POJOKSATU.id - Baru saja usai IG live Ngobrol Pintar (Ngopi) Bareng Bu Nunuk di akun @nunuksuryani pada Rabu (29/5/2024) langsung dari Kota Palu, Sulawesi Tengah mulai pukul 15.00 WIB/16.00 WITA.
Seperti dijanjikan Dirjen GTK Nunuk Suryani, obrolan mencakup seputar persiapan para guru menghadapi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) tahun 2024 sambil menunggu rilis resmi PPG Daljab 2024.
Topik lainnya juga disampaikan mengenai kesempatan mengikuti program Pengembangan Kompetensi Guru (PKG) Bahasa Inggris (BI) yang saat ini tengah berlangsung.
Tidak sendiri, Ngopi Bareng Bu Nunuk juga menghadirkan Direktur Guru Pendidikan Dasar (Dikdas) Ditjen GTK Kemendikbudristek, Dr. Rachmadi Widdiharto yang mewadahi program pengembangan kompetensi, salah satunya PKGBI.
Di awal pembicaraan, Nunuk menyampaikan agar para guru bersabar untuk menunggu pengumuman resmi PPG Dalam Jabatan, karena saat ini sedang dipersiapkan transformasi PPG Daljab.
"Pengumuman pembukaan PPG Daljab nanti Permendikbud-nya segera keluar namanya PPG Guru Khusus, akan segera diluncurkan. Informasi terkait alurnya bagaimana, keikutsertaan, sisi pembelajarannya nanti akan diinformasikan secara resmi bersama detail regulasi yang terkait, yang saat ini sedang disiapkan dan akan segera terbit," jelasnya.
Nunuk juga menyampaikan berbagai persiapan sedang dilakukan, termasuk kaitannya dengan pendanaan untuk para guru pasca lulus PPG Daljab.
Dicatat dari IG live tersebut oleh pojoksatu.id, ia juga menjelaskan adanya program PKG yang memiliki dua tujuan. Pertama, untuk meningkatkan kecakapan bahasa Inggris bagi guru bahasa Inggris pada jenjang SD, SMP, SMA/SMK.
Kedua untuk menigkatkan kompetensi pedagogi guru bahasa Inggris untuk mendukung proses pembajaran bahasa Inggris yang berpusat pada siswa dalam memenuhi capaian pembelajaran peserta didik.
Penjelasan Program PKGBI
Secara khusus PKGBI tujuan pembekalan PKGBI ini adalah untuk mempersiapkan calon peserta dalam beberapa aspek yaitu sebagai berikut.
- pengetahuan tentang materi bahasa Inggris,
- sikap tentang motivasi dan aspek psikologi dalam program pengembangan kompetensi bahasa Inggris
- keterampilan, yaitu tentang skilll dan kemampuan berbahasa
Program PKGBI ini merupakan program pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan bagi guru pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris.
Dijelaskan Rachmadi Widdiharto, program ini dirancang selama 10 hari pembekalan, sedangkan pelatihan utamanya akan berlangsung selama 3 bulan.
Program ini diperuntukan bagi guru bahasa Inggris yang memiliki kualifikasi S1/D-IV Bahasa Inggris dan atau memiliki sertifikat pendidik Bahasa Inggris baik itu di jenjang SD, SMP, SMA, maupun SMK.
PKGBI akan dibuka hingga lima angkatan untuk pelatihannya dan diselenggarakan melalui moda Massive Open Online Course (MOOC) dengan kuota hingga 30.000 guru.
Saat ini pendaftar baru mencapai 15 ribu di taraf pembekalan, sehingga masih ada kesempatan untuk para guru mendaftar dan mengikuti PKGBI tahun ini.
Sehingga prinsipnya, PKGBI dapat dilaksanakan di daerah masing-masing melalui MOOC dan pendaftaran dilakukan dengan menggunakan akun SIMPKB.
"Perlunya pengembangan kompetensi bahasa Inggris ini berangkat dari kenyataan hasil pemeringkatan dari Education First EPI (English Proficiency Index) tahun 2023, yang menempatkan Indonesia berada di peringkat 79 dari 113 negara di dunia," jelas Rachmadi, sebagaimana dicatat pojoksatu.id dalam IG Live tersebut.
Sedangkan di Asia, Indonesia berada pada peringkat 13 dari 23 negara dengan tingkat kecakapan rendah, yaitu 473 yang setara dengan level B1 dalam standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR).
Dalam catatan yang dimiliki pojoksatu.id, kajian itu ditindaklanjuti oleh Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) yang memperlihatkan angka Kompetensi Bahasa Inggris guru di tiap jenjang.
Merujuk pada CEFR ada sebanyak 75% guru SMP, 71% guru SMA dan 78% guru SMK yang masih berada di bawah level B2.
Sementara sebanyak 80% guru SD masih memiliki kemampuan bahasa Inggris di bawah level B1.
Tak hanya itu, hal ini juga untuk menyiapkan tantangan dan kenyataan bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang belum mewajibkan bahasa Inggris bagi murid pada tingkat dasar.
Untuk itu, para guru bahasa Inggris diajak untuk mengambil kesempatan untuk mengikuti PKGBI ini. "Namun undangan yang disampaikan cut off-nya adalah mulai Desember 2023," jelas Rachmadi.
Perlu ditegaskan peserta PKGBI harus memiliki kualifikasi akademik S1 Pendidikan Bahasa Inggris/ Sastra Inggris dan/atau memiliki sertifikat pendidik Bahasa Inggris dengan sasaran PKGBI guru bahasa Inggris sebanyak 179.757 guru dengan kualifikasi S1 bahasa Inggris.
Nunuk turut menjelaskan, mereka yang sudah memiliki serdik Bahasa Inggris namun mengajar sebagai guru kelas di SD, mulai tahun ini akan linier mengajar bahasa Inggris sekaligus bisa menjadi guru kelas.
"Jadi guru bahasa Inggris di SD sudah linier," tegas Nunuk.
Kesulitan dan kendala mengenai pendaftaran PKGBI selain dapat mengakses helpdesk, para guru juga dapat menghubungi Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) di 33 provinsi.
Persiapan PPG Dalam Jabatan
Dalam penjelasan mengenai PPG Daljab, disebutkan guru yang sudah lolos seleksi administrasi pada tahun 2023 namun telat melakukan konfirmasi kesediaan, maka akan menjadi sasaran peserta PPG Daljab tahun 2024.
"Meskipun pada tahun tersebut tidak melakukan konfirmasi kesediaan, tetapi sudah lolos seleksi administrasi tetap akan dipanggil menjadi sasaran PPG Daljab tahun 2024. Itu istimewanya," imbuh Nunuk yang dirangkum oleh pojoksatu.id.
Nunuk juga menyampaikan, Pendidikan Profesi Guru (PPG) dapat diikuti berbarengan dengan program Pengembangan Kompetensi Guru (PKG).
"Boleh ikut keduanya baik itu PPG Daljab maupun PKG asal bisa mengatur waktu dan bisa menyelesaikan tugas yang diberikan PPG atau PKG. Jangan lupa juga kewajiban utama bapak dan ibu untuk mengajar tetap terlaksana," ungkap Nunuk.
Baca Juga: INFO PPG DALJAB 2024, Cara Verval Ijazah Agar Linier dengan Bidang Studi PPG Dalam Jabatan 2024
Namun Nunuk mengapreasiasi para guru yang memiliki niat untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri.
Tak hanya PKG, PPG Daljab juga bisa diikuti berbarengan dengan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).
"Ini karena tahun ini PPG Daljab akan dilaksanakan dengan pembelajaran mandiri melalui platform, sehingga lebih fleksibel," jelasnya.
Namun sekali lagi para guru perlu mengatur waktu agar setiap tugas dapat diselesaikan dengan baik.
Diungkapkan Nunuk, semua pelatihan jangan menunggu undangan. Guru harus aktif mengikuti informasi resmi yang yang berhubungan dengan peningkatan kompetensi.
Namun begitu Nunuk menegaskan belum ada fitur yang dikeluarkan Kemendikbudristek untuk mengecek daftar nama sasaran PPG Daljab 2024.
"Memang tidak ada fitur yang bisa mengecek daftar nama sasaran PPG Daljab. Calon peserta mohon tunggu surat resmi yang diterbitkan tentang tata cara untuk mengikuti PPG Daljab 2024," tegasnya.
Dijelaskan juga untuk guru yang sudah memperoleh sertifikat Guru Penggerak (GP) di tahun 2024 dan sudah lolos seleksi administrasi PPG Dalam Jabatan pada tahun 2023, akan diikutkan ke dalam PPG Dalam Jabatan tahun 2024 jalur khusus PGP.
"Jadi ada jalur PGP, ada jalur bagi mereka yang sudah mengikuti PLPG tapi belum lulus, ada guru-guru yang terhitung aktif mengajar sampai tahun ajaran ini 2023-2024," tambah Nunuk.
Sekali lagi, teknis ini akan diinformasikan melalui surat edaran resmi.
"Bagi guru-guru PGP yang belum lolos atau guru-guru yang punya sertifikat PGP yang belum lolos administrasi, silahkan ikut rekrutmen PPG Daljab yang akan segera diinformasikan," urai Direjen GTK ini.
Diikuti oleh 3200 akun yang mengakses, Nunuk juga meminta agar para guru calon peserta PPG Daljab memastikan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi.
Ia mengingatkan agar para guru menjaga kondisi kesehatan karena tetap harus mengajar di kelas sambil menyelesaikan pembelajaran di PMM melalui modul PPG Daljab.
Sebagai persiapan, penting untuk menyediakan laptop atau HP yang mendukung karena PPG Daljab dilakukan secara daring, selain akses internet yang baik untuk mengakses platform pembelajaran mandiri.
Bagi yang kesulitan akses internet, PPG Daljab akan dilakukan dengan fasilitasi awan penggerak.
Terkait guru yang berstatus PNS namun belum S1 dan tidak bisa mengikuti PPG Daljab, diakui Nunuk ada sekitar 200-300 ribu yang berstatus seperti itu.
"Masalahnya regulasi yang mengatur untuk mendapatkan sertifikasi pendidik melalui PPG Daljab harus memiliki ijazah S1 atau D4, sehingga belum bisa mengikuti PPG Dalam Jabatan," ujar Nunuk.
Namun Nunuk berjanji untuk mencarikan jalan keluar, untuk melakukan rekognisi penyelesaian pendidikan S1 dengan kerjasama bersama perguruan tinggi.
Di akhir perbincangan Nunuk menyampaikan tips beberapa hal yang perlu dipersiapkan menjelang pelaksanaan PPG Daljab 2024, antara lain pastikan memenuhi persyaratan, pastikan data di Dapodik sudah sesuai, melakukan pengisian data dengan benar dan pastikan hanya di satu administrasi pangkal.
"Ini penting karena ketidaksesuaian data memungkinkan proses verifikasi dan validasi gagal," ujarnya. Nunuk juga tak bosan mengingatkan agar melakukan update data atau pengkinian data di Dapodik. ***




