POJOKSATU.id - Bencana banjir bandang yang menerjang Nepal menyisakan kisah memilukan.
Ketika tim penyelamat masih berjibaku mencari korban, muncul tindakan tidak manusiawi yang membuat publik geram.
Dua pria ditangkap polisi setelah video yang beredar di media sosial memperlihatkan mereka mengambil anting emas dari jenazah seorang perempuan yang terseret arus Sungai Narayani.
Baca Juga: Gen Z Mulai Bosan Pesan Instan, Kini Justru Senang Menunggu Chat Dibawa Merpati Virtual
Dalam rekaman berdurasi sekitar 41 detik itu, kedua pria terlihat berusaha menarik tubuh korban dari aliran sungai menggunakan papan kayu dan rambut korban.
Bukannya segera menyerahkan jenazah kepada petugas, keduanya justru terlihat mengambil anting dari telinga korban.
Sejumlah orang di sekitar lokasi tampak merekam kejadian tersebut melalui telepon genggam.
Polisi Chitwan kemudian menindaklanjuti rekaman itu.
Baca Juga: Kontribusi Danantara ke Negara Naik, Purbaya Berharap Penerimaan Pemerintah Makin Gemuk
Hasil penyelidikan mengarah kepada dua tersangka, yakni Madan Gurung, 25 tahun, dan Umesh Chaudhary, 38 tahun.
Keduanya dilaporkan diamankan di sekitar Pokhara Bus Park, Bharatpur Metropolitan City-1, pada Kamis waktu setempat.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan membiarkan penjarahan maupun tindakan yang merendahkan martabat korban terjadi di tengah kondisi bencana.
Baca Juga: Purbaya Sebut Ekonomi Harus Tumbuh 6,7 Persen agar Fresh Graduate Terserap Kerja
"Penjarahan maupun tindakan tidak manusiawi dalam bentuk apa pun terhadap para korban di tengah situasi sulit tidak akan ditoleransi," demikian pernyataan polisi.
Namun, di balik kisah tersebut, muncul pula cerita lain yang justru memperlihatkan sisi kemanusiaan.
Seorang warga menemukan sebuah almirah yang terbawa arus banjir.
Di dalamnya terdapat sejumlah barang berharga, termasuk emas dan perak.
Baca Juga: HUAWEI Pura 90 Series Resmi Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000 mAh dan Fast Charging
Barang-barang tersebut sebenarnya bisa saja dibawa pergi karena pemiliknya tidak berada di lokasi.
Tetapi warga itu memilih mencari pemiliknya agar seluruh harta tersebut dapat dikembalikan.
Dua kejadian tersebut menjadi gambaran kontras tentang sikap manusia ketika berada dalam situasi penuh tekanan.
Ada orang yang melihat bencana sebagai kesempatan untuk mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain.
Tetapi ada pula yang tetap memegang nilai kejujuran meski menemukan barang berharga tanpa pengawasan.
Baca Juga: Korban Banjir Bandang Nepal dan Tibet, 750 Orang Tewas, 3.044 Masih Hilang, Banyak Warga Asing
Sementara itu, proses pencarian korban banjir Nepal dan Tibet masih berlangsung.
Tim penyelamat terus menyisir wilayah yang dipenuhi lumpur untuk menemukan warga yang belum diketahui keberadaannya.
Ketebalan lumpur di sejumlah lokasi bahkan dilaporkan mencapai lebih dari 1,5 meter.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi menjadi semakin berat.
Kerusakan akses jalan juga menjadi kendala lain.
Sejumlah jalur menuju kawasan terdampak dilaporkan rusak, sementara hujan yang masih turun meningkatkan kekhawatiran terhadap longsor susulan.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat dan tim gabungan masih berupaya melakukan pencarian, evakuasi, serta penanganan dampak bencana.***

