POJOKSATU.id - 13.409 guru PAI (Pendidikan Agama Islam) resmi menjadi peserta PPG Daljab 2024 atau program pendidikan profesi guru dalam jabatan 2024.

Meski demikian 13.409 guru PAI tersebut bisa saja tidak akan diluluskan atau dinyatakan lulus.

Karena itu, 13.409 guru PAI peserta PPG Daljab 2024 tersebut tidak bisa leha-leha alias bersantai ria.

Pembukaan perkuliahan dilakukan Plt Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof Abu Rokhmad, di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat 12 Juli 2024.

Baca Juga: RESMI, Rilis Surat Kemdikbudristek Tentang Piloting PPG Daljab 2024 Tertanggal 12 Juli, Cek Jadwal dan Cek Peserta dengan Peluang Kecil Terpanggil

PPG PAI 2024 digelar dalam dua angkatan atua batch.

Untuk Batch I Pendalaman materi Batch I dilakukan mulai Juli hingga 3 Agustus dan direncanakan Dijadwalkan selesai awal November.

Sedangkan Batch II digelar mulai awal Agustus dan dijadwalkan selesai pertengahan Desember 2024.

Direktur PAI Kementerian Agama, M Munir menjelaskan, PPG Dalam Jabatan 2024 tahun ini digelar secara daring.

Baca Juga: Kontrak 1.330 PPPK 2023 Cianjur cuma Diperpanjang 1 Tahun, Bisa Terjadi di Daerah Lain, Ini Gara-garanya

Sebanyak 48 LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidik dan Kependidikan) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dilibatkan.

Ia menjelaskan, pendidikan profesi guru merupakan bentuk komitmen negara untuk menciptakan para guru yang memiliki kompetensi serta inovatif.

Dia menyatakan, PPG ini antara lain merupakan amanat dari UU Sisdiknas, UU Guru dan Dosen serta PP tentang Guru.

"Saya mengapresasi atas dukungan Pemda yang mengeluarkan anggaran besar untuk kesuksesan program ini," ujar Munir.

Munir yang juga Wakil Ketua Panitia Nasional PPG ini menjelaskan, PPG 2024 digelar secara daring dengan basis domisili.

Selain lebih mudah diikuti dan tidak terlalu menganggu kewajiban para guru dalam mengajar, cara ini juga bisa menghemat pembiayaan.

"Semoga dengan digelar tahun ini, antrean PPG juga bisa dipercepat. Saat ini masih ada setengah juta guru agama yang belum memiliki sertifikat pendidik," ujarnya.

Sementara, Prof Abu dalam pernyataanya menegaskan, tantangan yang dihadapi guru agama, termasuk PAI, saat ini tidaklah ringan.

Baca Juga: Donald Trump Ditembak saat Kampanye di Pennsylvania, Berlumuran Darah Dievakuasi dari Panggung, Pelakunya Tewas

Ini dikarenakan adanya perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Di sisi lain, para siswa begitu mudah mendapatkan pengetahuan yang diajarkan sangat professional.

Sayangnya, hal itu ternyata bukan didapat dari sosok guru atau pengajar.

Pengetahuan itu antara lain didapat dari berbagai platform media sosial.

Atau juga melalui mesin pencari yang begitu mudah diakses tanpa mengenal tempat, waktu, dan kondisi.

Baca Juga: Review Clash of Champions Episode 5: Tim Kenji, Kadit dan Kevin Menang, Hanif Mundur dan Peserta Gagal Dapat Kesempatan Kedua

"Harus disadari bahwa saat ini bapak dan ibu juga harus bersaing dengan guru yang profesional, meski tidak ikut PPG," ujar dia.

Karena itu, Prof Abu mengingatkan bahwa pesaing guru saat ini sangat kuat dan besar pengaruhnya.

"Siapa dia? Yakni media sosia seperti YouTube dan juga google. Mereka mengajarkan dengan setia dan menemani anak-anak kita,"

Kondisi inilah yang harus disadari betul oleh para guru.

"Ini harus disadari. Tantangan ibu dan bapak sangat luar biasa," tegas dia.

Atas berbagai kondisi tersebut, guru besar UIN Walisongo Semarang ini menekankan semua peserta PPG Kemenag harus serius mengikuti proses perkuliahan hingga tuntas.

Sebab, PPG jelas menjadi incaran banyak guru dan antrean untuk mengikutinya mencapai 27 hingga 30 tahun.

Prof Abu lantas mengungkap tips dan trik agar bisa lulus PPG Daljab 2024 Kemenag.

Baca Juga: 2 Kategori Ini Kecil Peluangnya Dapat Undangan Piloting PPG Daljab 2024, Prof Nunuk Bilang Belum Tentu

Diantaranya, semua para peserta harus tekun, rajin, dan tidak mudah menyerah.

Meskipun proses perkuliahan dilakukan di sela kewajiban mengajar, mengurusi rumah tangga dan aktivitas lainnya.

Bahkan, sangking pentingnya proses ini, ia meminta agar proses kelulusan menjadi perhatian penyelenggara.

"Kalau memang tidak serius, mohon jangan diloloskan," pesan dia.

Baca Juga: Diduga Ada Keterlibatan dengan KKB, Anggota Polisi Nekat Curi Senjata milik Polres Yalimo

Prof Abu juga menekankan bahwa PPG ini semata-mata demi bisa memacu kompetensi agar guru lebih berprestasi di kemudian hari.

"Jadikanlah PPG ini sebagai motivasi yang kuat. Saatnya juga menunjukkan kalau guru PAI mampu bersaing dengan guru bidang studi yang lain," imbau Prof Abu.***