai usulan terkait pengelolaan guru dan dosen.

Tentu saja di antaranya adalah terkait jaminan karir dan kesehajteraan guru dan dosen.

Menteri Nadiem juga memastikan Kemendikbudristek ingin melakukan akselerasi untuk memastikan karier dosen dan guru jauh lebih fleksibel.

"Sehingga kedepan karier mereka bisa terakselerasi." pungkas Nadiem.

 

Insentif CPNS dan PPPK 2024 di 3T

Sebelumnya, MenPAN RB Abdullah Azwar Anas juga pernah menyampaikan perihal nasib CPNS dan PPPK di daerah 3T.

Dia mengungkap bahwa pemerintah tengah menyiapkan insentif khusus bagi CPNS dan PPPK 2024 untuk penempatan di daerah 3T.

Baca Juga: Deretan Hal yang Dilarang Terjadi di MPLS 2024, Jika Terjadi Laporkan ke Sini, Orangtua harus Pantau, Pastikan Tidak jadi Ajang Balas Dendam Senior

Ini dilakukan karena pada seleksi tahun-tahun sebelumnya, formasi CPNS dan formasi PPPK di daerah 3T banyak yang kosong.

Tahun 2023, sebanyak lebih dari 100 ribu formasi CPNS dan PPPK kosong.

"Kenapa? Mereka tidak tertarik karena tidak ada insentif," ungkap Menteri Anas di Semarang, pada 29 April 2024.

Menteri Anas mengungkap, Presiden Jokowi juga sudah memberikan arahan agar program pembangunan lebih merata.

Baca Juga: PERINGATAN KERAS untuk 13.409 Guru PAI Peserta PPG Daljab 2024 Kemenag, Anda Bisa Tidak Lulus, Prof Abu Ungkap Penyebabnya

"Kan di daerah-daerah bukan hanya perlu aspal dan jalan yang bagus, tapi perlu pendidik dan nakes yang bagus," papar dia.

Lalu apa bentuk insentif yang akan diberikan untuk CPNS dan PPPK 2024 di daerah 3T?

Insentif dimaksud bisa berupa hari libur tambahan atau tambahan pendapatan.

Saat ini, kata Menteri Anas, pemerintah sedang merumuskan hal tersebut.***