POJOKSATU.id - Kulit yang tetap cerah, kenyal, dan terlihat segar tentu menjadi dambaan banyak orang.

Namun, perubahan pada kulit ternyata tidak selalu harus menunggu usia semakin tua.

Pada kondisi normal, penurunan fungsi kulit mulai terjadi ketika seseorang memasuki usia 30-an.

Lapisan epidermis, pigmen, pembuluh darah, hingga produksi kolagen perlahan mengalami perubahan.

Nah, persoalannya, tanda-tanda tersebut pada sebagian orang bisa muncul jauh lebih awal.

Baca Juga: Overthinking Bikin Pikiran Tak Tenang? Coba 6 Cara Ini agar Lebih Lega

Bahkan, perubahan kulit dapat terlihat ketika seseorang masih berusia 20-an.

Kondisi itulah yang dikenal sebagai penuaan dini pada kulit.

Artinya, fungsi kulit mengalami penurunan lebih cepat dibandingkan proses yang umumnya terjadi karena pertambahan usia.

Kulit Mulai Berubah, Apa Tandanya?
Salah satu perubahan yang cukup mudah terlihat adalah tekstur kulit yang menjadi lebih kasar.

Regenerasi kulit pada kondisi normal berlangsung sekitar 28 hari.

Baca Juga: Muktamar ke-35 NU Sepakati Voting untuk Tentukan Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU

Ketika proses tersebut melambat, sel kulit mati dapat menumpuk di permukaan sehingga wajah tampak kusam dan terasa kurang halus.

Perubahan warna juga patut diperhatikan.

Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat memengaruhi produksi melanin yang berfungsi melindungi kulit dari radiasi matahari.

Dalam kondisi tertentu, proses pemulihan kulit setelah terkena paparan matahari tidak berlangsung optimal.

Akibatnya, warna kulit bisa terlihat tidak merata dan muncul bercak kecokelatan.

Tanda lainnya adalah kulit terlihat lebih pucat.

Baca Juga: Jhon LBF Tawarkan Bantuan Rp3,5 Miliar untuk Korban Kasus Ruben Onsu

Sirkulasi darah yang baik membantu memberikan rona segar sekaligus membawa nutrisi yang dibutuhkan kulit.

Ketika aliran darah ke kulit berkurang, wajah dapat terlihat kurang segar.

Pembuluh darah yang kehilangan elastisitas juga bisa membuat garis-garis pembuluh darah halus berwarna kemerahan atau kebiruan semakin terlihat.

Yang tak kalah sering menjadi perhatian adalah perubahan kekenyalan kulit.

Kolagen dan elastin berperan penting dalam mempertahankan struktur serta elastisitas kulit.

Paparan sinar matahari dan polusi dapat merusak kedua komponen tersebut, sementara produksi kolagen juga secara alami menurun seiring pertambahan usia.

Baca Juga: Bihun Goreng Kecap, Menu Rumahan Praktis 20 Menit yang Gurih dan Bikin Nagih

Akibatnya, kulit dapat menjadi kendur, muncul kerutan, dan kehilangan sensasi kenyalnya.

Kenapa Penuaan Dini Bisa Terjadi?
Penuaan dini tidak muncul karena satu penyebab saja.

Faktor dari dalam tubuh maupun lingkungan dapat ikut memengaruhi kondisi kulit.

Genetik dan perubahan hormonal termasuk faktor internal yang berperan.

Kondisi kesehatan tertentu juga dapat memberikan pengaruh terhadap perubahan fungsi kulit.

Sementara dari sisi kebiasaan, pola makan yang kurang sehat dan gaya hidup yang tidak seimbang dapat membuat kesehatan kulit ikut terdampak.

Baca Juga: Tumis Toge dan Telur, Menu Praktis 10 Menit yang Bikin Kenyang Penulis: Ai Nurmayanti

Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta kurang melakukan aktivitas fisik juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Faktor lingkungan pun tidak kalah penting. Paparan sinar UV dan polusi udara dapat meningkatkan paparan radikal bebas yang berpotensi mempercepat kerusakan kulit.

Karena itu, menjaga kulit tidak cukup hanya dilakukan ketika tanda penuaan sudah terlihat.

Perlindungan Kulit Sebaiknya Dimulai Lebih Awal
Mencegah penuaan dini bisa dimulai dari rutinitas perawatan kulit yang sederhana dan konsisten.

Membersihkan wajah sesuai kebutuhan dan jenis kulit merupakan salah satu langkah dasar.

Produk pembersih sebaiknya dipilih berdasarkan kondisi kulit agar tidak menimbulkan masalah baru.

Baca Juga: Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai 10.000 mAh, Xiaomi Lewati Seri 16

Pelembap juga dapat digunakan untuk membantu menjaga kondisi kulit.

Penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik kulit masing-masing.

Hal yang tak kalah penting adalah perlindungan terhadap sinar matahari.

Penggunaan tabir surya atau sunscreen membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV yang dapat mempercepat kerusakan kulit.

Untuk perawatan malam, produk yang mendukung proses perbaikan dan regenerasi kulit dapat menjadi bagian dari rutinitas.

Pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing orang.

Baca Juga: Di Tengah Banjir Nepal, Ada yang Ambil Anting Jenazah, Ada Warga Pilih Kembalikan Emas

Jangan Tunggu Kerutan Bermunculan
Menjaga kesehatan kulit sebenarnya bukan sekadar urusan penampilan.

Kulit merupakan bagian tubuh yang terus berhadapan dengan lingkungan setiap hari.

Paparan matahari, polusi, kebiasaan hidup, hingga pola perawatan sehari-hari perlahan dapat meninggalkan dampaknya.

Karena itu, perhatian terhadap kesehatan kulit sebaiknya tidak baru dimulai ketika kerutan atau flek sudah terlihat.

Perawatan yang tepat dan kebiasaan hidup yang lebih sehat sejak dini dapat menjadi investasi sederhana untuk menjaga kulit tetap sehat dalam jangka panjang.***