POJOKSATU.id — Ibadah haji dan umrah menjadi perjalanan religi yang telah lama dinantikan oleh umat Muslim dari berbagai daerah, termasuk jemaah asal Indonesia.

Di balik persiapan spiritual, jemaah juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Perbedaan lingkungan, temperatur yang tinggi, kepadatan manusia, serta aktivitas yang menguras tenaga dan minimnya waktu istirahat dapat membuat tubuh lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan ibadah haji 2025 yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), keluhan terkait infeksi saluran pernapasan termasuk yang paling sering ditemukan dalam pelayanan rawat jalan.

Baca Juga: Gaji Petugas Haji 2027 Diperkirakan Tembus Rp70 Juta, Ini Hitungannya

Adapun pneumonia atau infeksi pada paru-paru menjadi salah satu kondisi yang banyak menyebabkan jemaah asal Indonesia membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Spesialis penyakit dalam dengan bidang penyakit tropik dan infeksi, dr. Joyce Bratanata, Sp.PD., mengatakan situasi yang dihadapi jemaah selama haji maupun umrah dapat menciptakan kondisi yang mendukung penyebaran penyakit pernapasan.

"Haji dan umrah mempertemukan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia, dalam cuaca panas, ruang yang padat dan sering kali dengan waktu istirahat yang sangat terbatas," kata dr. Joyce.

Menurutnya, situasi tersebut membuat kesiapan fisik dan pemahaman mengenai kesehatan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan oleh calon jemaah sebelum keberangkatan.

Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang menyerang bagian paru-paru.

Penyebabnya dapat berasal dari bakteri, virus, maupun mikroorganisme lainnya, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda dan berpotensi menimbulkan komplikasi.

Baca Juga: Kuota Tambahan Haji 10.000 Pernah Tak Dipakai 2022, Muhadji Effendy Beberkan Alasannya

Untuk mengurangi kemungkinan mengalami kondisi tersebut, jemaah dapat menerapkan sejumlah langkah perlindungan kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menjaga sistem pernapasan selama haji dan umrah:

1. Gunakan masker di tempat ramai
Area dengan jumlah jemaah yang sangat banyak dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penularan penyakit melalui saluran pernapasan.

Pemakaian masker ketika berada di lokasi yang penuh sesak dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan droplet maupun partikel pernapasan dari orang di sekitar.

2. Pastikan vaksinasi sudah lengkap
Kesiapan kesehatan sebelum keberangkatan juga perlu mencakup vaksinasi sesuai persyaratan dan rekomendasi yang berlaku.

Jemaah perlu memastikan vaksin yang diwajibkan untuk perjalanan haji telah dipenuhi sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Baca Juga: Jokowi Diminta Jadi Saksi, Siapa Sebenarnya yang Putuskan Pembagian 20 Ribu Kuota Haji?

Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat merekomendasikan vaksin pneumokokus.

Jemaah lanjut usia atau yang mempunyai kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui vaksinasi yang sesuai.

3. Jaga kebersihan tangan
Tangan yang bersih merupakan salah satu bagian penting dalam mencegah penyebaran penyakit infeksi.

Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, khususnya sebelum menyantap makanan, seusai menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin, serta setelah melakukan aktivitas di tempat umum.

Baca Juga: Indonesia Sudah Beli Hotel di Makkah, 13 Tower dan Mal Menyusul: Kampung Haji Mulai Dibangun

Apabila tidak menemukan fasilitas untuk mencuci tangan, jemaah dapat menggunakan hand sanitizer sebagai alternatif.

4. Kurangi interaksi dengan orang yang sedang sakit
Kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami gangguan pernapasan sebaiknya diminimalkan, terutama jika menunjukkan gejala seperti batuk dan pilek.

Jemaah juga disarankan tidak menggunakan barang pribadi secara bergantian.

Saat batuk atau bersin, tutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau bagian dalam siku untuk mengurangi penyebaran droplet.

5. Jangan abaikan kebutuhan minum dan tidur
Rangkaian ibadah yang membutuhkan banyak aktivitas fisik, ditambah suhu udara yang tinggi, dapat menyebabkan tubuh cepat kehilangan energi.

Oleh sebab itu, jemaah perlu memastikan asupan cairan tetap terpenuhi, mengonsumsi makanan bergizi dan menyediakan waktu yang cukup untuk beristirahat.

Aktivitas juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan tidak dipaksakan ketika mulai terasa kelelahan.

6. Pastikan udara di ruangan tetap bersirkulasi
Kondisi tempat tinggal yang dihuni bersama banyak jemaah juga perlu mendapat perhatian.

Usahakan ruangan mempunyai pertukaran udara yang baik dan tetap menjaga kebersihan bagian atau benda yang sering disentuh oleh banyak orang.

Baca Juga: Terserang Pneumonia untuk Kedua Kali, Putra Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo Dirawat di ICU

Kondisi lingkungan yang bersih dan memiliki sirkulasi udara memadai dapat membantu menekan potensi penyebaran penyakit pernapasan.

7. Hindari penggunaan antibiotik tanpa arahan dokter
Antibiotik tidak seharusnya dikonsumsi atas inisiatif sendiri. Pemakaiannya harus disesuaikan dengan penyebab infeksi dan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.

Apabila muncul keluhan seperti demam, batuk yang semakin parah, atau napas terasa sesak, segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Langkah pencegahan pneumonia perlu dimulai sebelum jemaah meninggalkan Indonesia dan tetap diterapkan selama berada di Tanah Suci.

Baca Juga: Wabah INFLUENZA JEPANG, Fenita Arie PULANG DARI JEPANG Juga Terserang Pneumonia Mirip Barbie Hsu, LANGSUNG DIRAWAT, Arie Untung Beri Kabar Kondisinya

Jemaah lansia serta mereka yang mempunyai penyakit kronis juga disarankan menjalani konsultasi kesehatan sebelum keberangkatan.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu menentukan kesiapan fisik, kebutuhan vaksinasi, serta langkah perlindungan yang diperlukan selama perjalanan.

Persiapan kesehatan yang matang diharapkan dapat membantu jemaah menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lebih nyaman sekaligus menekan risiko mengalami penyakit pernapasan selama berada di Tanah Suci.***